Pekerjaan Tuhan Itu Sempurna


Dalam suatu ruang keluarga, terdengan perbincangan, Michel berkata “Vale itu orang tuanya kaya raya, semua yang dibutuhkan mereka seperti peralatan untuk olah raga dan permainan untuk anak-anaknya tersedia dirumahnya, tetapi sayangnya kedua orang tuanya itu mendidik anak-anaknya dengan cara diktaktor, dilarang begini dan dilarang begitu”.

Kemudian kakak Michel bernama Ray menjawab “jika kedua orang tua Vale tidak diktaktor maka Vale tidak akan pernah menjadi kekasih hatimu”. Jawaban Ray sepertinya bercanda, sehingga meski pun mungkin mereka semua tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Ray, terdengarlah gelak tawa dalam ruang keluarga yang tidak terlalu besar itu.

Tak lama kekasih Ray bernama Sara pun menyahut Ray “demikian pula saya, jika tidak ada masalah didalam keluarga saya, mungkin saya tidak akan bersama denganmu saat ini dan saya akan menjadi seorang yang tidak kenal Tuhan, sebaliknya jika kamu Ray, tidak seperti saat ini, mungkin kamu juga tidak akan pernah bertemu dengan saya, lalu kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dengan kita berdua dan kesulitan apalagi yang akan  kita alami”.

Awalnya orang tua Ray merasa tersinggung dengan jawaban Sara, dikira mereka Sara merendahkan keluarga Ray dengan berkata bahwa keluarga Sara bermasalah barulah Sara mau dengan Ray. Tetapi setelah mereka merenungkan sejenak apa yang dikatakan oleh Sara, akhirnya mereka mengerti bahwa maksud Sara sama sekali bukan untuk merendahkan keluarga Ray melainkan maksud Sara ingin membuka pikiran mereka bahwa semua yang terjadi itu adalah yang terbaik. Apapun hal buruk didalam keluarga atau dalam perjalanan hidup mereka, ternyata pada akhirnya mempersatukan Ray dan Sara juga. Dan bersatunya Ray dan Sara itu bukan sesuatu hal yang buruk, melainkan justru untuk menggenapi kehendak Tuhan.

Seringkali ketika kita mengalami suatu masalah atau mendapatkan suatu hal yang buruk kemudian berkata “andaikan saya dulu begini pasti yang terjadi lain”. Padahal percaya atau tidak, segala sesuatu yang ada didunia ini tidak ada satu pun yang kebetulan. Mengapa kita dulu tidak berjalan pada arah yang ‘seharusnya’ menurut kita? Karena Tuhan memang mengarahkan langkah kita kepada arah yang lain, yang pada akhirnya arah itulah yang membuat kita sampai kepada tujuanNYA.

Suatu hari seorang teman bertanya kepada saya, “apakah sebenarnya didalam hidup ini semuanya adalah pilihan? Kalau memang pilihan, lalu kenapa saya sering menerima segala sesuatu yang bukan pilihan saya? Bukankah sering orang berkata bahwa Tuhan itu baik dan selalu mengijinkan kita untuk memilih?”.

Dulu saya sering mempertanyakan hal itu kepada Tuhan dan akhirnya saya mengerti bahwa didalam hidup ini Tuhan mengijinkan kita untuk menentukan pilihan, tetapi dengan kedaulatanNYA, Tuhan ‘mengarahkan’ kita pada pilihan yang sesuai dengan kehendakNYA, agar hidup kita benar-benar sesuai dengan kehendakNYA.

Jadi dengan pernyataan tersebut apakah berarti dalam setiap kejahatan kita itu Tuhan juga yang menentukan? Jawabannya adalah kejahatan itu tidak berasal dari Tuhan. Memang benar bahwa Tuhan itu yang mengarahkan langkah kaki kita, tetapi jika kita sudah mengenal Tuhan berarti kita juga mengenal kebenaran Firman Tuhan, maka kalau kita sampai berbuat sesuatu hal yang jahat, itu berarti keputusan kita sendiri untuk tidak taat pada kebenaran Firman Tuhan dan tentunya tidak atas persetujuan Tuhan.

Tetapi selain itu, dalam segala hal Tuhan mengijinkan terjadi karena Tuhan punya rencana dibalik semua itu. Jadi jika kita berbuat jahat, maka mungkin saja dari kejahatan kita itu Tuhan ingin memberikan suatu pelajaran pada diri kita dan orang lain untuk tidak melakukan apa yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Karena walau pun demikian, dalam setiap kejahatan tentu ada hukumannya dan itu pasti bagi kita yang telah berbuat sesuatu yang jahat maka hukuman itu harus kita terima.

Jadi, dalam segala hal yang sudah terjadi didalam perjalanan hidup kita, baik itu hal yang baik mau pun hal yang buruk, maka didalamnya pasti ada kedaulatan Tuhan dan tidak ada satu pun yang kebetulan. Mungkin kelihatannya rumit dan kacau, bagi kita orang-orang yang percaya pada Tuhan, percayalah bahwa pekerjaan Tuhan itu sempurna.

Tuhan memberkati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s