Iron Man 2


Iron Man, sebuah film super hero yang diaptasi dari tokoh komik Marvel ini dibintangi nominator Oscar Robert Downey Jr. yang berperan sebagai Tony Stark atau Iron Man, seorang milyuner sekaligus ilmuwan jenius yang diculik dan dipaksa untuk membuat sebuah senjata dahsyat. Namun dengan cerdiknya Tony Stark membuat senjata lain, yaitu sebuah kostum yang dilengkapi dengan teknologi tinggi sehingga memliki kemampuan dan persenjataan super. Dengan kostum itulah dia menjadi Iron Man dan melindungi bumi .

Baru-baru ini, kelanjutan dari film Iron Man, yaitu Iron Man 2, berkisahkan tentang seorang Tony Stark yang adalah seorang milyuner yang belakangan ini diketahui sebagai Super Hero bernama Iron Man. Di bawah tekanan dari pemerintah, wartawan, masyarakat untuk membagi teknologinya dengan militer. Tony tidak berkeinginan untuk membuka rahasia baju baja Iron Man karena dia takut informasi ini akan jatuh ke tangan yang salah. Dengan Pepper Pots dan James Rhodes di sisinya, Tony membentuk aliansi baru dan pasukan berkekuatan baru.

Namun karena berbagai tekanan dan ‘alat’ canggih yang dipasang didadanya, ternyata mempengaruhi kesehatannya dan itu pun berakibat Tony Stark semakin terpuruk. Dia mabuk-mabukan, sampai-sampai teman-temannya pun tidak mau mempercayai dia lagi. Sampai suatu ketika dia membaca pesan ayahnya sekitar 20 tahun silam, disitulah Tony Stark menemukan sebuah masukan, cara, ide, dan penemuan yang baru untuk menyelamatkan tubuhnya dan memperbaiki bajunya juga.

Selain film itu sendiri asyik untuk ditonton, ada berbagai pesan moral yang bisa didapatkan oleh masing-masing penonton.

Tiga hal yang ingin saya bagikan dalam artikel saya ini:

Pertama, mengenai penemuan yang ditemukan oleh Tony Stark dari rekaman suara ayahnya 20 tahun yang silam. Pada masa ayahnya hidup, ayahnya hanya bisa mempersiapkan berbagai penemuan agar anaknya nanti di masa depan bisa menjadi seseorang yang berarti, tetapi dalam perjalanannya, tidak semudah itu Tony Stark melaksanakan ide ayahnya. Tony Stark perlu mengalami banyak hal, sampai akhirnya dia sebagai super hero mengalami titik terendah dalam hidupnya, baru dia bisa melihat atau menemukan ide yang telah disiapkan oleh ayahnya.

Demikian pula didalam perjalanan hidup kita bersama Bapa kita. Sebenarnya ada berbagai hal yang telah disiapkanNYA bagi kita, bahkan mungkin sejak sebelum ibu kita mengandung diri kita ini. Ada waktu-waktu dimana dari kita lahir, sampai kita dewasa, kita mengalami berbagai kejayaan atau masa-masa yang sangat indah. Tetapi ada suatu waktu dimana kita pasti perlu mujizat, karena selama kita hidup dimuka bumi ini, yang namanya masalah datangnya silih berganti dan tak kenal waktu. Dan pada waktu itu, rasanya sudah tidak ada jalan keluar, sampai posisi kita berada di titik terendah, benar-benar tidak ada harapan lagi. Saat itulah baru kita bisa melihat pekerjaan dan kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Saat itulah baru kita bisa melihat bahwa Tuhan itu mempunyai rencana yang sangat luar biasa atas hidup kita, dan Tuhan sudah membuat berbagai persiapan yang sangat matang, jauh melebihi dari pikiran kita, sehingga akhirnya membawa suatu kebangkitan, yang kita sebut dengan mujizat. Hal ini “sengaja” dibuat Tuhan, kadangkala agar kita menyadari bahwa Tuhan itu berdaulat dan penuh kuasa.

