RACING


Pada suatu ketika saya sedang istirahat, saya mencoba PSP (semacam alat permainan seperti playstation yang dapat dibawa kemana-mana karena bentuknya cukup kecil dan ringan, bisa diisi berbagai macam permainan) seorang teman dekat dan salah satu permainan yang saya suka adalah mengenai balap mobil (racing). Awalnya saya merasa kesulitan memainkannya dan sudah hampir menyerah, tetapi karena masih ada waktu akhirnya saya memilih untuk mengulangi dan mengulangi lagi sampai akhirnya sempat menjadi juara.

Beberapa kali ketika saya ada waktu luang dan teman saya tidak menggunakannya, maka saya pun memainkan PSP itu.Walau pun saya belum ahli didalam memainkannya, tetapi beberapa kali saya sudah sempat memenangkan balap mobil dalam permainan PSP tersebut. Dan saya pun tidak berniat untuk menjadi ahli tentunya, karena saya bermain hanya ketika saya memiliki waktu luang dan tidak ada yang bisa saya kerjakan lagi.

Ketika saya bermain, beberapa hal sempat terlintas dalam benak saya untuk menjadi bahan tulisan saya.

Pertama, oleh karena namanya balap mobil, maka mobil saya bertanding dengan beberapa mobil lainnya, jadi jumlah keseluruhan mobil yang ikut dalam balap mobil itu ada enam mobil termasuk milik saya. Lima mobil lainnya ada dengan kendali system PSP yang ada, tetapi jika ada orang lain yang memiliki PSP juga, maka bisa juga kita bertanding melawan teman kita itu.

Kita bayangkan saja pertandingan itu bukan dengan rancangan system PSP melainkan dengan teman-teman lain yang juga memiliki PSP. Jadi untuk bermain, semua orang yang memegang PSP itu sudah harus mengerti tombol apa yang digunakan, agar bisa bermain dengan baik.

Demikian juga dalam hidup ini, khususnya kehidupan didalam Tuhan, kita harus sudah mengerti ‘cara bermain’ nya, dalam arti kita harus mengenali siapa Tuhan itu dan bagaimana cara kerjaNYA. Walau pun Tuhan tidak akan pernah sama didalam menyelesaikan masalah untuk semua orang di dunia ini, tetapi dengan kita mengenali siapa Tuhan, maka kita minimal percaya bahwa Tuhan itu sanggup menyelesaikan persoalan kita dan kita tahu apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan, dalam hal ini berkaitan dengan sikap kita didalam menghadapi masalah.

Yang kedua, pada waktu saya bermain, untuk mencapai kemenangan, yang saya perhatikan sikap saya adalah tidak memperhatikan mobil-mobil yang sudah berada di belakang saya, tetapi saya lebih berfokus pada jalan yang saya lalu, agar saya tidak menabrak; menstabilkan laju saya, jadi saya tidak mengurangi laju kecepatan saya hanya karena merasa saya sudah didepan, tetapi justru saya berusaha untuk semakin kencang larinya, agar saya bisa benar-benar memenangkan pertandingan itu.

Dalam hal ini, dapat dikatakan kita perlu egois, dalam arti dalam kehidupan didalam Tuhan, ada kalanya kita tidak bisa menunggu atau mengikuti teman-teman yang masih bersantai-santai, menganggap Tuhan belum datang, yang penting kita tidak berbuat jahat, maka kita pasti masuk surga. Tentu saja hal ini diasumsikan jika semua orang sudah mengetahui ‘aturan main’ seperti yang saya sebutkan bagian pertama diatas, jadi bukan orang-orang yang masih lahir baru, lantas kita paksa mereka untuk segera mengerti dan berlari seperti kita.

Kita harus egois, tetapi bukan berarti kita tidak pedulikan orang lain, melainkan kita harus memikirkan diri kita sendiri bagaimana caranya agar hidup kita berkenan dihadapan Tuhan, karena pada akhirnya nanti kita menghadap Tuhan itu secara pribadi, bukan berkelompok atau bisa mengajak seseorang yang dekat dengan kita.

Saya ingat ketika saya masih kecil, karena begitu sayangnya saya pada mami saya, saya berkata kepada mami saya “mami jangan mati ya…kalau mami mati harus ajak-ajak adek (panggilan kecil saya)” dan mami saya selalu tertawa sambil menjawab “iya”. Tetapi realitanya mami saya sudah dipanggil Tuhan terlebih dahulu dan tentu saja saya tidak bisa ikut bersamanya.

Mami saya juga sudah mengenal Tuhan dan tahu benar cara kerjaNYA, walau pun sebagai manusia biasa tentunya tidak terlepas dari kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya, tetapi mami saya selalu mengajarkan kepada saya dengan berkata bahwa Tuhan itu baik dan sangat sayang sama mami saya, selalu menjawab doa dengan caraNYA yang ajaib. Tuhan yang mengetahui hati mami saya, dengan caraNYA juga DIA memanggil pulang kembali mami saya ketika DIA menganggap tugas mami saya di bumi ini sudah selesai.

Jadi jika kita sudah mengetahui dan mengenali Tuhan yang selama ini kita puji dan sembah, maka selanjutnya, kita perlu terus menerus belajar, menggali segala hal baik yang ada didalam diri kita, dan juga harus peduli pada kehidupan kita, bagaimana caranya agar hidup kita ini berkenan dihadapan Tuhan, sehingga pada akhirnya kita menjadi kemenangan kekal bersama Tuhan.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s