Harapan Yang Belum Terwujud


Seorang gadis kecil memiliki cita-cita, suatu saat nanti, dia ingin menjadi seorang designer terkenal. Dia sangat suka menggambar dan benar-benar sangat kreatif. Setiap kali sang ibu hendak bepergian atau hendak menghadiri acara penting, sang gadis kecillah yang berusaha untuk memberikan ide-ide, baju apa yang sebaiknya digunakan.

Hanya karena usia yang masih terlalu muda, kadangkala membuat sang ibu tidak merasa cocok dengan pilihan anaknya, tetapi seringkali ide-idenya itu membuat ide lainnya bagi sang ibu.

Melihat idenya bisa diterima, maka sang anak kecil ini pun terus mengembangkan ide dan kreatifitasnya. Setiap hari dia terus menerus membayangkan, suatu hari kelak dia akan menjadi designer terkenal.

Tak disangkanya, dia harus berhenti sekolah tepat ketika dia tamat Sekolah Dasar. Sang ibu tak sanggup lagi membiayai sekolahnya. Ayahnya meninggal beberapa bulan yang lalu dan pekerjaan sang ibu tak mencukupi jika anak kecil ini ingin melanjutkan sekolahnya.

Sang anak kecil awalnya tak menyerah. Dia masih yakin bahwa Tuhan itu ada dan bisa membantunya mewujudkan impiannya. Sang ibu pun tak henti-hentinya mengajarkan kepadanya agar ia menaruh harapannya kepada Tuhan dan si anak pun selalu menurut.

Kini hari-harinya diisi dengan membantu sang ibu bekerja. Kadangkala anak yang sudah mulai beranjak pada usia remaja ini suka duduk diluar kelas sambil mendengarkan pelajaran, demi mengejar ketinggalannya. Dia pun berusaha meminjam buku dari teman-temannya yang tak terpakai lagi, lalu membacanya, mempelajarinya.

Waktu terus berjalan, tak terasa sudah bertahun-tahun gadis ini melakukan rutinitasnya membantu sang ibu dan belajar sendiri. Tetapi karena ia belajar sendirian, tak seorang pun bisa diandalkan untuk membantunya, maka ia pun tidak mampu mengejar ketinggalannya. Dia mulai menyadari teman-temannya sewaktu di Sekolah Dasar sudah memilih sekolah jurusan sesuai dengan minatnya masing-masing. Dilihatnya, teman-temannya bertambah pintar dan masa depan mereka terbentang luas. Sedangkan dia, sudah sangat tertinggal, cita-citanya mungkin tidak akan terwujud lagi.

Sang anak benar-benar sangat sedih dan merasa bahwa impiannya tidak mungkin terwujud lagi. Sang ibu pun tidak bisa berbuat apa-apa, penghasilannya, walau pun ditabung pun tidak akan bisa membuat sang anak sekolah setinggi mungkin.

Sampai suatu ketika sang anak membaca Firman Tuhan. Walau pun ayat tersebut sudah berulang kali dibacanya, tetapi kali ini seperti memberikan kekuatan untuknya. Firman Tuhan tersebut berkisahkan tentang talenta. Pada waktu itu sang anak mendapat pengetahuan bahwa Tuhan itu suka kalau umatNYA mengembangkan talenta nya dan Tuhan juga pasti setuju kalau sang anak kecil yang sudah beranjak remaja itu ingin mewujudkan cita-citanya, karena dia punya talenta untuk itu.

Tetapi bagaimana caranya? Hanya Tuhan yang tahu…

Saat ini, masalah tak henti-hentinya datang silih berganti dalam kehidupan kita. Ada begitu banyak orang yang mengharapkan banyak hal terjadi, semua cara telah dilakukan, tetapi sepertinya hanya keajaiban yang bisa mewujudkannya.

Coba periksa kebenarannya dalam Firman Tuhan. Apakah harapan itu sesuai dengan keinginan Tuhan? Apakah Tuhan berkenan atas harapan kita itu? Jika jawabannya ya, maka mari kita percaya bahwa suatu saat nanti, harapan kita itu akan terwujud.

Satu hal yang pasti, jika harapan kita itu benar-benar untuk kemuliaanNYA, sesuai dengan rencanaNYA, dan tentunya sesuai dengan FirmanNYA, maka pasti, suatu hari kelak, harapan itu akan terwujud.

Bagaimana caranya?

Hanya Tuhan yang tahu…

Tuhan memberkati kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s