Brick Breaker


Brick Breaker adalah suatu permainan yang ada didalam fasilitas blackberry. Dalam permainan ini kita harus menahan bola dengan sebuah papan yang bisa digerak-gerakkan kekanan dan kekiri agar tidak jatuh dan mengarahkan bola tersebut untuk menghilangkan beberapa balok yang bentuknya seperti batu bata kecil yang ada diatasnya.

Ketika bola itu mengenai balok-balok yang ada, maka kadangkala ada beberapa bonus yang diberikan, seperti misalnya “long” dan jika kita mendapatkannya maka papan penahan bola kita akan menjadi lebih panjang, ada lagi “multi” maka bola kita akan berubah menjadi empat buah bola, ada lainnya “laser”, sehingga papan penahan bola kita diperlengkapi dengan laser yang bisa membuat kita lebih cepat menembaki balok-balok diatasnya, dan bonus lainnya lagi seperti “bom”, “gun”, dan “life” untuk menambahkan ‘nyawa’ dalam permainan itu.

Sampai suatu ketika saya bermain di waktu luang, saya mendapatkan suatu pengertian bahwa dalam permainan apa pun itu seringkali kita mengharapkan bonuslife” (jika ada) untuk menambahkan ‘nyawa’ kita sehingga kita dapat lebih lama bermain dan mendapatkan angka yang semaksimal mungkin.

Dengan memiliki banyak ‘nyawa’ maka kita akan merasa ‘aman’, karena paling tidak kalau kita mengalami kegagalan, masih ada ‘nyawa’ lain yang kita miliki. Dalam permainan, adalah hal yang wajar jika kita mengharapkan bonus-bonus untuk memenangkannya, sayangnya ada kalanya ketika kita hendak mengambil atau mementingkan bonus itu, justru ada kesalahan yang menyebabkan kita ‘mati’, jadi pertanyaannya adalah “mengapa kita tidak berusaha bermain dengan baik agar kita tidak gagal dan dapat memenangkan pertandingan itu?”.

Jika dikaitkan dengan kehidupan kita, maka kita akan mengerti bahwa seringkali kita berharap untuk berumur panjang, atau dalam pekerjaan kita berharap bisa segera mendapatkan peningkatan, atau dalam keseharian kita selalu berdoa untuk dibukakan pintu rejeki, dan mengapa kita tidak pernah berusaha atau berpikir “yang penting hari ini saya bisa hidup baik dan memberkati orang-orang yang akan bertemu dengan saya”?

Sangat wajar jika kita mengharapkan ‘bonus-bonus’ kehidupan yang diberikan oleh Tuhan dan sesama, tetapi yang jadi masalah orang selalu menginginkan yang terbaik dan mengharapkan yang terbaik tetapi dengan cara-cara yang tidak baik. Misalnya saja sebagai pemilik perusahaan meubel ingin menghasilkan kayu lebih banyak dan bagus agar produksinya menjadi yang terbaik, lalu tidak peduli lagi apakah pohon itu boleh ditebang, langsung saja pilih pohon yang bagus dan ditebang, akibatnya terjadi tanah longsor dan banjir. Contoh lagi seorang anggota yang melakukan pendekatan (menjilat) atasannya agar mendapatkan berbagai kemudahan atau peningkatan dengan cepat, atau hidup berfoya-foya dan makan sembarangan padahal untuk sehari-hari uang sudah tidak ada dan kalau sudah sakit, berteriak-teriak minta pertolongan Tuhan agar cepat sembuh.

Mengapa kita tidak berusaha untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan serius jika kita mengharapkan peningkatan? Mengapa untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri kita tidak peduli lagi pada pihak-pihak yang dirugikan (menjadi egois)? Mengapa kita harus berfoya-foya untuk menunjukkan bahwa kita kaya tetapi kenyataannya kita kekurangan? Mengapa kita tidak menjaga makanan yang kita makan jika kita ingin hidup sehat?

Itulah yang terjadi, seringkali yang kita pikirkan “yang penting untung…yang penting enak…masalah akibat…berdoa saja supaya diluputkan dari yang jahat atau dipikirkan nanti sajalah

Firman Tuhan berkata bahwa kesusahan orang benar itu sangat banyak. Kita ingin berjalan lurus tetapi yang terjadi justru kita di fitnah misalnya. Tetapi kita jangan lupa bahwa Tuhan menyertai kita dengan caraNYA yang sempurna. Jadi jika kita mau hidup benar, memang kesusahan yang akan kita terima (harus menahan diri untuk tidak selalu makan enak atau mungkin harus memikirkan kepentingan orang lain juga agar setiap keuntungan yang kita terima tidak sampai merugikan pihak-pihak lain, dan bekerja dengan baik, bukannya mencari muka pada atasan), tetapi ketika kita mengusahakan segala yang terbaik bukan bermaksud untuk kepentingan diri sendiri, maka “bonus-bonus” didalam hidup ini akan diberikanNYA, bahkan melebihi dari apa yang kita pikirkan.

Jaman sekarang semakin tampak bedanya orang yang hidupnya sungguh-sungguh didalam Tuhan dan orang yang tidak sungguh-sungguh. Waktu Tuhan datang tidak ada yang pernah tahu. Tetapi ketika waktu itu datang, maka sudah tidak ada kesempatan lagi untuk kita memperbaiki yang salah. Jika kita inginkan mahkota kehidupan yang kekal ketika Tuhan datang nanti, maka saat ini adalah waktunya untuk hidup benar.

Dan selama kita masih hidup dimuka bumi ini, maka kita memang perlu mengusahakan semua “bonus” untuk kehidupan kita. Kita boleh mengejarnya karena Tuhan suka anak-anakNYA diberkati, tetapi dengan cara yang sebaik-baiknya, bekerja sebaik-baiknya yang kita bisa, makanlah yang sehat agar tubuh kita sehat, dan berbuat baiklah kepada sesama dan jangan menunda-nunda untuk memberikan kebaikan itu (Kitab Amsal). Pada waktuNYA nanti “bonus” yang kita usahakan dan yang kita harapkan itu pasti akan diberikan oleh Tuhan bagi kita semua sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing dan hanya untuk kemuliaanNYA.

Tuhan memberkati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s