Cepat Berpikir dan Berkata Positif


Didalam suatu perkumpulan, seorang juru bicara meminta para anggotanya duduk melingkar. Setelah menunggu semua orang mendapatkan tempat duduknya masing-masing. Lalu, juru bicara tersebut membagikan kepada setiap orang dua buah kertas putih bersih di kedua sisi atas mau pun sebaliknya. Kemudian juru bicara tersebut meminta kepada semua orang untuk menuliskan di salah satu kertas tersebut kelebihan seorang yang berada disebelah sisi kanannya dan di satu kertas yang lain kelebihan dari seorang yang berada disebelah sisi kirinya.

Lima menit kemudian juru bicara tersebut meminta kepada semua orang untuk menuliskan kekurangan seorang yang berada disebelah sisi kanannya dan kekurangan seorang yang berada disebelah sisi kirinya, masing-masing disisi kertas yang masih kosong.

Juru bicara tersebut tidak perlu menunggu sampai lima menit, hampir semua orang sudah selesai menuliskan dengan penuh sisi kertas yang berisikan tentang kekurangan seorang yang duduk disebelah disisi kanan mau pun disisi kirinya.

Dari contoh cerita tersebut diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa memang kebanyakan orang lebih mudah berpikir dan menilai seseorang itu dari sisi buruknya daripada sisi baiknya. Jika tidak percaya, cobalah untuk berpikir tentang kelebihan dan keburukan anggota keluarga kita sendiri hanya dalam waktu lima menit. Manakah yang lebih banyak kita tuliskan dengan cepat?

Demikian halnya dengan perkataan kita, sungguh mudah kita berkata-kata hal yang negatif dibandingkan dengan kata-kata yang positif. Sebagai contoh ketika kita ribut dengan pasangan, atau dengan teman, atau dengan saudara, atau dengan orang tua, atau dengan anak, karena mereka tidak dapat memenuhi apa yang kita inginkan atau harapkan, atau karena mereka melakukan sesuatu yang menurut kita salah, maka dengan cepat kita dapat berkata “ah..begitu saja kok tidak mengerti” dengan kata lain “betapa bodohnya dirimu, begitu saja tidak mengerti”.

Padahal sebenarnya lawan bicara kita itu bukan orang yang bodoh tetapi pikirannya memang tidak sama seperti dengan yang kita pikirkan, dapat disebabkan oleh karena perbedaan jenis kelamin misalnya, atau perbedaan usia, atau perbedaan sudut pandang, perbedaan pengetahuan atau perbedaan tujuan. Itulah sebabnya, didalam hubungan perlu adanya komunikasi sehingga dapat memiliki sudut pandang dan tujuan yang sama. Suatu saat nanti, bisa saja kita yang melakukan kesalahan.

Atau contoh lain misalnya ketika kita sering melihat seseorang itu mudah marah dan berkata-kata buruk, maka kita dengan mudah mengatakan bahwa seseorang itu pemarah. Padahal mungkin saja orang itu ternyata menderita sakit hyperthyroid misalnya, salah satu penyakit yang dapat menyebabkan seseorang mempunyai emosi yang tidak stabil atau mungkin karena seseorang itu sedang mengalami tekanan didalam keluarga, atau mungkin karena seseorang itu sedang mengalami kepahitan terhadap orang lain, dan sebenarnya dia tidak bermaksud untuk mudah marah dan berkata-kata buruk pada kita. Atau sebaliknya mungkin saja kita yang memang suka jahil sehingga menyebabkan seseorang itu marah. Suatu saat nanti, bisa saja kita yang sedang mengalami masa-masa sensitif sehingga menjadi mudah marah.

Atau contoh yang paling sering terjadi yaitu menyalahkan diri sendiri ketika kita melakukan kesalahan misalnya membuat orang lain marah, kecewa, dan menangis, atau mengalami kerugian. Dengan cepat kita akan berkata “betapa bodohnya diriku, seandainya saja aku dapat berpikir begini dan begitu maka aku tak perlu bertengkar, dia takkan marah, dia takkan kecewa, dia takkan menangis, dan aku takkan mengalami kerugian”.

Padahal hal tersebut terjadi bukan karena kita bodoh, tetapi mungkin penerimaan lawan bicara kita yang salah atau karena kita kurang berpengalaman atau karena kita mempunyai keinginan yang terlalu sempurna sedangkan yang diperlukan adalah hal yang sederhana.

Dalam segala hal, sebenarnya ada dua sisi yang bisa kita pilih yaitu sisi positif dan sisi negatif. Kita dapat memilih hendak menggunakan pikiran dan perkataan kita untuk sisi positif atau sisi negatif. Sangat tidak mudah untuk berpikir dan berkata positif mengingat kita sudah sangat menyadari dan terpengaruh dengan pengetahuan kita yang negatif tentang orang lain. Tetapi kita bersama-sama, baik sebagai pembaca mau pun saya sebagai yang menuliskan artikel ini, belajar untuk berpikir dan berkata-kata positif.

Misalnya saja ketika kita mengalami selisih pendapat dengan seseorang atau melakukan kesalahan, kita dapat berpikir ‘sah-sah saja kita mempunyai pendapat yang berbeda karena kita semua memang sudah berbeda’ dan ‘semua orang bisa melakukan kesalahan’. Selanjutnya, jika memungkinkan dan diharuskan, maka kita dapat mencari cara bagaimana mengkomunikasikannya untuk menyamakan sudut pandangan dan tujuan.

Demikian pula jika ada seseorang itu berkarakter tidak baik, maka kita dapat berusaha mengerti dia dan jika memungkinkan, kita dapat memberinya masukan dan tetap ucapkan kata-kata yang positif tentang dirinya, setelah itu kita pun tidak bisa segera membenci dia mengingat dia perlu waktu untuk berubah.

Semuanya tulisan ini sepertinya hanyalah sekedar teori dan kelihatannya sulit untuk dipraktekkan. Tetapi ada begitu banyak orang sakit secara tubuh jasmani, ‘capek hati’, dan tertekan hanya karena pikirannya dipenuhi oleh hal-hal negatif. Tidak ada hal yang baik yang dapat terjadi ketika kita memiliki pikiran yang buruk dan tidak ada gunanya ketika kita berkata-kata negatif. Lalu mengapa kita tidak dengan cepat memilih untuk memikirkan hal-hal yang positif dan berkata-kata hal yang positif?

Tuhan memberkati.

Iklan

3 thoughts on “Cepat Berpikir dan Berkata Positif

  1. Lia, artikel ini saya masukkan ke Warta MDC Galaxy ya….Saya percaya akan memberkati banyak orang. Thanks n GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s