Bapa – ku


Suatu hari seorang wanita bernama Sara yang sedang menghadapi masalah keuangan tetapi harus membeli sebuah kebutuhan, berteriak kepada Tuhan didalam doanya “Tuhan, enak ya kalau jadi seperti Cher temanku, dia kaya, punya bapa yang sangat baik hati, apa pun yang dia inginkan, tinggal tunjuk dan bapa nya pasti akan memberikan padanya, sedangkan aku, susah sekali mendapatkan apa yang aku mau, aku pusing Tuhan, aku harus bagaimana?”.

Sara ingat ayat didalam Firman Tuhan yang berbunyi “jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa”. Akhirnya Sara mencoba tenang ditengah kepanikannya itu dan dia kembali berdoa “Tuhan, apakah tidak ada yang ingin Engkau sampaikan padaku? Aku minta tolong Tuhan…tolongin aku?”, sambil terus terisak Sara berkata-kata didalam doanya.

Tidak membutuhkan waktu lama, didalam hati dan telinga Sara tiba-tiba terdengar suara yang sangat lembut tetapi cukup tegas berkata “Sara, Cher punya bapa yang baik hati, pengertian, dan kaya seperti yang kau katakana tadi, lalu AKU apa menurutmu? AKU Bapa mu, AKU jauh lebih baik hati, AKU jauh lebih pengertian, AKU jauh lebih kaya, AKU bisa kau jadikan Bapa mu, bahkan AKU jauh lebih tahu segala yang terbaik untukmu, kamu ingin apa? Ambillah, belilah, AKU akan memberikan yang terbaiki melebihi bapa Cher temanmu itu!”.

Sara sadar bahwa suara itu bukan suara hatinya yang ingin menerima suatu persetujuan atas apa yang sedang diinginnya, tetapi suara itu menunjukkan bahwa Sara tidak perlu takut dan tidak perlu iri hari melihat kelebihan temannya Cher karena dia punya Bapa yang jauh melebihi segalnya. Sara tidak perlu berkecil hati atas setiap hal yang tidak dapat dia peroleh, karena Bapa yang Sara punya jauh lebih sempurna dari apa pun juga dan DIA menyediakan sempurna setiap kebutuhan Sara.

Sara menangis dan memohon ampun pada Tuhan. Sejak itu Sara tidak pernah lagi berkecil hati. Walau pun kebingungan masih ada, karena untuk membeli sesuatu yang dia butuhkan itu pun uangnya belum tahu dapat darimana, tetapi suara itu membuat Sara percaya bahwa Bapa di surga melihatnya dan tidak akan terlambat menolong.

Pernahkah kita mengalami hal yang mungkin sama atau serupa seperti cerita tersebut diatas? Mungkin kita sedang bergumul dengan masalah financial, mungkin kita sedang mengalami krisis percaya diri, merasa tidak cantik, tidak tampan, kurang keren, tidak bisa berdandan, beda dengan teman-teman atau saudara-saudaranya yang keren-keren, atau mungkin kita memiliki keluarga yang kacau balau, orang tua bercerai, punya saudara yang terikat narkoba, sedangkan kita melihat orang-orang disekitar kita terlihat begitu bahagia dan hidup damai?

Apa pun masalah kita saat ini, kita punya Bapa di Surga yang melihat kita dan DIA tahu, bahkan jauh lebih mengerti dibandingkan orang terdekat kita yang mengetahui pergumulan kita. Kita tidak perlu malu atau bingung bagaimana kita harus berdoa. Kita tidak perlu menyimpan kemarahan atau kekecewaan kita didalam hati kita. Seperti kita kepada orang tua di bumi ini, kita pun bisa berkata didalam doa kita kepada Bapa “Bapa, aku kecewa” atau “Bapa, aku marah”. Kita tidak perlu takut Bapa akan menghukum kita karena DIA tahu hati kita walau pun kita tidak menyampaikannya.

Justru ketika kita menyimpan kekecewaan dan kemarahan itu, maka kita bisa saja suatu saat nanti akan meninggalkan Tuhan karena kita kepahitan denganNya. Sebaliknya, ketika kita menyampaikan ganjalan yang ada dihati kita, walau pun doa kita tidak langsung mendapatkan jawabannya, tetapi paling tidak kita bisa merasakan jamahanNYA, penghiburanNYA, serta kekuatanNYA untuk kita melalui setiap kesulitan.

Bapa kita di Surga itu sangat sempurna. Jika bapa di bumi tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya dan mereka bisa memberikan semua yang anak-anaknya mau sesuai dengan apa yang dirasa olehnya itu baik, apalagi Bapa yang di Surga yang Maha Tahu, DIA pasti lebih bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anakNYA.

Asalkan segala yang kita harapkan didasari oleh motivasi hati yang murni dan tulus, maka Bapa yang di Surga tidak akan memberikan sesuatu yang mengecewakan dan mempermalukan kita.

Amin.

Tuhan memberkati.

Iklan

2 thoughts on “Bapa – ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s