Bapa yang Sempurna


Tuhan menciptakan manusia dengan beraneka ragam sifat yang unik dan special; ada orang-orang yang lemah lembut dan selalu bisa menikmati serta menerima segala situasi; ada orang-orang yang selalu ceria dan bisa membuat orang lain tertawa; dan ada orang-orang yang selalu bekerja dengan sangat rapi dan selalu menghendaki yang namanya kesempurnaan.

Sebagai contoh: mami saya adalah seorang yang sangat suka akan kerapian dan kesempurnaan, sering saya menyebutnya sebagai seorang perfectionist, karena semua hal yang dikerjakan selalu dipikirkan secara detail baik dan buruknya, serta bagaimana prosesnya. Kadangkala membuat hati saya kesal karena merasa direpotkan dengan permintaannya yang terlalu banyak dan menjadi terasa sangat lambat. Tetapi jika dilihat hasilnya, barulah saya bisa melihat itu baik.

Semua sifat dan karakter tentu ada sisi positif dan sisi negatif, tergantung bagaimana kita bertoleransi terhadap perilaku semua orang yang berbeda-beda. Yang penting, masing-masing orang mau belajar untuk berubah atau bisa mengelola semua sifat dan karakter itu menjadi wujud yang baik.

Mungkin ada pertanyaan “kalau Bapa kita di Surga itu memiliki sifat yang bagaimana?” Saya sering mendengarkan kotbah atau membaca tulisan seperti “Bapa kita di Surga adalah Bapa yang Sempurna”, tetapi saya tidak pernah merenungkan arti kata “sempurna” itu lebih lagi, karena menurut saya, sebagai Pemilik Bumi yang Berdaulat penuh atas hidup kita, tentulah DIA sempurna (titik). Bagaimana dengan kalian semua? Pernahkah diantara kalian berpikir ‘seberapa sempurna Bapa kita itu’?

Setelah mengalami berbagai hal akhir-akhir ini, tiba-tiba saya seperti dibukakan mengenai arti kata ‘sempurna’ itu dan saya ingin membagikannya pada kalian semuanya.

Seperti cerita tersebut diatas mengenai mami saya, kadangkala kesempurnaan itu melelahkan dan menjengkelkan karena memakan waktu yang cukup lama dan terlihat bertele-tele. Dan kalau kita melihat perjalanan hidup kita ini, sepertinya Tuhan itu bertele-tele dengan kita, terlalu lama doa kita tidak dijawabNYA.

Dalam hal ini, kita harus mengerti perbedaannya: kalau manusia walau pun dia berusaha sempurna tetapi masih bisa melakukan kesalahan, tetapi sebaliknya Bapa di Surga terlihat bertele-tele dan lama karena anak-anakNYA di bumi yang tidak sabar dengan berbagai tekanan dan deadline yang dihadapinya.

Sebuah ilustrasi yang mungkin bisa membuat kita semua dapat mengerti tentang ‘kesempurnaan’ yang dimiliki oleh Bapa kita: seorang wanita berdoa meminta pasangan hidup kepada Bapa. Tak lama kemudian wanita ini bertemu dengan seorang pria. Masing-masing percaya bahwa mereka pasangan dari Tuhan. Lalu mereka berniat untuk menikah tetapi mereka tidak memiliki cukup dana untuk melangsungkan pernikahan mereka.

Sebagai Bapa yang Sempurna, DIA tidak akan pernah memberikan jawaban doa, tanpa mempunyai penyelesaian masalah yang akan terjadi setelah jawaban doa itu diberikan. Contoh dari ilustrasi tersebut: seorang wanita meminta pasangan, tentu saja Bapa tahu jika DIA menjawab doa wanita ini dengan memberikan seorang pria didalam hidupnya, maka selanjutnya wanita ini harus menikah dengan si pria dan memerlukan biaya untuk acara pernikahan mereka dan membeli rumah misalnya. Selanjutnya, tentu saja Bapa juga tahu bahwa mereka perlu biaya untuk kelahiran anak-anaknya, pendidikan anak-anak yang sudah dilahirkan, dan Bapa juga sangat tahu bahwa akan ada masalah-masalah lain dikemudian hari yang harus mereka hadapi.

Disini, banyak orang berpikir ketika mereka berdoa meminta sesuatu, lalu Bapa menjawabnya dan ketika mereka menghadapi masalah baru setelahnya, maka mereka berpikir bahwa doa mereka yang sebelumnya itu salah. Banyak orang tidak mengerti dan menyadari bahwa Bapa sangat tahu apa yang sudah dilakukanNYA dengan memberikan jawaban atas doa-doa anak-anakNYA, sehingga banyak orang tidak percaya bahwa DIA sanggup menyelesaikan semua masalah itu.

Kelihatannya Bapa sudah selesai dengan satu jawaban doa kita saja, tetapi itulah kesempurnaanNYA dan itulah sebabnya DIA disebut Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir, karena jika DIA memulai, DIA yang akan menyertai perjalanan atau prosesnya, dan DIA yang akan mengakhiri dengan caraNYA sempurna.

Bapa mengijinkan kita lahir dimuka bumi ini berarti DIA tahu akan menjadi apa kita dan bagaimana proses yang akan kita alami. Demikian pula, jika kita berdoa dan DIA menjawab, maka itu berarti DIA tahu apa yang selanjutnya akan kita hadapi. Selama kita tidak meninggalkanNYA, maka DIA akan senantiasa menyertai kita didalam setiap perjuangan hidup kita, sampai semuanya berakhir.

Lakukan apa yang bisa kita lakukan dengan tetap menjaga persekutuan kita dengan Bapa setiap hari, selanjutnya ijinkan DIA menyelesaikan pekerjaanNYA didalam hidup kita untuk menyatakan kemuliaanNYA.

Tetap percaya pada kesempurnaanNYA!

Tuhan memberkati!

Iklan

2 thoughts on “Bapa yang Sempurna

  1. Sejauh tingginya langit dengan bumi demikianlah jauhnya perbedaan pemikiran kita dengan Allah kita. He know and understand anything and everything.. 😀

  2. Bapa kita yang sempurna saja dalam mewujudkan kehendaknya, Ia harus berfirman. Firman yang keluar dari mulut Bapa itu yang sanggup melaksanakan apa yang Bapa kehendaki. Apalagi kita manusia, bagaimana mungkin kita bisa melakukan kehendak Bapa jikalau kita tidak menggunakan Firman yang keluar dari mulut Bapa? Tanpa Firman dari Bapa, kita tidak bisa sempurna seperti Bapa. Firman itu harus tersingkap, agar tidak dicuri Iblis seperti benih yang jatuh di pinggir jalan sehingga bisa tumbuh subur dalam hati kita dan menghasilkan buah seratus kali lipat, baru kita menjadi sempurna.

    dr. Habel Marthen Ndoen
    Pranata Samaritan Dermawan
    HP 081556408242

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s