Jesus And Me


Ada seorang pemudi di suatu gereja, dia suka menceritakan semua hal yang terjadi dengan dirinya, apa yang ada didalam hati dan pikirannya. Sehingga tidak sulit untuk menjadi temannya, karena sebenarnya cukup mudah untuk mengenalinya. Tetapi tidak semua orang bisa menerima keterbukaannya itu.

Ada orang-orang yang merasa bosan dengan ceritanya yang berisikan keluhan, sakit hatinya, atau mungkin ceritanya berulang-ulang, atau mungkin ada cerita yang mengasyikkan untuk didengar tetapi terlalu panjang ketika diceritakannya. Pemudi ini lambat laun mengerti bahwa tidak semua orang bisa menerima luapan hatinya dan dia pun disadarkan kembali ketika dia membaca Kitab Amsal yang berkata bahwa “banyaknya perkataan akan menyebabkan banyak pelanggaran”, sehingga dia memutuskan untuk lebih banyak diam agar tidak banyak hal buruk yang keluar melalui perkataannya.

Kisah lain dari seorang ibu yang baru saja kehilangan suami, yang selama ini selalu menjadi tempat curahan hatinya. Sehingga ibu ini benar-benar sangat kesepian. Ibu ini mempunyai adik kandung wanita dan pria, kedua-duanya sangat mengasihi ibu ini dan berkata bahwa mereka akan selalu siap sedia jika si ibu memerlukan mereka. Tetapi realitanya pada waktu ibu itu menelpon mereka, mereka tidak selalu siap sedia seperti yang mereka katakan karena mereka juga punya kesibukannya masing-masing.

Tetapi si ibu paham bahwa tidak akan pernah ada manusia yang selalu siap sedia mau memberikan waktunya untuk mendengarkannya dan manusia bisa bosan atau kesal ketika mendengarkan semua ceritanya. Sehingga satu hal yang ibu ini dapatkan, bahwa dalam segala sesuatu sebaiknya kita datang kepada Tuhan saja, karena DIA Tuhan yang sempurna yang tidak akan pernah marah, jengkel, atau bosan kalau kita datang dalam keadaan apa pun juga.

Kisah Daud didalam Alkitab menceritakan tentang sikap Daud ketika dia sedang menghadapi masalah dan ketika dia sedang bersukacita. Daud selalu memilih untuk menyikapinya dengan menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Dalam hal apa pun Daud selalu datang kepada Tuhan, bukan kepada orang-orang disekitarnya.

Tidaklah mudah untuk mempunyai kebiasaan seperti Daud, untuk selalu mengungkapkan isi hati kepada Tuhan, apalagi jika kita masih mempunyai istri, suami, atau anak-anak yang mengasihi kita, atau sahabat terdekat kita, karena mereka terlihat nyata dan bisa mengatakan pendapatnya secara langsung. Berbeda jika kita mencurahkan isi hati kepada Tuhan, DIA tidak terlihat, dan tidak ada jawaban langsung yang bisa kita dengar.

Tetapi Tuhan adalah ‘tempat’ paling sempurna untuk kita mencurahkan isi hati kita. Kita bisa marah, kita bisa nangis sejadi-jadinya, kita bisa protes, kita bisa juga bernyanyi-nyanyi, dan menari-nari ketika kita bergembira dihadapan Tuhan (walau pun DIA tidak terlihat), dan DIA tidak akan pernah protes atau marah kepada kita.

Sebagai ilustrasi, kita bisa membayangkan ketika kita tidak suka dengan pendapat atau perlakuan seseorang kepada kita, kita pasti marah, protes, nangis, dan sebaliknya kita bisa bergembira ketika kita diberi hadiah oleh seseorang. Kita bisa mengekspresikan kemarahan kita atau kegembiraan kita dihadapan orang disekitar kita. Demikian pula kita kepada Tuhan, kita tidak perlu selalu bersikap baik padaNYA untuk menutupi sakit hati kita mungkin karena DIA itu Tuhan. Justru karena DIA itu Maha Tahu isi hati kita jadi akan lebih melegakan ketika kita jujur padaNYA.

Mungkin kepada sesama kita bisa menutupi rasa tidak suka atau tidak enak di hati kita, tetapi kita tidak perlu berpura-pura kepada Tuhan, karena DIA yang Penuh Kasih itu selalu akan menerima kita.

Jadi mulai sekarang kita membaca artikel ini, kita bisa praktek bersama-sama untuk jujur dihadapan Tuhan mengenai semua isi hati kita. Kita bisa membuktikan bahwa ada kelegaan yang DIA berikan untuk kita. Walau pun DIA tak terlihat, tetapi DIA jauh lebih mengetahui keadaan kita dan merasakan apa yang ada didalam hati kita.

Bukankah Tuhan yang Paling Mengerti bagaimana cara menjawab semua doa kita? Bukankah hanya Tuhan yang paling mengerti bagaimana cara menghibur hati kita? Bukankah Tuhan yang paling mengerti bagaimana cara menolong kita? Bukankah DIA T yang paling tahu keadaan hati kita? Jadi kita tidak punya alasan apapun untuk tidak jujur padaNYA. Ijinkan DIA, dengan caraNYA, menghibur dan melegakan hati kita selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s