Do the best and GOD will do the rest


Seorang karyawan berada pada posisi staff biasa, baru bekerja selama setahun, dia sudah dipercaya oleh pimpinan pada perusahaan itu untuk menjadi seorang supervisor. Sebagai supervisor, dia tidak lagi bisa bekerja pada jam kerja normal (jam kerja pagi sampai sore hari), jadi dia harus bekerja dengan system jam kerja shift (kadang-kadang masuk siang hari dan pulang malam hari).

Kondisi yang sangat tidak nyaman dan tidak menyenangkan, tetapi dia bertekad untuk melakukan apa yang sudah dipercayakan padanya. Walau pun dengan berat hati pada awalnya, dia pun terus melakukan yang terbaik dengan hati yang tulus.

Waktu terus berjalan, tak terasa hampir setahun kemudian dia bertemu dengan salah satu pemilik perusahaan tempat dia bekerja. Dilihatnya oleh pemilik perusahaan tersebut bahwa dia seharusnya bisa melakukan lebih daripada yang dia lakukan sekarang, akhirnya diputuskan agar dia mempelajari berbagai hal disemua department yang ada didalam perusahaan tersebut.

Pemilik perusahaan hendak menjadikannya seorang pemimpin di perusahaan yang baru yang hendak dibangunnya. Walau pun belum mengetahui kejelasannya, seperti biasa dia selalu melakukan yang terbaik, belajar dengan sungguh-sungguh disemua department dan melakukan semuanya dengan setulus hatinya.

Setelah beberapa bulan dia menyelesaikan tugasnya, dia diminta oleh pimpinan perusahaan untuk menggantikan posisi manager yang sedang melakukan tugasnya diluar kota. Suatu keputusan yang jarang terjadi, dia sebagai seorang bawahan tetapi diminta untuk menggantikan posisi atasannya selama atasannya melakukan tugas yang lain. Dan bukannya bertambah menyenangkan tetapi mulai dari jam kerja dan tanggung jawabnya pun lebih berat, tetapi sekali lagi dia melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Mungkin posisi dia yang sebenarnya atau yang dijanjikan oleh pemilik perusahaan sebagai pimpinan itu belum terwujud nyata dan jelas, tetapi dia selalu melakukan yang terbaik.

Kisah sebaliknya yang dialami oleh temannya. Selama bertahun-tahun temannya ini bekerja di posisi yang sama dan tidak pernah ada peningkatan kecuali kenaikan gaji rutin tiap tahunnya. Temannya tidak melakukan kesalahan apa pun, dia pun bukan orang yang malas. Bedanya, temannya ini hanya mau melakukan apa yang menjadi tugasnya saja, kadang-kadang menolong rekan kerjanya tetapi hanya sebatas pertolongan ketika dia sedang menunggu waktu untuk melakukan tugas berikutnya. Keinginan untuk meningkat itu ada dan dia pun bukannya tidak mencari, tetapi selama perjalanan kehidupan kerjanya, dia enggan melakukan hal-hal yang lebih berat dari tugas-tugasnya selama ini.

Dari dua kisah tersebut diatas, kita bisa membedakan dan mengerti mengapa seseorang itu bisa sukses walau pun dia memulai karirnya dari nol dan bukan karena orang tuanya kaya sehingga bisa meneruskan usaha keluarganya. Ada usaha yang lebih dari yang bisa dilakukannya dan apa pun yang diperintahkan untuknya, diusahakannya untuk selalu dikerjakan dengan sebaik-baiknya dengan hati yang tulus.

Ada pengorbanan…ada ketulusan hati…lakukan dengan setia dan dengan segala kerendahan hati setiap pekerjaan yang diijinkan untuk kau lakukan, itulah resep untuk menjadi seorang yang sukses.

Seringkali kita berkata pada Tuhan atau pada teman kita: lakukan yang terbaik apa yang menjadi bagianmu dan biar Tuhan yang melakukan bagianNYA untuk memberkati kita. Sehingga seringkali kita berpikir bahwa kita sudah melakukan semua tugas yang diberikan pada kita dengan sangat baik, tetapi kita lupa bahwa kita seringkali menolak melakukan pekerjaan yang bukan tugas kita hanya karena kita tidak mau repot.

Tuhan memberkati ketika DIA melihat kita mau berusaha dan sudah melakukan tugas yang ada pada kita dengan sebaik-baiknya. Selama kita setia, maka DIA tidak akan tutup mata untuk memberkati kita, apalagi jika dilihatNYA kita memang membutuhkannya. Tetapi DIA pun tidak akan segan-segan untuk bersikap acuh pada kita walau pun kita membutuhkan jika kita tidak benar-benar berusaha.

Melalui artikel ini, saya ingin berkata bahwa masa depan itu ada walau pun kita belum melihanya sekarang dan Tuhan akan memberkati kita sesuai dengan apa yang dilihatNYA dari hati kita, dan yang terpenting lagi bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Mungkin kita berpikir bahwa tempat kita bekerja ini kurang baik, tapi belum tentu Tuhan berpendapat hal yang sama. Dan perlu kita ingat bahwa ambisi yang mengakibatkan keserakahan pada harta tidak akan membuat kita menjadi kaya, justru sebaliknya, kita akan menjadi sangat miskin, karena Tuhan tidak berkenan pada orang yang serakah.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s