Piala Dunia


Demam Piala Dunia terjadi dimana-mana. Bagi sebagian orang, tidak menjadi soal jika waktu tidurnya harus dikurangi beberapa jam demi melihat pertandingan sepak bola antar negara-negara di dunia.

Kaos atau baju bola yang bercorak atau berlogokan bendera-bendera dari berbagai negara pun banyak laku terjual kepada orang-orang yang benar-benar menyukai olah raga sepak bola, mau pun kepada orang-orang yang menghadiri event-event tertentu, dimana pada event tersebut diharuskan menggunakan kaos bola sehingga mereka-mereka yang tidak terlalu menggemari olah raga sepak bola pun mau tidak mau harus turut membeli baju bola.

Tak terasa waktu pun berlalu dan beberapa negara yang ‘dijagokan’ pun silih berganti harus kembali ke negaranya masing-masing. Kepulangan negara-negara tertentu menimbulkan komentar dari sebagian orang yang mengatakan bahwa Piala Dunia kali ini tidak dapat diprediksikan kemenangannya. Walau pun demikian, tentu saja ada negara-negara yang harus menang.

Bagi sebagian orang, acara Piala Dunia ini pun dibuat sebagai ajang ‘mencari uang cepat’, dalam arti dibuatnyalah taruhan demi taruhan atau diadakannya kuis yang menawarkan berbagai macam hadiah menarik.

Masing-masing orang menggunakan insting nya, feeling nya, dan atau logikanya untuk menebak-nebak siapa yang akan memenangkan pertandingan demi pertandingan beserta skor nya.

Menariknya lagi, dikabarkan bahwa ada ‘peramal’ si Paul The Octopus yang dapat dikatakan selalu dapat ‘menebak’ dengan benar siapa yang akan menjadi juara dalam setiap pertandingan. Lalu ‘kemampuan’ si makhluk gurita ini pun akhirnya diikuti dan menjadi ‘kepercayaan’ oleh sebagian orang yang bertaruh.

Walau pun si Paul ‘gurita’ ini dapat dikatakan tidak pernah salah dalam menebak atau meramal negara mana yang akan menjadi sang juara, namun tentunya merupakan suatu kesalahan jika seseorang sampai mempercayai ‘tebakan’ atau ramalan si gurita ini.

Pada masa-masa sekarang ini, masalah tiada hentinya datang silih berganti dan tak jarang datang secara bersamaan. Semuanya harus diselesaikan secara cepat. Tetapi realitanya ada masalah yang walau pun ingin diselesaikan dengan cepat, tapi nyatanya tetap saja tidak bisa selesai dengan cepat.

Dalam keadaan yang sulit, sebagian orang tetap berusaha mempertahankan imannya walau pun dalam waktu-waktu tertentu timbul pertanyaan-pertanyaan dihatinya yang menandakan sedikit keraguan, dan sebagian orang lainnya berusaha untuk mencari penyelesaiannya dengan segera, karena sudah tidak sabar menanti jawaban Tuhan dengan cara mendatangi peramal atau hamba-hamba Tuhan yang memiliki karunia khusus yang dianggapnya dapat menjawab masalah mereka.

Apakah Tuhan sebatas penjawab doa bagi kita?

Menyelesaikan masalah itu bukanlah hal yang sulit bagi Tuhan kita, melainkan hal yang sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi dibalik masalah yang kita hadapi itu ada karakter-karakter kita atau orang-orang disekitar kita yang ingin diubahkanNYA dan itulah bagian yang paling sulit bagi kita, yang akhirnya ‘mempersulit’ Tuhan untuk ‘mempercepat’ penyelesaian masalah kita itu.

Semua orang, tanpa terkecuali, tidak ada yang suka dan tidak akan pernah ada yang mau berlama-lama dengan masalahnya. Tetapi sayangnya, masih banyak orang yang suka dan mau berlama-lama dengan kekerasan hatinya atau karakter-karakternya yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Selama manusia masih hidup, itu berarti dia masih harus menghadapi masalah. Kadangkala orang tua melindungi anak-anaknya dari masalah dan berusaha seminimal mungkin menghindarkan anak-anaknya dari masalah. Padahal sesungguhnya masalah itu membuat masing-masing pribadi mengenal Tuhan dan menjadikan masing-masing pribadi itu lebih baik.

Seorang kakak rohani mengatakan agar kita tidak meminta Tuhan untuk mempercepat proses atau penyelesaikan masalah karena kadangkala hasilnya jadi tidak maksimal atau tidak baik, tetapi kita bisa meminta Tuhan untuk membuat kita mengerti apa kehendakNya dibalik semua yang sedang kita alami dan berdoa agar diberikanNYA kekuatan serta kesabaran bagi kita yang sedang mengalami masalah itu.

Tuhan memberkati.

One thought on “Piala Dunia

  1. kalo paul nya salah.. tar d jadiin cumi(gurita) goreng asam manis ajaah..wkwkwkkkkk..

    tentang masa depan, tangan TUHAN yang pegang.. =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s