Issue


“psssttt…issue nya…dia itu jadian lho sama si dia…”

“psssttt…menurut dia…si dia itu selingkuh lho sama mantannya…”

“sekitar awal tahun ini tsunami akan muncul kembali di daerah Sumatera”

“sekitar pertengahan tahun ini tsunami akan muncul di daerah Jawa dan Bali”

“menurut prediksi…harga saham akan turun drastis…”

Dan seterusnya…dan seterusnya…masih ada banyak lagi info yang sering kita dengar, baik di lingkungan tempat kita sekolah, tempat kita bekerja, tempat kita beribadah, mau pun berita yang terjadi di seluruh dunia, ada begitu banyak info yang kadangkala sifatnya tidak pasti, masih menebak-nebak, dan belum tentu terjadi.

Kabar berita dapat diinformasikan oleh seseorang yang benar-benar mengerti akan berita tersebut, berita tersebut pasti terjadi, dan niat si pembawa berita benar-benar ingin memberitahukan kepada orang-orang agar berhati-hati terhadap sesuatu yang akan terjadi, tetapi ada juga orang yang hanya ingin tahu sebesar apa dampak yang ditimbulkan oleh berita yang dia buat dan senang melihat kehebohan yang terjadi setelahnya.

Tanpa kita sadari, mungkin hal itu terjadi dengan kita, bermula dari hanya sekedar ingin bercanda dan tak disangka ternyata menyebabkan kepanikan. Atau sebaliknya justru kita yang sering menjadi korban dari berita-berita yang belum tentu benar itu.

Walau pun sikap terlalu tenang dan santai itu kurang baik, tetapi seringkali yang terjadi kepanikan yang diakibatkan oleh berita-berita yang belum tentu benar bisa menghasilkan sesuatu yang buruk.

Misalkan saja contoh kalimat tersebut diatas, seseorang berkata kepada temannya bahwa pria yang disukainya ternyata menyukai wanita lain. Bisa jadi karena sedih, teman yang diberitahu itu men-judge bahwa dirinya tidak patut dicintai, menjadi rendah diri, lalu memutuskan tidak akan menyukai pria lagi.

Kita tidak pernah tahu apa yang ada didalam hati seseorang dan kita juga tidak bisa mengontrol orang lain juga agar bisa bersikap baik terhadap hal buruk apa pun yang terjadi, walau pun sikap yang berlebihan kita semua tahu itu tidak baik.

Atau berita mengenai seseorang yang selingkuh, bisa saja menimbulkan pertengkaran diantara pasangan, lalu berakibat perpisahan. Atau mengenai berita tsunami yang belum tentu benar, bisa saja menimbulkan kepanikan yang justru akan membuat bencana lain, padahal tsunami itu sendiri belum tentu muncul sesuai berita yang tersebar. Lalu mengenai saham yang dikatakan akan turun dratis, bisa saja menyebabkan orang-orang jadi panic selling, dan akhirnya mengalami banyak kerugian.

Ada berbagai macam berita yang belum tentu benar, yang akhirnya menyebabkan berbagai macam kerugian bagi banyak orang. Dan sayangnya sulit bagi kita menghindari munculnya berita-berita yang belum tentu benar itu. Masalahnya lagi, kita juga tidak tahu apakah harus mempercayai atau tidak mempercayainya.

Berbagai media komunikasi yang cukup canggih saat ini bisa membuat kita segera mengetahui kebenaran suatu berita. Tetapi kadangkala kita masih juga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu, tidak semua orang bisa menggunakan dan memiliki media komunikasi yang canggih itu. Akhirnya semua jadi serba salah.

Tetapi satu hal ketika kita mendekat kepada Tuhan, maka kita bisa mempercayai satu-satunya sumber informasi yang paling tepat, sumber penghibur, berserta jalan keluar dari semua masalah yang ada.

Saya ingat perkataan ibu Meliani Buana Rim disuatu acara retreat dancer beberapa tahun yang lalu. Dia berkata bahwa hubungan kita dengan Tuhan seharusnya seperti dua telapak tangan yang bersatu seperti ketika kita hendak berdoa. Seolah-olah tangan kanan kita ini Tuhan dan tangan kiri itu kita. Dan ketika kita benar-benar menyatu kepada Tuhan, maka ada angin ribut, atau hal apa pun yang terjadi disekeliling kita akan merasa aman dalam naunganNya.

Sepertinya tips ini menjadi sesuatu hal yang sudah bisa ditebak atau sudah lama kita tahu. Tetapi realitanya ketika kita mendengar berita-berita yang tersebar, khususnya jika itu berita buruk, maka yang terjadi justru kita menjadi panik kemudian berakhir dengan keputusan yang salah.

Firman Tuhan berkata “didalam tinggal tenang, maka disitu terletak kekuatanmu”. Ketika kita mendengar suatu kabar yang buruk dan menjadi panik, maka kita akan menjadi sedih, kecewa, marah, dan lemah, tetapi sesuai dengan perkataan Firman Tuhan, ketika kita tenang, maka kita akan kuat.

Selain itu, ada lagi dikatakan “jadilah tenang agar kamu bisa berdoa”. Ketika kita menjadi tenang dan menjadi kuat, maka akhirnya kita bisa berpikir untuk langkah selanjutnya dan yang terpenting kita bisa berdoa untuk bersyukur atau bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan.

Berita buruk atau berita baik boleh datang silih berganti tanpa mengenal waktu, tetapi dengan kita melekat kepada Tuhan dan merenungkan FirmanNYA, maka kita bisa menjadi seorang yang lebih bijaksana dalam bersikap dan selalu aman dalam lindunganNYA.

Tuhan memberkati.

One thought on “Issue

  1. Amien.

    sering saya lupa klo segala sesuatu diciptakan utk Dia. Tidak ada seorang/apa pun yg bisa menggoyahkan sang Gunung batu. Dan saat saya dalam rencanaNya… saya tinggal di dalam unsinkable ship😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s