Setialah!


Seorang sahabat, pertama kali bertemu dengan saya sejak enam tahun yang lalu di tempat kerja saya yang lama, beberapa hari yang lalu sempat mengirimkan email kepada saya dan mengatakan bahwa dia akan berlibur ke Negara Kanguru, Australia, selama seminggu, sebagai reward atau hadiah yang diberikan oleh kantornya atas hasil kerjanya. Dia bercerita bahwa tahun 2010 ini, dia telah mendapatkan hadiah ke Hongkong dan yang kedua ke Australia.

Saya sangat gembira melihat dia akhirnya setelah sekian lama bekerja, bahkan dia bekerja beberapa tahun sebelum saya masuk ke kantor itu, akhirnya dia bisa mendapatkan reward atau hadiah atas hasil kerjanya.

Ketika pertama kali saya mengenal dia, saya tidak pernah melihat dia berhasil mencapai target walau pun dikantor saya tidak pernah melihat dia bercanda dengan rekan-rekannya. Dia tidak pernah mendapatkan hasil walau pun dia selalu telp atau visit customer, melakukan tugasnya dengan sangat baik sebagai marketing. Dia juga bukan anak orang yang tidak mampu, sehingga sasaran customer nya pun bukannya salah, tetapi kenyataannya dia sulit sekali mencapai target.

Tidak ada seorang atasan pun yang menghargainya. Tetapi dia tetap konsisten san setia melakukan tugasnya. Tidak pernah saya mendengar dia mengeluh. Dia juga selalu melayani semua customernya dengan sangat baik dan benar-benar memanfaatkan waktu kerjanya dengan sangat baik. Terhadap rekan kerja dia juga tidak pernah ada masalah. Bahkan ketika teman-temannya semua sudah pindah tempat kerja untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, dia tetap setia dan terus melakukan kerjanya dengan baik tanpa menurunkan semangatnya.

Dari keberhasilannya beberapa tahun terakhir ini, dia tidak pernah menyombongkan dirinya sedikit pun. Dia tetap konsisten dan setia melakukan semua pekerjaannya tanpa mengeluh. Sahabat saya ini benar-benar menginspirasi saya bahwa kesetiaan yang dilakukan dengan maksud dan hati yang tulus itu tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang buruk.

Ada kalanya kesetiaan itu menghasilkan suatu penghargaan, ada kalanya juga kesetiaan itu dapat mengubahkan hati yang keras menjadi hati yang mau terbuka dan lembut, ada kalanya kesetiaan itu memunculkan kasih, dan ada kalanya kesetiaan itu membawa suatu pertobatan. Kesetiaan yang didasari dengan hati yang tulus dan baik itu bisa mengubahkan sesuatu yang buruk menjadi baik.

Teladan yang paling sempurna adalah Tuhan Yesus. Mungkin kita pernah meragukanNYA, marah padaNYA, kecewa denganNYA, merasa tertipu olehNYA, atau merasa tidak memerlukanNYA. Tanpa kita sadari mungkin saja hal-hal yang buruk itu muncul dihati kita dan akhirnya kita menuduh Tuhan itu jahat, tidak adil, tidak sayang, dan sebagainya.

Coba bayangkan, betapa menyakitkan hati kita jika ada teman-teman kita yang menuduh kita telah melakukan hal buruk pada mereka padahal didalam hati kita tidak pernah merencanakan sesuatu yang buruk pada mereka. Sikap seseorang yang baik kemudian dituduh melakukan hal yang buruk yang tidak pernah dipikirkannya, maka bisa saja berubah menjadi buruk atau bisa juga menjadi sangat buruk.

Tetapi sikap Tuhan terhadap semua anak-anakNYA selalu memandang mereka itu dengan kasih, kasih yang selalu sama, tidak pernah berkurang sedikit pun. Tuhan juga tidak pernah kemudian merencakan yang buruk terhadap anak-anakNYA sekali pun anak-anakNYA itu telah berpaling daripadaNYA.

Itulah kesetiaan, tidak hanya sekedar tidak berpaling ke lain ‘hati’, tetapi melakukan segala sesuatu dengan kasih, dengan tanggung jawab, dan dengan hati yang benar-benar tulus.

Tuhan memberkati

**Inspired by Stephanie Castalie

One thought on “Setialah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s