Natal Yang Membawa Sukacita Dan Dukacita


Seumur hidup saya, Natal adalah hari yang paling membahagiakan dan yang paling saya nanti-natikan. Demikian juga bagi sebagian besar umat Kristen dan Katolik, Natal adalah hari yang special. Hari-hari mendekati hari Natal dan sesudahnya, kita bisa menikmati libur panjang, biasanya untuk negara-negara atau kota-kota tertentu, akan ada begitu banyak hiasan Natal dirumah-rumah dan di setiap mall, dan diputar lagu-lagu Natal juga, sehingga setiap kita yang mendengarnya, sudah menikmati nuansa hari Natal. Selain itu ada juga yang mempunyai kebiasaan membagi-bagikan hadiah, atau bertukar hadiah. Pada hari Natal biasanya digunakan sebagai kesempatan untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga atau orang-orang yang dikasihi.

Tetapi sudah dua tahun ini, selama dua kali hari Natal tiba, saya tidak dapat benar-benar menikmati Natal dengan suasana hati yang indah. Dua tahun yang lalu, dari awal bulan Desember sampai awal Januari, saya berada di Rumah Sakit bersama mami saya karena keadaannya yang memburuk.

Tahun lalu bagi saya juga bukanlah Natal yang indah, salah satunya karena sebagai tahun pertama saya merayakan Natal tanpa mami saya, orang tua yang sangat saya sayangi. Dan tahun ini saya pun belum tahu pasti apa yang akan terjadi, karena ada begitu banyak harapan dan doa yang belum terwujud.

Saya berpikir, mengapa Natal menjadi suatu acara yang sudah tidak saya nanti-nantikan lagi? Saya justru berharap agar waktu tidak cepat berlalu dan saya tidak perlu terlalu cepat berada di hari Natal. Saya jadi sulit bersyukur melihat berbagai hal baik yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup saya di sepanjang tahun karena sepertinya Tuhan meninggalkan dan jauh dari saya.

Natal bagi saya bukan sesuatu yang membahagiakan lagi, saya telah kehilangan dan jauh dari orang-orang yang saya kasihi. Saya tidak lagi menyukai hari Natal. Kemudian saya mulai membayangkan orang-orang yang tidak bisa merayakan Natal seperti yang mereka harapkan, mungkin ada rencana-rencana yang tiba-tiba berubah dan mungkin juga mereka tidak punya cukup uang untuk merayakan Natal bersama keluarga seperti keluarga-keluarga lain yang lebih mampu dari mereka.

Sebenarnya, jika saya mau melihat sesuatu dengan cara pandang yang lebih baik, maka saya akan bisa melihat bahwa saya cukup beruntung dan lebih baik dari sebagian orang di dunia ini. Lalu apakah saya tetap memutuskan untuk membuat Natal sebagai hari yang buruk dan tidak menyenangkan lagi?

Natal sebenarnya bukan soal hadiah, liburan, atau sekedar jawaban doa atas harapan kita selama sepanjang tahun itu, tetapi Natal adalah hari dimana kita memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus dibumi ini. Maka seharusnya kita lebih merenungkan makna kelahiran Tuhan Yesus lebih dari sekedar “kesenangan”nya.

Tuhan Yesus lahir di dunia, untuk menyelamatkan kita semua dan banyak hal baik yang selalu DIA berikan untuk kita, lalu sudahkah kita mempunyai sikap berterima kasih dan bersyukur atas semua pengorbanan dan kasihNYA pada kita? Seharusnya kita merenungkan kembali apakah hidup kita ini sudah menyukakan hatiNYA atau sebaliknya DIA tidak suka atas pujian penyembahan kita? Alangkah tidak pantas dan tidak adilnya jika kita hanya menanti-nantikan Natal untuk berpesta, bersenang-senang, dan selalu “menuntut” Tuhan atas jawaban doa kita, serta marah atau kecewa karena jawabanNYA tak datang juga.

Bukan berarti lalu kita berduka dan meratapi nasib, serta mengasihani diri yang penuh dosa ini, melainkan kita harus mengerti bahwa Natal, memperingati hari kelahiran Sang Pencipta, bukanlah sekedar berpesta dan bersenang-senang, tetapi Natal akan lebih bermakna jika kita mengerti bahwa hidup kita ini seharusnya menjadi lebih berarti dan memberkati banyak orang setiap harinya, ketimbang memikirkan kesenangan diri sendiri yang bersifat hanya sementara.

Biarlah Natal, dapat kembali memperbaharui hati dan pikiran kita. Jika di sepanjang tahun ini kita sudah banyak melakukan hal yang mengecewakan orang disekitar kita, keluarga kita, dan terlebih lagi mengecewakan hatiNYA, maka dikemudian hari kita seharusnya menjadi lebih baik lagi. Dan jika kita merasa sudah melakukan yang terbaik, maka hari-hari berikutnya pun kita harus tetap menjadi semakin lebih baik.

Biarlah selama hidup ini, kita selalu menyenangkan hatiNYA, ‘merelakan’ rencanaNYA tergenapi atas hidup kita, sampai kemuliaanNYA dinyatakan dan DIA benar-benar berkenan atas hidup kita.

Tuhan memberkati…selamat hari Natal!!!

One thought on “Natal Yang Membawa Sukacita Dan Dukacita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s