Tak Perlu Banyak Tahu


Tak perlu dipungkiri, setiap orang akan selalu ingin tahu ketika ada suatu kabar berita, khususnya jika hal itu menyangkut kehidupan orang lain, baik ketika seseorang sedang mengalami kesuksesan, mau pun ketika seseorang itu sedang mengalami hal yang buruk. Mungkin ada perasaan senang jika menjadi seseorang yang selalu up to date atau mengerti serta mengetahui segala hal.

Seorang pekerja di suatu perusahaan yang berkaitan dengan hutang piutang memiliki akses untuk melihat-lihat daftar orang-orang yang memiliki hutang piutang dari seluruh perusahaan yang ada di seluruh Indonesia. Tak sengaja dilihatnya nama seorang teman dekat orang tuanya yang memiliki pinjaman di perusahaan lain.

Sebagai anak yang mengenal teman dekat orang tuanya, pekerja ini pun menceritakan informasi yang diketahuinya itu kepada orang tuanya. Informasi yang diberikan oleh seseorang tentunya dapat menjadi sekedar informasi (setelah didengar, lalu dilupakan karena memang sebenarnya tidak terlalu penting juga untuk di selidiki) atau bisa juga sangat disukai oleh orang lain jika memiliki hati kurang baik terhadap seorang lainnya lagi, misalnya saja dapat dipakai sebagai alat untuk memojokkan seseorang atau mungkin mengakibatkan kebencian dihati secara sepihak.

Selanjutnya apakah informasi tersebut hanya sekedar didengarkan dari sang anak atau dipakai untuk niat yang lain, hanya dapat dibuktikan melalui tindakan orang tua si pekerja ketika mengetahui informasi tersebut. Ternyata, orang tuanya menggunakan informasi itu untuk menyinggung atau menyindir teman dekatnya yang memiliki pinjaman tersebut. Sindiran itu pun cukup mengagetkan teman dekatnya itu, tetapi untunglah teman dekatnya itu dapat memilih untuk memberikan respon yang baik sehingga hubungan yang baik masih terjalin hingga saat ini.

Setiap kita tidak akan pernah bisa mengetahui kondisi seseorang yang lain secara pasti. Misalnya saja jika seseorang sampai meminjam uang, maka kita tidak akan pernah tahu secara detail untuk apakah uang tersebut. Mungkin bagi seorang pinjaman tersebut benar-benar diperlukannya, tetapi mungkin bagi kita tidak perlu sampai harus meminjam. Demikian pula setiap hati orang pun kita tidak akan pernah mengetahuinya, apakah motivasi seseorang itu baik atau buruk, semuanya hanya Tuhan yang mengetahuinya. Itulah sebabnya mengapa Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menghakimi seorang yang lain, karena benar-benarnya hanya Tuhan yang dapat mengetahui segala motivasi dan kehidupan seseorang.

Sayangnya, sampai saat ini masih ada begitu banyak orang yang ingin tahu sesuatu tetapi ujung-ujungnya hanya untuk menghakimi orang lain. Tak banyak hubungan yang renggang hanya karena pengetahuan yang sangat sedikit tentang kehidupan seseorang tetapi pengetahuan yang sangat sedikit itu digunakan sebagai alat untuk menghakimi seolah-olah sudah mengetahui segala-galanya tentang kehidupan seseorang itu.

Banyak orang tak segan-segan mencampuri urusan orang lain hanya untuk memuaskan hasrat ingin dihargai dan ingin dianggap pandai, atau bahkan hanya sekedar ingin tahu, tapi tak disadarinya orang lain tak suka urusannya dicampuri. Semua orang pasti memiliki kehidupan yang berbeda-beda dan tak ingin dicampuradukkan dengan kehidupan seorang yang lain, karena setiap orang memiliki kesukaan dan cara yang berbeda-beda didalam menjalani kehidupannya.

Dalam hal ini, kita harus dapat membedakan antara ingin belajar dari kehidupan seseorang yang kita segani atau ingin kita contoh berbeda dengan hasrat sekedar ingin tahu untuk menjadi seorang yang pertama mengetahui sesuatu. Motivasinya saja sudah berbeda. Pastinya jika kita ingin belajar, maka akan menghasilkan hubungan aksi reaksi yang baik, dibandingkan jika kita sekedar ingin tahu.

Juga jangan pernah menggunakan alasan misalnya saja karena kita satu kelas di sekolah, atau satu kantor, atau bahkan satu gereja adalah satu keluarga, karena sebuah keluarga yang baik seharusnya para anggotanya tidak hidup dengan saling menghakimi.

Contoh teladan yang paling bisa kita lihat adalah Tuhan Yesus. Ketika kita memutuskan untuk melakukan dan memikirkan, serta mengusahakan segala sesuatunya sendiri, DIA tidak akan campur tangan untuk urusan kita itu. Tetapi ketika kita mau menyerahkan kedalam tanganNYA, barulah DIA turun tangan menyelesaikannya untuk kita.

Demikian pula kita masing-masing pribadi, tidak perlu mengetahui urusan atau masalah orang lain (dan orang itu pun belum tentu suka kalau kita turut campur), jika ujung-ujungnya (seringkali) berakhir dengan sikap atau perkataan kita yang menghakimi seseorang itu, atau berakhir dengan kebencian atau rasa tidak suka dihati kita terhadap seseorang itu.

Bersikaplah bijak ketika kita (tanpa sengaja atau pun dengan sengaja) harus mengetahui keadaan orang lain: bantulah seseorang itu jika diperlukan dan (yang pasti) tidak penting untuk menyebarluaskannya, apalagi untuk menghakiminya.

Tuhan memberkati!

Iklan

One thought on “Tak Perlu Banyak Tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s