Not Only You


Rose dan Jane, dua bersaudara yang sebenarnya tidak terlalu akur, tetapi mereka berusaha untuk menjalin hubungan yang baik. Walau pun salah satunya sudah mempunyai keluarga, tetapi hampir setiap minggu mereka bertemu.
Suatu hari Rose datang pada Jane meminta pertolongan atas kesusahan yang sedang dialaminya. Rose tahu bahwa Jane pasti bisa menolong dan memang benar, Jane sangat bisa menolong. Tetapi karena demi ego dan harga dirinya, Jane mengulur waktu untuk menolong Rose. Disuruhnya Rose pergi, melakukan beberapa hal yang Jane inginkan dan harapkan, dengan alasan bahwa dia belum bisa menolong Rose untuk saat ini. Tidak diberikannya pertolongan untuk Rose, bahkan sampai dengan batas waktu yang dimiliki oleh Rose, Jane pun masih diam.
Rose sangat sedih, kecewa, marah, dan menangis. Karena tak berdaya, Rose pun terus menanti-nantikan pertolongan Jane didalam doa dan pengharapan agar Tuhan membantu mendesak Jane untuk menolongnya. Tak lama kemudian, Jane akhirnya datang dengan tersenyum seolah-olah telah mengalami kemenangan atas Rose. Walau pun terasa sakit di hati atas perlakuan Jane, Rose tetap menerima uluran tangan Jane yang memang diperlukannya itu.
Banyak artikel dan kotbah yang mengatakan bahwa setiap hal terjadi untuk kebaikan kita. Bahkan Firman Tuhan mengatakan bahwa hati Firaun pun Tuhan yang mengeraskannya. Jadi kadangkala pertolongan itu kelihatannya “sengaja” diberikan terlambat, tetapi bersama Tuhan, selalu ada maksud yang baik didalam setiap penantian yang terkesan terlambat itu.
Tetapi sebagai seorang pemercaya, jika kita berada di posisi Jane dalam cerita tersebut diatas, yang dengan sengaja memperlambat pertolongan untuk seseorang, maka sebenarnya kita sudah berdosa dihadapan Tuhan.
Amsal 3:27-28 berkata Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi”, sedangkan yang diminta ada padamu.
Pernahkah seseorang datang padamu dan meminta pertolonganmu? Jika seseorang itu adalah teman atau saudara dekat yang baik dengan kita, atau jika seseorang itu sudah berbuat baik pada kita, maka mudah saja kita memberinya pertolongan dan berbuat kebaikan padanya juga. Tetapi jika seseorang yang meminta pertolongan pada kita bukan seseorang yang dekat dan pernah berbuat baik pada kita, maka sebagai manusia biasa, belum tentu kita bersedia dengan rela mau membantunya.
Di jaman ini, orang lebih banyak memikirkan dirinya sendiri, termasuk orang yang sudah mengenal Tuhan dan kebenaranNYA pun jarang yang rela memberikan bantuan dengan setulus hatinya.
Saat membaca artikel ini, cobalah kita berpikir bagaimana jika kita berada di posisi sebagai “penderita” yang memerlukan bantuan? Bagaimana jika kita melihat seseorang yang kita harapkan bisa membantu kita tetapi ternyata seseorang itu tidak mau memberikan bantuannya atau mengulur-ngulur waktu untuk memberikan bantuannya? Hati kita pasti sedih, kecewa dan jengkel, apalagi jika seseorang yang kita harapkan itu adalah seseorang yang dekat dengan kita.
Setiap hari Minggu kita datang beribadah, memuji Tuhan, dan berdoa, mengatakan pada Tuhan “pakailah aku menjadi alatMU”, tetapi kita lupa bahwa didalam keseharian, sebenarnya Tuhan mau memakai kita. Tuhan selalu memberikan kepada kita kesempatan agar kita menjadi alatNYA untuk memberikan pertolongan pada orang lain. Sewaktu-waktu, Tuhan bisa memakai kita sebagai penolong untuk orang lain yang mengalami kesulitan. Tetapi kita harus sadar bahwa Tuhan tidak akan pernah memaksa jika pada akhirnya kita tidak bersedia dipakaiNYA.
Sebagai contoh, misalnya seseorang datang kepada kita untuk memohon bantuan. Walau pun kita bisa memberikan pertolongan itu, namun ketika kita menolak atau mengulur waktu untuk seseorang itu, maka Tuhan tidak akan memaksa kita untuk menolong seseorang itu, karena DIA itu Tuhan, yang Maha Kuasa, DIA bisa memakai orang lain yang mau menolong seseorang itu. Jadi jangan pernah kita merasa bahwa Tuhan atau seseorang itu benar-benar hanya membutuhkan uluran tangan kita seorang!
Arahkan pandangan secara luas ke sekeliling kita, lihatlah, ada begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan didalam perjuangan hidupnya. Lalu lihatlah kedalam diri kita, didalam kehidupan ini, kita memiliki begitu banyak kesempatan untuk berbuat kebaikan dan jika kita bisa menggunakan kesempatan itu, mengapa kita harus menahan-nahannya? Sungguh akan ada sukacita tersendiri di hati ketika kita bisa membuat orang lain bersukacita karena masalahnya dapat teratasi.
Be kinder than necessary, for everyone you meet is fighting some kind of battle. There is always an opportunity to be kind (Sydney Mohede).

One thought on “Not Only You

  1. It is good to doing something good..it’s make you more joy more than the one you’ve helped… Do nice thing to others. God bless you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s