Dengarlah Jeritan Hati Mereka!


Sebuah kelompok Event Organizer yang sering kita singkat namanya menjadi EO di sebuah perusahaan, sedang mendapatkan tugas untuk tiga buah acara besar, yang pertama diadakan oleh perusahaannya sendiri dan yang dua lagi diadakan oleh perusahaan lain.

Pada umumnya, jika perusahaan sendiri hendak mengadakan acara, maka sudah seharusnya mereka memberikan konsentrasinya lebih banyak kepada perusahaannya sendiri. Tetapi bukan berarti perusahaan lain yang meminta bantuan mereka diabaikan. Semuanya harus dilakukan secara professional dan sebaik-baiknya, jangan sampai perusahaan sendiri terabaikan dan perusahaan lain acaranya jauh lebih baik atau sebaliknya perusahaan sendiri menjadi sangat bagus dan perusahaan lain akhirnya mendapatkan hasil yang mengecewakan.

Kali ini ada sebuah masalah yang terjadi, justru pemimpin yang ada didalam perusahaan yang memiliki Event Organizer itu lebih berfokus kepada acara yang di selenggarakan oleh perusahaan lain. Semua acara yang hendak dibuat didalam perusahaannya sendiri tidak dipikirkannya dan dibiarkan anak buahnya berpikir sendiri. Parahnya lagi, justru si pemimpin itu lebih mempromosikan acara yang di selenggarakan oleh perusahaan yang lain itu.

Sikap pimpinan itu menimbulkan sakit hati yang luar biasa didalam hati anak buahnya. Seolah-olah pimpinan mereka itu sama sekali tidak peduli pada event yang tak kalah pentingnya yang diadakan oleh perusahaannya sendiri. Dan sikap amarah yang ditunjukkan oleh anak buahnya itu pun dianggap remeh oleh si pemimpin.

Sisi positifnya, ada kemungkinan si pemimpin mempunyai pikiran dan hati yang percaya bahwa anak buahnya pasti bisa menyelenggarakan acara untuk perusahaannya dengan sebaik-baiknya, tetapi yang pasti sikap pimpinan itu sudah sangat mengecewakan banyak orang yang ada didalam perusahaan tersebut karena sikap yang tidak bijaksana dari seorang pemimpin itulah yang selalu dilihat oleh anak buahnya. Tidak adanya penjelasan mengenai hal ini dari si pemimpin semakin membuat semua anak buahnya berpikir negatif dan sangat kecewa.

Apakah anda seorang pemimpin? Sebutan untuk seorang pemimpin tidak hanya untuk orang yang bekerja didalam sebuah perusahaan saja, tetapi didalam keluarga, sebagai kepala keluarga atau didalam gereja sebagai ketua persekutuan pemuda misalnya, dimana pun kita berada dan selama kita menjadi pemimpin baik dalam kelompok kecil mau pun kelompok besar, maka kita adalah seorang pemimpin.

Tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin, dia harus bisa menjaga hidupnya, perkataannya, dan tingkah lakunya agar dia ‘layak’ dihormati oleh anggotanya. Menjadi seorang pemimpin tidak perlu ditakuti oleh anggotanya atau menjadi seorang yang keras walau pun kekerasan itu demi agar dia tak berkompromi, sampai akhirnya dibenci oleh para anggotanya, tetapi yang paling penting menjadi seorang pemimpin dia harus bisa disegani dan menjadi panutan atau contoh yang baik bagi semua anggotanya.

Percuma saja jika seorang pemimpin itu ditakuti oleh semua orang tetapi semua orang tidak sedikit pun menaruh rasa hormat didalam hatinya, dan percuma saja jika seorang pemimpin itu terlalu tegas walau pun tujuannya baik yaitu untuk tidak berkompromi terhadap kesalahan atau dosa apa pun, tetapi para anggotanya tidak pernah melihat sesuatu yang baik, yang bisa dijadikan contoh oleh mereka.

Pemimpin itu akan selalu diharapkan bisa mengayomi para anggotanya, percuma saja jika para pemimpin mempunyai hidup yang tegar, tidak cengeng, tetapi hanya bisa mengayomi para anggota yang mampu mengambil hatinya saja (tidak bijak). Seorang pemimpin yang baik seharusnya bisa mengayomi dan membela semua anggotanya, baik anggota yang kaya mau pun yang miskin, atau anggota yang dekat dengannya atau pun yang tidak dekat.

Pemimpin juga manusia…pemimpin bisa salah…pemimpin bisa lupa…pemimpin bisa sakit…pemimpin sangat bisa tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan semua anggotanya, tetapi paling tidak pemimpin bisa belajar untuk bisa bersikap lebih bijaksana dan mau berusaha untuk mendengar jeritan hati para anggotanya, serta bersedia minta maaf.

Seperti kisah tersebut diatas, sungguh tidak menyenangkan jika seorang pemimpin lebih memperhatikan dan mempromosikan semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan lain.

Jika anda seorang pemimpin, cobalah periksa kebenarannya, apakah anda sudah melukai hati banyak orang yang menjadi anggotamu dan sudah bersikap semena-mena selama ini? Apakah perkataan dan tingkah lakumu sudah menyakiti hati kebanyakan dari para anggotamu? Karena sebenarnya diatas pemimpin masih ada Tuhan yang tidak pernah mengabaikan setiap tetes air mata, karena hati orang-orang yang menangis itu menjerit kepada Tuhan, apalagi jika mereka mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari para pemimpinnya.

Kita semua harus menyadari bahwa seorang pemimpin masih manusia dan dia bisa melakukan kesalahan, maka tidak ada salahnya jika seorang pemimpin mau mengkoreksi dirinya dan mau meminta maaf kepada para anggotanya atas semua kesalahannya.

Kesepakatan yang diadakan oleh para pemimpin bersama para anggotanya, akan menimbulkan kesatuan hati dan kesuksesan. Tetapi ketika kesepakatan itu dibuat sebagai sekedar perintah yang belum tentu disepakati oleh para anggotanya, maka hasilnya sebagian besar hanya akan menimbulkan sakit hati dan kepahitan.

Dan biarlah kita bersama-sama mengusahakan kesatuan hati, didalam keluarga, gereja, dan tempat pekerjaan jika hal itu bisa kita lakukan dan menjadi wewenang kita, agar kasih karunia Tuhan turun atas kita semua.

Tuhan memberkati.

2 thoughts on “Dengarlah Jeritan Hati Mereka!

  1. Setujuu! Sebuah tantangan tersendiri buat jadi pemimpin yang baik..perlu ada post tentang jadi “anggota team” yang baek juga nih, soalnya nga smua pemimpin baek to..gmn caranya biar kita bisa bikin pemimpin kita jd lebih baek🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s