Perbuatan Baik Yang Tidak Tulus


Seorang office boy di sebuah department di suatu kantor, sering kali menolak tugas yang diberikan padanya. Dia selalu memilih-milih tugas yang diberikan padanya, jika tugas itu baik untuk dikerjakannya, maka dia akan mengerjakannya, tetapi jika menurutnya pekerjaan itu berat, maka dia akan mengalihkan pekerjaan itu pada kawannya, lalu dia bersembunyi di suatu tempat agar tidak seorang pun menemukannya untuk menyuruhnya kembali pada pekerjaan yang menurutnya tidak menyenangkannya itu. Tidak seorang pun menyukai seorang office boy ini karena dia malas.

Sampai suatu ketika terdengar kabar bahwa office boy ini mendapatkan sebuah hadiah karena kejujurannya. Menurut cerita, dia menemukan sebuah blackberry dan mengembalikan pada sang empunya blackberry tersebut. Sehingga sang empunya blackberry yang berbeda department itu pun melaporkannya pada pimpinannya dan diberikannyalah hadiah atas kejujuran office boy ini.

Tentu saja seluruh tim yang berada di satu department tersebut terkejut mendengar kabar tersebut, mengingat office boy tersebut seringkali office boy ini meminjam uang dengan berbagai alasan yang dibuat-buat (berbohong), karena ketika dia meminjam uang di seorang yang satu dengan alasan untuk membayar kost, kemudian dia juga meminjam uang kepada seorang yang lain dengan alasan hendak membayar kontrakan rumah. Jadi tidak ada yang tahu sebenarnya dia tinggal di sebuah kost, atau rumah kontrakan, atau ada kemungkinan juga dia sebenarnya menggunakan uang pinjaman tersebut untuk berjudi karena ada seorang temannya yang pernah memergokinya tetapi tidak berani melaporkan pada pimpinan.

Rupanya, office boy tersebut bersikap jujur dengan mengembalikan blackberry yang ditemukannya karena dia ingin mendapatkan hadiah. Tetapi dalam keseharian dia suka berbohong karena dia mungkin merasa tidak mendapatkan keuntungan jika dia bersikap jujur.

Dari kisah tersebut diatas, kita dapat merenungkan kembali perbuatan baik kita selama ini, apakah benar kita melakukannya atas dasar takut akan Allah atau kah agar orang lain melihat kita baik?

Firman Tuhan berkata bahwa seseorang yang berbuat baik pada seseorang yang pernah berbuat baik padanya adalah hal yang biasa, tetapi jika seseorang berbuat baik pada seseorang yang pernah berbuat jahat padanya adalah hal yang luar biasa. Hal ini berarti berbuat baik bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kita harus berbuat baik pada seseorang yang telah berbuat jahat pada kita atau pada orang yang kita kasihi.

Lain halnya jika kita melakukan perbuatan baik pada seseorang yang telah berbuat jahat pada kita hanya agar kita mendapatkan pujian dan pengagungan dari orang lain, maka hal itu mudah saja dilakukan, karena mau tidak mau harus dilakukan demi mendapatkan pujian dan pengagungan dari orang lain.

Sebenarnya, perbuatan baik yang didasari atas dasar harapan untuk mendapatkan hadiah atau pujian semata hanya akan melelahkan diri sendiri dan menyakiti diri sendiri. Melelahkan karena kita melakukannya dengan terpaksa dan menyakitkan karena hati kita sebenarnya tidak ingin melakukan hal yang baik itu.

Jika kita melakukan hal baik hanya untuk sebuah hadiah dan pujian, maka suatu saat nanti hadiah dan pujian yang kita harapkan pun tak akan kunjung tiba karena realitanya semua orang akan selalu merasa tidak puas dan tidak cukup. Jadi bisa saja hadiah dan pujian yang diberikan tidak lagi sesuai dengan yang diharapkan.

Alangkah baik jika kita benar-benar memiliki hati yang tulus ketika kita melakukan perbuatan baik kita, karena ketika seseorang tidak dapat membalas perbuatan baik kita itu, maka kita tidak perlu merasa kecewa dan marah. Sebaliknya, ketika kita hanya mengharapkan pujian atau balasan atas perbuatan baik kita, maka suatu ketika kita akan menuai kekecewaan.

Jadi dalam hal ini, kita dapat menuntut diri kita menjadi seseorang yang tulus, tetapi sebaliknya kita tidak dapat menuntut orang lain mempunyai hati yang tulus karena kita tidak pernah mengetahui hati seseorang itu.

Seringkali orang menyukai seseorang yang tampaknya sepakat dengannya, padahal belum tentu seseorang itu benar-benar sepakat dengannya, dan membenci orang yang tidak sepakat dengannya, padahal belum tentu orang itu berniat buruk padanya.

Oleh karena itu, jika kita mengharapkan ketulusan seseorang terhadap kita, maka kita harus bisa juga menerimanya ketika dia tidak sepakat dengan kita (bahkan mungkin walau pun seseorang itu telah menghina atau memaki kita).

Didalam kehidupan ini tidaklah mudah mendapati seseorang yang benar-benar tulus didalam perbuatan baiknya, tetapi kita dapat memulai dari diri kita sendiri untuk melakukan perbuatan baik dan menerima orang lain dengan setulus hati.

Tuhan memberkati.

One thought on “Perbuatan Baik Yang Tidak Tulus

  1. When we do good to others..it is not only make them happy..it will make ourself happy..the happiness of doing good is like an overjoy..happiness that make you smile and cherish you..even when your heart is heavy..the hapiness that even after long time, you still can feel that hapiness looks like..so just do good..when your heart inside you is moved, just do good.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s