Tuhan Itu Setia


Seorang istri yang tidak mendapat kasih dari suaminya, setiap hari mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan kedua orang anaknya, bahkan suaminya pun turut meminta diberikan bagian makan, pakaian, serta kebutuhan hidup lain untuknya. Walau pun demikian keras usaha sang istri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya itu, tetapi sang suami tidak pernah sedikit pun menaruh hati, bersyukur, dan menghargai istrinya itu, tetapi justru mengatakan pada semua orang yang ditemuinya bahwa istrinya sangat jahat padanya.
Sikap sang suami tentunya sangat menyakiti hati sang istri. Bertahun-tahun suami istri ini hidup bersama tetapi hanya saling menyakiti. Sang istri mengerti bahwa didalam Firman Tuhan dia tidak boleh menyimpan sakit hati dan harus tunduk pada suami, tetapi setiap kali dia hendak memaafkan sang suami, lagi-lagi sang suami melukai hatinya.
Menyimpan sakit hati hanya akan membawa seseorang pada dosa yang lain. Demikian pula keadaan sang istri, sakit hati yang disimpannya, telah membuatnya menjadi seorang pribadi yang keras, pemarah, pendendam, mudah tersinggung, sombong, dan mampu berbuat jahat pada siapa pun yang melukai hatinya.
Walau pun kelihatannya banyak dosa sang istri akibat sakit hati terhadap suami yang disimpannya itu, tetapi setiap kali sang istri berdoa memohon berkat materi, berkat kesehatan, dan berkat lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya, Tuhan senantiasa menjawab doa-doanya.
Seperti sepasang pria dan wanita yang hendak menikah namun dana yang mereka miliki sangatlah terbatas. Orang mungkin akan menertawakan jika ada pasangan yang hendak menikah dan tidak mempunyai dana. Tetapi demikianlah realitanya, ada pasangan-pasangan yang harus mengambil langkah iman untuk menikah walau pun mereka tak memiliki dana.
Atau mungkin ada pasangan yang hendak memiliki anak tetapi dana mereka terbatas, orang lain yang mengetahuinya bisa saja berpikir “lebih baik kehamilannya ditunda dulu daripada tidak bisa menghidupi anaknya”.
Sedangkan setiap orang tentunya pernah berbuat dosa atau melakukan kesalahan. Seringkali ketika mereka membutuhkan suatu jawaban doa dan tampaknya doa mereka lama tak mendapatkan jawabannya, maka orang menghubung-hubungkan dengan dosa atau kesalahan yang telah mereka perbuat.
Misalnya saja pasangan yang hendak menikah atau pasangan yang hendak mempunyai anak pada cerita tersebut diatas, mungkin saja pasangan tersebut pernah berbuat dosa atau kesalahan telah berbuat jahat pada orang lain, sampai akhirnya pada saat mereka hendak menikah atau memiliki anak, walau pun mereka telah berteriak pada Tuhan untuk memenuhi kebutuhan dananya, kelihatannya mereka tidak mendapatkan jawaban sebagai hukuman mereka telah berbuat jahat pada orang lain.
Saya pun pernah berpikir demikian ketika ada doa-doa saya yang kelihatannya tidak mendapatkan jawaban dan sepertinya tidak mungkin terjawab. Saya pikir dosa saya terlalu banyak, jadi inilah hukuman bagi saya, doa saya takkan mendapatkan jawabanNYA.
Ketika saya mengalami saat-saat yang sangat susah, seorang teman menghibur saya dan berkata “Lia, saya sudah mengalami masa-masa sulit serupa dengan yang kamu alami sehingga saya sangat memahami apa yang kami alami, tetapi dengan percaya diri saya dapat berkata bahwa Tuhan itu setia, jadi jangan kamu khawatir”.
Pada waktu teman saya berkata demikian, saya mendapat pengertian bahwa Tuhan itu tidak seperti seorang manusia yang bisa dengan mudah melupakan janji-janjiNya pada seseorang, hanya karena seseorang itu telah berbuat dosa atau salah. Akhirnya saya memilih untuk mempercayai Tuhan, sehingga saat saya menuliskan artikel ini, saya dapat berkata bahwa “memang benar, Tuhan itu setia dan DIA senantiasa menjawab doa!”.
Kesetiaan Tuhan bukan hanya seperti sepasang kekasih atau hubungan suami istri yang tidak berselingkuh, melainkan walau pun kita, anak-anakNya telah berbuat dosa dan ‘berkhianat’ pada Tuhan, sehingga tidak seharusnya kita mendapatkan kasihNya, tetapi DIA tetap mempunyai hati yang mengasihi dengan tulus dan bersedia menjawab doa-doa kita. DIA tetap akan menjawab doa dengan tujuan yang baik untuk hidup kita, serta selalu tepat pada waktuNYA, sama sekali tidak ada niatNYA untuk mengabaikan kita.
Kesetiaan Tuhan itu lebih dari batas kesetiaan dan kesabaran yang pernah kita pikirkan.
Dalam hidup ini, tidak akan pernah kita tidak mengalami masalah, tetapi kita bisa mempercayai Tuhan sebagai Tuhan yang setia, yang takkan meninggalkan kita dan tahu apa yang terbaik untuk kita, serta selalu bekerja tepat pada waktuNYA.
Selain itu, ketika kita melihat orang lain sedang mengalami masalah, ingatlah bahwa bukan hak kita untuk menghakimi mereka dengan berkata “karena dosamu engkau mengalami masalah itu”, tetapi ingatlah bahwa kesetiaan Tuhan itu memberikan kasih yang tak terbatas bagi siapa pun, sehingga masalah terjadi belum tentu karena dosa atau kesalahan seseorang itu.
Tuhan memberkati.

**Inspired by Nini

One thought on “Tuhan Itu Setia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s