Cemooh Yang Tak Seharusnya


Kisah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak, sebut saja si kakak dan si adik. Didalam keluarga ini ternyata ada sebuah kemelut yang sulit untuk diselesaikan karena si ayah dan si ibu hidup dengan saling menuntut, tentunya, kedua anaknya pun menerima akibat dari perselisihan kedua orang tuanya.

Suatu hari seperti biasa mereka sekeluarga bersama-sama sedang menonton televisi. Tiba-tiba si ayah masuk kedalam kamarnya, mengambil sesuatu, kemudian keluar dan ternyata si ayah membawa alkitab yang sudah dibukanya, lalu meminta si adik membaca dengan keras ayat dalam Firman Tuhan yang berbunyi “lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar” (Amsal 21:9), dengan tujuan untuk menyindir istrinya yang menurut dia sangat cerewet dan suka mengajaknya bertengkar. Padahal pada waktu itu suasana rumah sedang damai dan tidak ada masalah.

Si istri terkejut melihat perlakuan suaminya itu dan didalam hatinya dia merasa tidak bersalah karena selama ini dia hanya berusaha untuk memberikan pendapatnya ketika suaminya menceritakan atau menanyai pendapatnya mengenai suatu masalah. Tetapi karena si suami merasa pendapat si istri tidak sesuai dengan harapannya, maka dia menjadi marah, merasa istrinya sangat cerewet, dan timbullah pertengkaran diantara mereka.

Hari berganti hari, si istri merasa suaminya selalu ke gereja dan memberitakan injil dimana-mana, tetapi di rumah suaminya itu tidak pernah mengasihinya, selalu mencurigainya, dan selalu membacakan apa yang tertulis didalam firman mengenai tugas seorang istri tetapi ketika firman itu berkata untuk si suami, maka firman itu diabaikan atau diputarbalikkan oleh suaminya untuk kembali menyalahkan istrinya, maka akhirnya si istri memutuskan untuk tidak ke gereja karena hatinya terlalu sakit melihat perlakuan suaminya itu dan anak-anaknya pun akhirnya tidak mengenal dan sulit merasakan kasih Tuhan didalam hidup mereka.

Firman Tuhan didalam Amsal 9:12 tertulis “jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya”, maka sesuai firman tersebut, si suami pun akhirnya menanggung akibat orang-orang disekitarnya sulit untuk menghormatinya. Mungkin karena si suami menabur ‘cemooh’ terhadap istrinya, maka dia pun akhirnya tidak dihormati oleh orang-orang disekitarnya.

Cerita yang serupa kembali muncul, seseorang yang sering menyindir temannya dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Orang yang mendengar sindirannya itu mungkin mengganggap seseorang ini sangat rohani dan sungguh-sungguh didalam Tuhan. Padahal dia tidak tahu bahwa yang dilakukan seseorang ini sebenarnya melukai hati teman seseorang ini.

Mungkin selama ini, tanpa sadar atau dengan sengaja kita telah melukai hati orang lain dengan Firman Tuhan, walau pun mungkin kita berniat untuk menegur, tetapi jika kita menegur dengan hati yang marah, maka teguran itu berakibat sakit hati pada orang yang kita ‘tegur’.

Maka bisa kita bayangkan Firman Tuhan yang seharusnya untuk menasehati, menghibur, memberi kekuatan, dan menyatakan janji Tuhan bagi kita, kemudian tanpa sengaja atau dengan sengaja digunakan dengan tidak tepat pada waktunya oleh kita untuk menyakiti hati orang lain. Kesalahan kita tidak hanya pada orang yang kita sakiti itu tetapi sebenarnya juga kepada Tuhan.

Kita semua tahu bahwa penghakiman itu adalah hak Tuhan, tetapi ketika kita terus menggemakannya, seperti misalnya dalam kisah tersebut diatas, dengan membacakan Firman Tuhan terus menerus dengan tujuan untuk menyindir, yang kemudian akhirnya menyakiti hati orang lain, maka sebenarnya kita sudah mengambil alih penghakiman itu. Akibatnya, seperti kita melemparkan boomerang, kesalahan itu akan menjadi kesalahan kita.

Biarlah Firman Tuhan itu benar-benar menjadi kebenaran didalam hidup kita, bertumbuh didalam hidup kita, dan menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s