Sudut Pandang Fotografer


Suatu hari seseorang (si object foto) minta difotokan seorang temannya yang pandai mem-foto (photographer) untuk acara ulang tahunnya. Maklum saja, jaman sekarang hari ulang tahun bisa dibuat foto seperti foto-foto pre-wedding. Seseorang yang menjadi object foto ini tidak mempunyai cukup budget sehingga dia minta tolong temannya yang pandai foto itu.

Dan karena dia (di object) bukan anak yang pandai berdandan, jadi dia hanya mengenakan pakaian yang dia punya tanpa berpikir apakah cocok dengan latar belakang pemandangan foto tersebut.

Si photografer ini tidak complain dengan pakaian yang dikenakan, tetapi sebenarnya si photografer ini sudah menganjurkan pakaian apa yang cocok. Sayangnya si object foto ini ‘mengabaikan’ anjuran tersebut karena dia tidak mengerti.

Setelah usai aksi pemotretan, si object foto ini melihat-lihat beberapa hasil foto milik teman sekolahnya. Dan bagi dia, punya teman-temannya sangat jauh lebih bagus dan menarik. Baju-baju yang digunakan pun sangat pas dengan tema atau pemandangan yang menjadi background nya.

Beberapa hari dia merasa sangat sedih karena dia sangat menyesal tidak patuh dengan temannya yang photographer itu untuk mengenakan pakaian sesuai anjurannya. Padahal walau pun sulit seharusnya dia masih bisa mengusakan.

Sampai tibalah harinya menerima hasil pemotretannya. Dan ternyata dia sungguh terkejut, hasilnya benar-benar tidak mengecewakan dan tidak kalah bagusnya dengan teman-teman di sekolahnya.

Sang photografer itu hanya berkata bahwa sebenarnya semua object itu walau pun terlihat jelek atau kurang bagus tapi jika kita bisa berada pada posisi yang benar dan bisa melihat dari sudut pandang yang bagus, maka hasil fotonya pun akan menjadi bagus.

Cerita tersebut adalah cerita yang sudah direkayasa tetapi diangkat dari kejadian yang nyata. Dan dari pernyataan photographer tersebut, akhirnya timbul ide menulis artikel ini.

Pernakah kita mengalami berbagai hal buruk dalam kehidupan kita? Rasanya dunia terasa kelam kelabu dan semua tiada artinya. Masa depan terlihat sangat hitam kelam sehingga tak dapat kita melihat segala yang baik lagi.

Atau pernakah kita membandingkan diri kita dengan orang lain? Tampaknya orang lain itu selalu enak hidupnya, baik, dan selalu tercukupi. Sedangkan kita selalu kekurangan, memiliki banyak hutang, dan wajah pas-pasan, tidak ganteng atau tidak cantik.

Pada saat-saat kelam kelabu dan pada saat kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain yang menurut kita sangat jauh lebih baik dibanding kita, maka pada saat itu, rasanya sulit mencari sudut pandang yang baik itu di sebelah mana?

Photografer kita yang Maha Kuasa itu selalu bisa melihat kita dari sudut pandangNYA yang luar biasa sehingga DIA selalu menganggap kita ini luar biasa dan benar-benar DIA mengasihi kita. Apa pun hal buruk yang diketahuiNYA tentang kita, tetapi DIA akan menguasahakan untuk menjadikan segalanya itu bisa diambil dari sudut pandang yang baik agar terlihat baik dan sempurna.

Seringkali kita akhirnya mengundurkan diri dari jangkauanNYA dan ingin hidup tidak bermasalah, sehingga kita murtad dan tidak ingin dekat denganNYA. Hei..lihatlah dirimu… ada sisi-sisi yang sangat indah, yang mungkin belum kau bisa lihat sekarang atau mungkin kau tidak tahu bagaimana nantinya akan terjadi, sisi-sisi hidupmu yang hancur lebur itu akan dibuatNYA menjadi sangat indah dan ‘enak’ dilihat.

Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan memakai orang untuk memberitakan injil kepada orang yang belum mengenal injil dan kita tidak pernah tahu bagaimana cara seseorang bisa mendekati Tuhan (bersaat teduh). Tidak semua orang mempunyai cara yang sama. Tetapi karena Tuhan bisa melihat kita dari sudut pandang sebagai Photografer yang sempurna didalam hidup kita, maka DIA bisa menerima dan bisa merasakan bahwa setiap hal yang diusahakan didalam hidup mereka itu indah dihadapanNYA.

Oleh karena itu, jangan kita menghakimi orang lain karena engkau tidak pernah tahu seberapa besar perkenanan Tuhan atas hidup orang lain itu. Gunakan sudut pandang yang benar agar kita bisa melihat sisi-sisi yang baik dari hal-hal yang ada di sekitar kita dan terhadap keadaan diri kita sendiri, agar pada akhirnya mulut kita bisa bersukacita memuji-muji kebesaran Tuhan.

Tuhan memberkati

**Inspired by: Stephanus Adrian and Erel Maatita

One thought on “Sudut Pandang Fotografer

  1. Good point of view..makes u realize that there’s another way we can see things that happen..Put your eyes align with what God see… Bless you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s