Message (Pesan)


Baru saja saya menerima pesan dari Blackberry yang berbunyi “Matius 21:22, 2 Timotius 1:7, Amsal 15:3, Efesus 4:2, Mazmur 118:14. Kirim ke 20 (dua puluh) orang. Akan ada 5 (lima) mujizat Tuhan! Jangan putus ditanganmu ya. INGAT: menyebarkan Firman Tuhan tidak ada rugi!”. Dan saya memilih untuk tidak mengirimkannya.

Selama masih hidup dimuka bumi ini, saya dan semua orang, pasti akan mengalami masalah. Jadi jika saya memilih untuk tidak mengirimkan pesan tersebut, maka bukan berarti saya tidak perlu mujizat, melainkan saya berusaha untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan saya sendiri apakah memang saya akan mendapat mujizat hanya dengan mengirimkan pesan tersebut?

Masalah pertama adalah isi dari pesan tersebut, tertulis ayat-ayat Firman Tuhan yang tidak ada bunyinya, sehingga semua orang yang menerima pesan tersebut, sebagian besar belum tentu ‘niat’ untuk membuka bagian-bagian alkitab dan mencari isinya.

Dikatakan dalam pesan tersebut bahwa menyebarkan Firman Tuhan tidak ada rugi. Tentu saja kalimat tersebut benar, tidak ada ruginya bagi kita untuk menyebarkan Firman Tuhan, dan juga tidak ada ruginya jika kita mengirimkan pesan tersebut ke dua puluh orang, apalagi dengan menggunakan layanan blackberry, mudah sekali jika kita copy paste pesan tersebut lalu pilih layanan broadcast and pilih dua puluh nama, maka pesan akan langsung terkirim dan tidak membutuhkan waktu lebih dari lima menit.

Jadi sebenarnya semua pesan yang serupa dengan yang tersebut diatas, baik dikirimkan melalui layanan blackberry mau pun SMS, bukanlah merupakan pesan yang menjengkelkan, membahayakan, atau pesan yang menakutkan. Tidak ada ruginya juga jika kita mengirimkannya kepada orang lain.

Tetapi yang menjadi masalah adalah jika ada orang yang ternyata benar-benar mempercayai kebenaran dari isi pesan tersebut lalu ternyata orang itu benar-benar mendapat mujizat, pastinya dia mengira bahwa mujizat itu tidak datang dari Tuhan tetapi mujizat terjadi karena ‘kuasa’ isi pesan tersebut.

Seringkali kita menegur orang-orang jika mereka mempercayai ‘ramalan’ atau mempercayai hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Tetapi jika kita turut menyebarkan pesan-pesan seperti tersebut diatas, dan sampai ada orang-orang yang kemudian mempercayai isi pesan tersebut, maka sebenarnya kita tidak jauh berbeda dengan membuat orang-orang itu percaya pada hal lain yang bukan dari Tuhan sendiri.

Mungkin kita tidak pernah tahu siapa yang pertama kali menciptakan pesan-pesan seperti itu dan apa tujuannya, tetapi paling tidak ketika kita mengetahui dan menyadari mengenai hal ini, maka kita tidak perlu mengikutinya.

Seorang teman, sudah melayani selama belasan tahun dengan cara mengirimkan pesan-pesan yang berisikan hal-hal rohani melalui SMS dan sekarang dengan kemajuan teknologi, maka pesan-pesan yang dibuatnya sudah dapat dikirimkan melalui internet dan blackberry.

Tetapi dia tidak pernah menuliskan diakhir tulisannya bahwa jika kita yang mendapat pesannya itu maka kita harus mengirimkan ke orang lain lagi agar kita mendapatkan mujizat atau berkat lainnya. Dan dengan demikian justru tulisan-tulisannya yang berbentuk pesan pendek itu menjadi berkat bagi banyak orang dan ada begitu banyak orang sampai di luar negeri pun ingin mendapatkan pesan tersebut setiap harinya.

Jadi sebenarnya, jika kita ingin memberkati orang lain dengan menyebarkan ayat-ayat Firman Tuhan atau kata-kata rohani yang menguatkan atau pun yang menegur, maka kita dapat membuat pesan-pesan yang mudah dipahami dan tidak merepotkan, dalam arti kita bisa menuliskan isi dari ayat Firman Tuhan tersebut, dan tidak perlu kita memaksa orang lain untuk menyebarkannya ke orang lain, karena secara otomatis orang akan menyebarkan kepada orang lain jika dia merasa terberkati.

Pada masa-masa sekarang ini, begitu penting artinya sebuah mujizat itu bagi seseorang. Jadi kita perlu berhati-hati, jangan sampai kita sesat dan menyesatkan orang lain juga.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s