Kedua, mengenai kecaman dari berbagai pihak itu sebenarnya terjadi karena masing-masing pihak punya kepentingannya masing-masing. Masing-masing pihak punya keinginan untuk menjadi super hero sama seperti Tony Stark. Tetapi apakah mereka menyadari bahwa untuk menjadi seorang super hero itu tidaklah mudah dan ada begitu banyak yang harus dibayar? Tentunya masing-masing pihak tidak akan berpikir panjang, karena mereka lebih mementingkan diri mereka yang menjadi terkenal, dihargai orang, dilihat orang, mendapatkan keuntungan, dan sebagainya. Sehingga yang terjadi adalah kekacauan, peperangan, dan pertarungan.

Demikian pula kita dalam hidup ini, seringkali kita melihat seorang sukses dan ingin seperti seseorang itu, apa pun kita lakukan tanpa pernah berpikir apakah kita layak, cocok, atau pantas untuk menjadi seseorang itu? Kita semua mempunyai porsi dan talenta, diberikan Tuhan secara cuma-cuma agar kita bisa saling melengkapi. Tetapi karena kita hanya ingin sesuatu yang terlihat dimata manusia saja, maka justru yang terjadi adalah kekacauan, keributan, pertengkaran, sakit hati, dan kepahitan. Seandainya masing-masing hati itu benar-benar tulus didalam melakukan dan menyelesaikan segala sesuatu, maka kesatuan, ketenangan, sukacita, dan kedamaian itulah yang didapat.

Ketiga, sebelum saya melihat film tersebut, saya mendapatkan informasi dari seorang teman yang menuliskan pesan di Facebook, agar kita melihat sampai akhir credit tittle atau tulisan dari semua nama yang terlibat dalam pembuatan film itu selesai, karena ada petunjuk mengenai Iron Man 3. Dan karena penasaran, saya pun mencoba untuk menunggu walau pun semua penonton sudah keluar ruangan. Akhirnya, saya pun dapat melihat petunjuk dari film Iron Man 3.

Hal ini, membuat saya belajar bahwa seringkali seseorang itu hanya mau tahu hasilnya, atau bagi seorang penonton yang terpenting adalah filmnya. Begitu tulisan nama-nama yang terlibat dalam pembuatan film itu muncul, maka penonton itu dapat dipastikan akan beranjak dari tempat duduknya dan pulang. Kalau kita menonton dirumah, dapat dipastikan televisi akan segera dimatikan. Hampir tidak pernah saya temui seseorang yang rela membaca satu per satu nama orang-orang yang berperan dalam pembuat film itu di akhir cerita. Mungkin karena merasa tidak kenal jadi tidak merasa penting atau mungkin juga karena membosankan dan terlalu banyak tulisannya. Sebenarnya tulisan nama-nama yang terlibat dalam pembuatan film itu penting, karena mereka menuliskan tentunya ingin menghargai setiap usaha, jerih payah, pekerjaan dari semua orang yang terlibat didalamnya.

Seringkali seseorang itu hanya melihat sesuatu dari tampilan luarnya saja dan hampir-hampir tidak pernah ingat atau ingin tahu ‘siapa orang yang membuat sesuatu itu, bagaimana latar belakangnya, ide nya darimana’. Seringkali seseorang itu hanya mau sukses, mau berhasil, mau dapat mujizat, tetapi mereka tidak mau mengalami prosesnya, dan yang paling menyedihkan mereka tidak mau peduli sama siapa yang bisa membuat mujizat itu. Jadi larinya ke orang-orang ‘pintar’ atau dukun. Bagi yang sudah mengenal Tuhan, bisa saja mereka mencaci maki Tuhan, marah-marah sama Tuhan, karena DIA tidak membantu mereka. Hal ini terjadi karena mereka hanya mau hasilnya saja, untungnya saja, dan mujizatnya saja. Tetapi mereka tidak mau kenal dan tidak mau peduli sama Tuhan Sang Pencipta. Padahal sebenarnya, pengenalan akan Tuhan Sang Pencipta itu jauh lebih penting daripada mujizat itu sendiri. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan itu berdaulat, hidup, berkuasa, penuh kasih, dan kita benar-benar dekat, mengenal Tuhan, maka ketika mujizat itu datang, sukacita kita itu pun akan benar-benar penuh, lebih daripada ketika kita hanya sekedar mendapatkan jawaban doa kita.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s