Mindset


Sebuah cerita yang mungkin sering kita dapat melalui email, atau yang di forward melalui handphone atau blackberry:

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya “anakku ada dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu, yang pertama jangan pernah menagih piutang kepada siapa pun dan yang kedua jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung”. Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya, dan akhirnya sang ayah pun pergi untuk selama-lamanya.

Lima tahun berlalu, sang ibu kemudian menengok si bungsu dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan. Sang ibu bertanya “wahai si bungsu, mengapa kondisi bisnis mu demikian?

Si bungsu menjawab “aku mengikuti pesan ayah, yang melarangku untuk menagih piutang ke siapa pun sehingga banyak piutang tak terbayarkan dan lama-lama habislah modal ku, dan yang kedua, ayah melarangku terkena sinar matahari, dan karena aku hanya memiliki sepeda motor, maka aku selalu menggunakan taxi untuk transportasiku

Kemudian sang ibu pergi mengunjungi si sulung yang ternyata memiliki keadaan yang berbeda jauh dengan si bungsu, si sulung sukses menjalankan bisnisnya. Maka sang ibu pun bertanya “wahai si sulung, mengapa hidupmu sedemikian beruntung?

Sulung menjawab “ini karena aku mengikuti pesan ayah, yang pertama aku dilarang untuk menagih piutang kepada siapa pun, maka aku tidak pernah memberikan hutang kepada siapa pun sehingga modalku tetap utuh, dan yang kedua aku dilarang terkena sinar matahri secara langsung, karenanya aku selalu berangkat dengan mengendarai sepeda motor satu-satunya yang kupunya sebelum matahari terbit dan pulang sebelum matahari terbenam sehingga akhirnya pelangganku tahu bahwa tokoku buka paling pagi dan tutup paling larut”.

Dari cerita tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa si sulung dan si bungsu menerima pesan yang sama namun masing-masing memiliki sudut pandang atau mindset yang berbeda sehingga mendapatkan hasil yang berbeda.

Demikianlah didalam hidup ini, seringkali kita mendengar kesaksian atau kotbah yang sama, tetapi sudut pandang atau mindset masing-masing dari kita berbeda, sehingga hasilnya berbeda. Hal ini terjadi bisa karena pengaruh masalah yang sedang dihadapi setiap orang berbeda-beda sehingga kadangkala kisah itu akan menyentuh mereka yang mungkin sedang mengalami masalah yang sama atau serupa, atau bisa saja sama sekali tidak menyentuh karena masalah yang dihadapi itu sangat berbeda.

Semua umat dapat membaca kitab suci menurut ajaran agamanya masing-masing, walau pun kitab suci yang dibacanya sama, seringkali yang terjadi apa yang didapat atau apa yang disampaikan Tuhan kepada kita itu berbeda-beda. Dan beberapa kali kita membaca ayat kitab suci yang sama, belum tentu kalimat-kalimat tersebut ‘berbicara’ di hati kita dengan perihal atau cara yang sama.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi. Tetapi melalui cerita tersebut diatas, kita jadi dapat memahami bahwa Tuhan kita itu kreatif dan bersyukur karenaNya. Bisa dibayangkan jika semua orang memiliki masalah yang sama sehingga cara pandangnya sama, dan hasil yang didapat juga sama, maka semuanya akan jadi membosankan dan tidak ada tantangan atau muncul ide-ide yang baru.

Selain itu, kita juga harus memahami bahwa kita tidak bisa mengatur kehidupan orang lain, sudut pandang mereka, apalagi menentukan hasil yang diperoleh oleh mereka. Seringkali kita menginginkan seseorang itu menjadi seperti yang kita inginkan, dan akan menjadi sangat kecewa sampai bersikap berlebihan (marah, mengeluh, memukul, atau memusuhi) jika hasilnya tidak seperti yang kita inginkan.

Memang benar bahwa penerimaan setiap orang itu bisa berbeda-beda karena sudut pandang yang berbeda, dan alangkah baiknya jika apa yang dihasilkan itu sesuatu yang baik walau pun mungkin sesuatu yang berbeda. Namun kita tidak bisa memaksakan kepandaian atau kemampuan yang sama untuk setiap orang. Inilah manfaat belajar hidup saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Ketika kita mampu untuk itu, maka kita akan lebih mudah untuk hidup saling mengisi satu dengan yang lain.

Tuhan memberkati.

One thought on “Mindset

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s