Darah Itu Mahal


Sebuah renungan harian yang saya terima setiap harinya melalui email, suatu hari menceritakan tentang darah. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa pengurusan donor darah itu ternyata cukup rumit. Tidak semua darah itu bisa diterima. Seseorang yang berniat mendonorkan darahnya, tetapi ketika berat badannya tidak memenuhi syarat atau sedang mengalami sakit, walau pun sekedar sakit gigi, maka niatnya itu tidak bisa diterima.

Sementara itu, bagi pendonor yang sehat, mereka harus mengisi sederetan riwayat kesehatan, lalu petugas PMI (Palang Merah Indonesia) akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan darah tersebut dalam kondisi yang sehat. Sampai di rumah sakit, darah masih diuji silang sebelum ditransfusikan. Semua dilakukan demi kebaikan dan keamaan si penerima tentunya.

Demikian lah bisa kita bayangkan betapa rumitnya proses donor darah itu sendiri. Sebaliknya, tidak semua orang bersedia melakukan transfusi darah, mengingat tidak ada yang bisa benar-benar menjamin bahwa didalam darah yang diberikan kepada penderita yang membutuhkan itu benar-benar sehat seratus persen.

Saya ingat ketika saya sakit Demam Berdarah, kurang lebih dua tahun yang lalu. Trombosit saya turun sangat banyak sekali. Kakak saya sangat panik dan benar-benar berharap saya tidak perlu menjalani proses transfusi darah. Puji Tuhan, pada waktu itu trombosit saya kemudian naik dan akhirnya saya sembuh.

Bahkan ketika mami saya sakit parah, semua dokter mengatakan bahwa HB nya drop dan harus transfusi darah. Sebelumnya, dokter bisa menggunakan obat-obatan untuk menaikkan HB nya. Tetapi pada waktu itu, sudah tidak ada jalan lain kecuali harus transfusi darah. Kami pun anak-anaknya masih tetap berusaha agar mami tidak perlu menjalani proses itu. Tetapi realitanya mami saya pun harus tetap menjalani proses tersebut agar kondisinya menjadi lebih baik.

Kalau saya tidak salah ingat, harga darah itu sendiri tidak terlalu mahal, dibandingkan dengan harga obat-obat untuk menyembuhkan penyakit itu sendiri. Tetapi jika kita tidak mau transfusi darah, maka ada juga obat suntik yang bisa menaikkan HB, dan harganya itu cukup mahal.

Sedemikian pentingnya darah itu didalam tubuh manusia, sehingga prosesnya cukup rumit dan panjang. Tidak semua orang mengetahui proses ini. Dan sebaliknya, bagi sebagian orang yang sakit dan membutuhkan darah, ada kalanya mereka lebih memilih untuk membeli obat-obatan dibandingkan transfusi darah, mengingat masih ada ketakutan-ketakutan akan terkena penyakit yang lain. Dan untuk obat-obatan itu harganya tidak murah.

Dari sini, satu hal yang bisa kita ketahui bahwa darah itu harganya cukup mahal. Dan tidak semua orang juga akhirnya bisa memahami betapa penting arti pengorbanan darah Yesus itu sendiri bagi hidup kita. Selama ini orang mungkin hanya melihat proses penyaliban itu dari sudut pandang kesengsaraan yang dialamiNYA ketika harus dicambuk, dicaci maki, diberi mahkota duri, sampai dengan proses penyalibanNYA.

Lebih daripada itu, darahNYA itu suci dan dapat dipastikan bebas dari penyakit apa pun juga tanpa harus melalui proses uji coba di rumah sakit mana pun. DarahNYA mampu menyembuhkan segala macam penyakit, melebihi dari obat termahal atau terampuh yang pernah dibuat oleh tangan manusia. DarahNYA membebaskan kita dari semua kutuk dosa. DarahNYA itu sungguh luar biasa dan mahal harganya.

Jikalau selama ini kita sudah dapat mengerti dan memahami arti pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib oleh karena semua penderitaan yang telah dilaluiNYA, maka sekarang lebih jauh lagi kita dapat memahami dan lebih menghargai arti darah Yesus itu sendiri. DarahNYA jauh lebih mahal harganya dari apa yang pernah kita bayangkan. Dan tidak akan pernah ada seorang pun yang dapat menggantikan harga itu.

Seberapa jauh kita bisa menghargai pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib bagi kita?

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s