Pertanyaan


Dahulu, ketika saya masih ada dalam bangku sekolah, setiap kali bapak atau ibu guru menjelaskan suatu pelajaran, maka mereka pasti akan bertanya kepada para murid “apa ada pertanyaan?”. Seringkali yang saya temui didalam kelas saya, jarang sekali teman-teman saya atau pun saya sendiri bertanya. Kalau pun ada pertanyaan itu pasti muncul dari seorang teman yang kami anggap pintar karena hasil tes nya selalu bagus.

Sampai suatu ketika saya ingat seorang guru berkata kepada kami “jika kalian mempunyai pertanyaan, maka itu artinya otak kalian jalan dan kalian benar-benar ingin mengetahui lebih lagi pelajaran yang saya jelaskan ini”. Perkataan tersebut muncul karena setiap kali guru itu menjelaskan, tidak ada seorang pun diantara kami yang mempunyai pertanyaan, rupanya guru itu merasa murid-muridnya mungkin saja tidak menyimak.

Saya pikir-pikir, apa yang dikatakan guru tersebut ada benarnya juga. Pertanyaan akan timbul jika seseorang ingin tahu, entah hanya untuk tujuan memancing lawan bicara atau benar-benar untuk belajar sesuatu yang bermanfaat. Jika ada seseorang yang bertanya dengan alasan dia tidak ada tujuan apa-apa, maka sebenarnya seseorang itu hanya menggunakan hal itu sebagai alasan untuk menutupi tujuan sebenarnya.

Misalkan saja seseorang bernama Tommy menceritakan sesuatu hal kepada Thomas, lalu Tommy berkata “tolong jangan diinformasikan kepada orang lain yah”. Tiba-tiba Thomas mengetahui seseorang yang lain ternyata mengetahui cerita Tommy itu. Maka Thomas bertanya pada Tommy “apakah kamu cerita kepada seseorang yang lain juga?”. Tommy pun menjawab “iya, kenapa?”, Thomas menjawab: “tidak apa-apa”. Maka jawaban Thomas itu bukanlah jawaban yang sebenarnya. Thomas mungkin saja merasa tidak terima dengan persyataan Tommy, atau Thomas sebenarnya ingin bisa bercerita kepada orang lain lagi, atau hal lain lagi. Pastinya pertanyaan itu timbul dengan suatu alasan. Padahal, kalau pun Tommy cerita kepada orang lain, pasti dia punya alasannya sendiri dan bukan hak Thomas untuk mempertanyakan hal itu kepada Tommy.

Pada waktu saya bersekolah, saya merasa seseorang yang bertanya itu pasti karena dia pintar dan dia benar-benar ingin belajar lebih lagi mengenai sesuatu. Tetapi ternyata tidak semua pertanyaan itu timbul karena seseorang ingin belajar sesuatu. Seringkali ditemui orang membuat pertanyaan ternyata untuk ‘menjebak’ lawan bicaranya atau untuk menjadi bahan pembicaraannya dengan orang lain.

Seperti orang Farisi didalam Firman Tuhan diceritakan bahwa mereka sering mengajukan pertanyaan kepada Tuhan Yesus, tetapi ternyata bertujuan untuk menjebak Tuhan Yesus, padahal mereka sudah mengetahui jawabannya.

Di sekitar kita, memang ada orang-orang yang suka sekali bertanya, entah dengan tujuan agar terlihat pandai, atau bertujuan ingin belajar tentang sesuatu, atau yang buruknya lagi, pertanyaan itu timbul hanya untuk sekedar ingin tahu, atau hanya untuk menjebak.

Jika pertanyaan itu timbul karena benar-benar ingin belajar tentang sesuatu atau untuk sesuatu yang baik, misalnya untuk menyelesaikan masalah lalu kita bertanya, maka hal itu baik. Tetapi jika pertanyaan itu timbul hanya untuk sekedar ingin tahu kemudian dijadikan sebagai bahan pembicaraan atau hanya untuk menjebak lawan bicara, maka cobalah untuk menahan diri karena ternyata pertanyaan itu timbul dari niat hati.

Bertanya itu tidak dosa, tetapi niat hati yang mendasari pertanyaan kita itulah yang mempunyai nilai baik atau buruknya. Jika pertanyaan itu hanya untuk suatu kejahatan maka hal itu pun tidak berkenan dihadapanNYA.

Jika kita mengerti bahwa kita harus berhati-hati dengan apa yang keluar dari bibir lidah kita, dalam arti kita harus berhati-hati dalam setiap apa yang kita katakan, maka dalam hal bertanya pun, kita juga harus belajar untuk berhati-hati dan menahan diri dari segala pertanyaan yang sebenarnya jawabannya itu pun tidak perlu untuk kita ketahui.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s