Tuhan Yang Akan Mempromosikan


Suatu hari ada seorang ibu yang memuji anaknya “nak, kamu cantik sekal hari inii”, sambil tertawa, sang anak pun menyahut “ibu memujiku karena aku anak ibu”. Sang ibu terdiam, lalu tersenyum dan berkata “benar, karena kamu anak ibu, maka ibu memujimu, walau pun diluar sana ada begitu banyak anak yang mungkin lebih cantik dari kamu, tetapi benar hari ini kamu terlihat sangat cantik”. Sang anak menerima jawaban tersebut lalu tersenyum gembira.

Cerita lain lagi dari seorang penulis yang mencantumkan karya tulis anak kandungnya sendiri pada bab akhir di bukunya. Dikatakan bahwa dia sangat bangga pada karya tulis anaknya dan menurut si penulis, karya tulis anaknya cocok dengan ide buku yang sedang ditulisnya itu, sehingga si penulis mencantumkan karya tulis anaknya itu.

Ada pepatah mengatakan “harimau tidak akan memakan anaknya sendiri”. Dari pepatah ini kita mengerti bahwa hewan yang membahayakan pun tidak mungkin memakan anaknya sendiri, apalagi seorang manusia. Sebagai orang tua yang baik tentunya tidak akan pernah berniat mencelakakan anaknya sendiri.

Sebagai orang tua yang dibangga-banggakan adalah anak-anaknya, tidak mungkin orang tua yang satu membanggakan anak dari orang tua yang lain, karena hal itu pasti akan menyakiti hati anak-anaknya dan tentu menyakiti hatinya sendiri.

Tidak hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai seorang pemilik, apa pun yang dimilikinya, pasti yang dimilikinya itu yang akan dikagumi dan dibanggakannya. Akan menjadi aneh jika seseorang membanggakan apa yang dimiliki oleh orang lain.

Demikian pula Tuhan, sebenarnya DIA sangat bangga dan mengagumi hidup kita sebagai ciptaanNYA dan milikNYA. Dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa kita, anak-anak Tuhan ini seperti biji mataNYA sendiri. Bisa dibayangkan, mata, sebagai anggota tubuh yang sangat penting untuk melihat, dan kita ini seperti biji mata Tuhan sendiri. Tentunya, hidup kita ini sungguh berharga bagiNYA.

Sayangnya, kita sering lupa bahwa hidup kita ini berharga, sehingga kita masih suka berbuat dosa dan tidak menghargai hidup kita mau pun hidup orang lain. Seringkali kita bertindak seolah-olah kita ini tidak mempunyai kemampuan dan tidak berharga. Atau mungkin kita pernah berdoa untuk memohon berkat secara materi mau pun memohon untuk menjadi sehat, lalu doa-doa kita itu mungkin belum terjawab, dan kita beranggapan itu “nasib” hidup kita untuk menjadi miskin dan sakit-sakitan atau lemah. Sadarkah kita, bahwa tindakan kita yang rendah diri itu akan menyakiti hati Tuhan?

Tuhan itu Bapa kita, kita ini anak-anakNYA dan kita ini berharga untukNYA. Kalau sebagai manusia saja kita bisa menginginkan yang terbaik untuk anak-anak atau untuk teman-teman atau rekan kerja kita misalnya, masa sebagai Tuhan yang Maha Pengasih DIA membiarkan anak-anaknya hidup susah dan penyakitan?

Kekayaan, kesehatan, dan semua berkat itu hak anak-anak Tuhan, karena bumi ini milik Tuhan, tentunya semuanya ini milik Tuhan, dan kita sebagai anak-anakNYA tentunya punya “hak waris” atasnya.

Tetapi yang menjadi masalah, keserakahan dan dosa itu sering membuat anak-anak Tuhan tidak pernah merasa puas, tidak mau bersyukur, dan tidak sabaran, serta tidak mempergunakan dengan baik semua berkatNYA itu. Sehingga ketika ada masalah, kita berdoa, tetapi ketika jawaban tak kunjung datang, akhirnya kita “menyalahkan” Tuhan.

Seperti orang tua yang menganggap dirinya sudah banyak “makan asam garam” sehingga tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya, demikian pula Tuhan jauh lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hidup kita semuanya.

Jika saat ini kita sedang mengalami suatu masalah dan sudah membawanya dalam doa dan permohonan, maka saat-saat ini kita harus tetap sabar dan bertekun dalam doa, serta menjalani setiap proses yang ada di masa penantian ini.

Waktu Tuhan itu selalu tepat dan DIA akan mengangkat kita keluar dari semua pergumulan kita. DIA yang akan menyembuhkan dan DIA yang akan memberkati. Tuhan suka anakNYA diberkati, Tuhan suka anakNYA sembuh, dan Tuhan sangat suka melihat anak-anakNYA bersukacita ketika menerima jawaban atas doa-doanya.

Sebagai Bapa, DIA akan merasa bangga ketika kita mengalami kemenangan dan DIA pasti akan membanggakan kita dengan cara-cara yang tak pernah kita pikirkan, untuk membuat malu semua “lawan” kita (Mazmur 23:5 “Tuhan menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku”). Don’t worry, be happy J God bless you all.

**Inspired by my mom Anita Kusen and Yenny Indra

One thought on “Tuhan Yang Akan Mempromosikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s