Level VS Tuntutan


Hari yang paling dinanti-nantikan dan disukai oleh setiap pegawai, adalah ketika tiba waktunya untuk menerima upah mereka. Semua pegawai akan gembira ketika menerima upahnya selama dia bekerja dalam satu bulan jika sistem pengupahannya berlaku bulanan dan satu minggu jika sistem pengupahannya berlaku mingguan.

Tetapi kegembiraan masing-masing pegawai tentunya akan berbeda, tergantung dari jumlah upah yang mereka terima dan tergantung dari kebutuhan mereka tentunya. Jika pegawai baru, tentunya akan menerima upah dengan nominal yang lebih kecil dibanding pegawai lama, karena pegawai baru mungkin baru saja masuk beberapa hari (dirata-rata), sedangkan pegawai lama sudah masuk kerja dalam satu bulan penuh. Atau jika sebagai sales, maka mungkin komisi yang diterima berbeda-beda, tergantung dari achievement nya masing-masing.

Beberapa hari kemudian setelah menerima upahnya, biasanya perusahaan akan mengirimkan slip gaji, yang berisikan tentang perincian dari nominal yang diterimanya, misalnya saja nominal upah sebelum dipotong pajak, lalu jumlahnya yang terhitung setelah mendapatkan potongan pajak.

Biasanya setelah menerima slip gaji dan khususnya setelah melihat besarnya pemotongan pajak, barulah para karyawan melakukan aksi protesnya, dalam arti mengeluh diantara rekan kerjanya sendiri “gilee…pajak gue gede banget?!?!? pantes saja duit yang gue terima tidak sesuai harapan”.

Sekedar informasi saja, pemotongan pajak tentunya tergantung dari besarnya upah yang kita terima. Biasanya sudah ada prosentase nya masing-masing. Jadi semakin besar upah yang kita terima, maka semakin besar pula potongan pajaknya, sebaliknya jika upah yang yang kita terima masih dalam batas nominal yang kecil, maka potongan pajaknya pun mungkin tidak seberapa besar.

Posisi seseorang menentukan besarnya nominal upah yang diterimanya. Upah yang diterima oleh level Direktur tentu berbeda nominalnya dengan upah yang diterima oleh level asisten manager.

Setiap posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda. Semakin tinggi posisinya, maka semakin besar pula tanggung jawabnya. Jika sebagai Direktur seseorang harus menyelesaikan pekerjaannya selama sepuluh jam setiap harinya, maka sebagai asisten manager masih bisa bekerja hanya delapan jam (tanpa lembur) setiap harinya.

Tak heran jika seringkali kita mendengar seseorang mengeluh capek bekerja dan merasa tidak betah ketika dia ingin mendapatkan upah dalam jumlah yang besar, karena pemilik perusahaan tentunya memberikan dia level yang lebih tinggi dari sebelumnya jika dia meminta jumlah upah yang lebih besar. Dan didalam level yang lebih tinggi itu pasti akan menyita lebih banyak waktu dan konsentrasi, serta tanggung jawab yang lebih besar.

Seorang pemilik perusahaan pun tidak ada yang bersantai-santai lalu bisa menjadi raja minyak (orang kaya) misalnya. Di awal usahanya, pastilah ada begitu banyak pengorbanan yang dia lakukan dan setelah menjadi sukses pun seseorang itu harus bisa mempertahankannya dan tidak akan menjadi lebih santai, karena untuk terus meningkat seseorang itu tidak mungkin hanya sekedar mempertahankan apa yang ada, tetapi juga harus memperluas bidang usahanya.

Demikian pula didalam hidup kerohanian kita. Seringkali kita melihat orang lain yang lebih percaya pada peramal daripada pada Tuhan Yesus itu hidupnya bisa jauh lebih enak. Seringkali kita melihat seseorang itu bisa tidur pulas tanpa harus bangun awal untuk saat teduh dan berdoa itu bisa menjadi lebih kaya dan beruntung. Sedangkan kita yang berdoa, meningkatkan iman, dan capek-capek mengusahakan untuk hidup benar justru mendapatkan sengsara dan sial saja.

Hidup tidak lebih enak daripada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, tetapi tuntutannya jauh lebih besar untuk menjaga agar memiliki hidup benar dan berkenan dihadapan Tuhan.

Sebenarnya hidup kita ini semuanya sama saja, baik sebagai anak Tuhan mau pun sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan. Bedanya, kita hidup sebagai anak Tuhan itu untuk suatu tujuan yang tidak terlihat kasat mata (hidup kekal/keselamatan dan menerima mahkota di surga), sedangkan orang yang tidak mengenal Tuhan lebih bertujuan untuk menyenangkan diri sendiri dan keluarganya selama hidup di bumi (mengejar kenikmatan dunia yang lebih terlihat dengan mata jasmani). Itulah yang membuat orang yang mengenal Tuhan merasa hidupnya tidak jauh lebih baik daripada orang yang tidak mengenal Tuhan.

Upah hidup kekal (keselamatan) dan mahkota kerajaan Surga adalah upah yang sangat mahal harganya. Tak akan pernah kita mendapatkannya di bumi ini. Jadi sebenarnya wajar saja jika tuntutannya pun sangat tinggi.

Sekarang kita semua mengerti bahwa untuk mendapatkan kesalamatan, yaitu kehidupan yang kekal di Surga, kita dituntut untuk memiliki pengenalan akan Tuhan, dan untuk mengenal Tuhan, maka kita harus mengenal FirmanNYA yang berisikan kebenaran-kebenaran didalam hidup ini, serta melakukannya. Dan semakin kita tahu akan kebenaran maka tuntutannya pun akan semakin tinggi, sebagai contoh, kita harus benar-benar bisa mengampuni orang yang menyakiti hati kita walau pun itu tidak mudah, karena kita tahu bahwa Firman Tuhan berkata kita harus mengampuni orang yang bersalah pada kita.

Hari-hari ini untuk memiliki hidup yang benar didalam kebenaran Firman Tuhan itu sangat sulit mengingat kehidupan semakin sulit, perekonomian tidak semakin membaik, sakit penyakit baru muncul dan menyerang semua orang yang tak sadar akan bahayanya, dan semua orang saling menyakiti satu dengan yang lain, masing-masing menjadi lebih egois dan tega untuk berbuat kejam hanya agar tujuannya dapat tercapai. Sedangkan jika kita terlalu baik dengan orang lain, maka kita pun akan lebih banyak dirugikan. Tetapi disisi lain, kita masih tetap dituntut untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan.

Bapa di Surga tahu bahwa sebagai manusia biasa kita tak akan mampu menjalani kehidupan dengan tuntutan yang sangat tinggi itu dan harganya pun terlalu mahal walau pun kita harus menyerahkan nyawa kita. Oleh karena itu, dikirimkanNYA Roh Kudus untuk menolong kita.

Jadi jangan pernah menyerah pada tuntutan untuk hidup lebih baik didalam iman kepada Tuhan karena kita masih bisa berjalan bersama kekuatan Roh Kudus! Dan juga jangan mengeluh mengenai tuntutan Firman Tuhan bagi kita hidup didalam kebenaran, karena kita akan mendapatkan upah yang kekal, yang tak pernah ada di bumi ini.

Tuhan memberkati.

One thought on “Level VS Tuntutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s