Menjadi Satu Untuk Menjadi Lebih


Suatu hari, suami saya mengajak makan malam di suatu tempat bernama Jimbaran, di Pulau Bali. Gambaran sedikit tentang Jimbaran kira-kira seperti demikian: didalam suatu lokasi, kita dapat memilih salah satu tempat makan, lalu kita memesan menu makanan terlebih dahulu (menu seafood). Setelah itu, kita masuk untuk memilih tempat duduk yang berada di tepi pantai.

Jadi kita dapat menikmati menu makanan sambil melihat laut dan mendengar deru ombak, ditemani oleh cahaya lilin yang sudah diletakkan di setiap meja. Tempatnya sangat menyenangkan, karenanya kebanyakan orang yang berkunjung ke Bali akan berkunjung di tempat makan Jimbaran ini.

Ketika menunggu makanan dimasak, kami berdua berbincang-bincang, sambil melihat laut serta ombaknya. Cukup lama kami memperhatikan ombak yang datang silih berganti secara detail. Ternyata, jika diperhatikan panjangnya laut yang ada dalam jarak pandang kira-kira hanya di sepanjang lokasi Jimbaran tersebut, maka kita dapat melihat ombak tersebut datang dari dua atau tiga sisi, yang kemudian bertemu, lalu bersama-sama mengalir dengan sangat cepat serta kekuatan penuh…dan busss…demikian terdengar suara ombak yang akhirnya terhentak.
Jadi, ketika ombak tersebut datang dari berbagai sisi dan menjadi satu, maka terlihatlah kekuatan yang sangat besar sampai terdengar suara hentakan air laut yang datang tersebut. Tak heran jika terdengar cerita ada orang-orang yang terseret ombak dan mereka tak mempunyai kekuatan untuk melawannya.

Dengan melihat ombak, tiba-tiba saya teringat akan kotbah tentang pernikahan oleh Dr.Paulus Rahardjo dan Jeffrey Rahmat. Mereka berkata salah satunya mengenai dua pribadi yang bersatu, akan menghasilkan synergy, dalam arti dua pribadi yang menjadi satu dapat menghasilkan suatu kekuatan sebanyak seribu kali lipatnya. Sama seperti dua tali yang menjadi satu akan mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan satu tali saja.

Dan saya rasa tidak hanya didalam hidup pernikahan saja, tetapi dalam setiap hal dan dimana pun kita berada, di sekolah, di kampus, di tempat kerja, di gereja, di lingkungan masyarakat kecil sampai tingkat negara, ketika ada kesatuan atau kekompakan atau kesehatian, maka akan ada satu kekuatan (synergy) yang ditimbulkan.

Coba kita ingat masa-masa sekolah atau kuliah, ketika guru atau dosen memberikan tugas yang harus diselesaikan secara berkelompok. Ada satu teman saja yang tidak mau ikut mengerjakan tugas, maka hasil dari tugas tersebut tidak akan maksimal, jika dibandingkan dengan satu kelompok yang semua anggotanya mau bekerjasama mengerjakannya.

Di tempat kerja kita, ketika diadakan suatu acara untuk karyawan, tetapi ada karyawan-karyawan untuk mewakili suatu department misalnya, yang tidak bersedia untuk turut serta mengambil bagian dalam acara tersebut, maka acara tersebut tidak akan berjalan dengan baik aau hasilnya tidak maksimal.

Di gereja, dalam suatu pelayanan, jika ada satu orang saja yang tidak sehati atau mempunyai motivasi hati yang tidak baik, maka dapat merusak seluruh acara atau suasana kebaktian dan bahkan dapat menularkan segala hal yang tidak baik itu pada orang lain.

Dimana pun kita berada, selama tidak ada kesatuan hati atau kekompakan didalam satu tim, maka apa pun yang ingin dituju, tidak akan pernah tercapai dan tidak akan pernah dapat menghasilkan sesuatu yang baik.

Didalam hidup ini, kita akan selalu menemukan suatu tujuan. Dan didalam semua bidang kehidupan yang mempunyai tujuannya masing-masing, diperlukan adanya kesatuan untuk mencapai tujuan tersebut bersama para anggotanya. Bahkan didalam perencanaan liburan bersama keluarga pun kita perlu sehati dan kompak untuk bisa menikmati liburan yang menyenangkan.

Didalam kesehatian, kebersamaan, dan kekompakan, akan menghasilkan suatu kekuatan yang membuat kita dapat mencapai suatu tujuan. Kekuatan itulah yang dapat membuat kita terus bersemangat dan berjalan maju apa pun halangannya sampai kita dapat mencapai tujuan. Bahkan kekuatan itu kadangkala tidak pernah ada dalam akal pikiran kita.

Firman Tuhan didalam I Korintus 12:12 berkata “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekali pun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”. I Korintus 12:14 berkata “Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota”.

Jadi Tuhan Yesus menempatkan kita pada suatu lingkungan atau tempat untuk menjadi satu dengan beberapa orang yang lain yang memiliki berbagai karakter dan talenta yang berbeda-beda, untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan itu, kita harus bersatu dengan para anggota yang lain untuk menghasilkan suatu kekuatan untuk mencapai tujuan itu. Dengan demikian, hasilnya pun pasti baik. Sebaliknya, jika tidak ada kesatuan, maka tidak akan ada kekuatan untuk mencapai suatu tujuan, akibatnya hasilnya akan jelek atau gagallah semua rencana untuk mencapai suatu tujuan itu.

Jika kita berniat (atau merasa bahwa Tuhan sudah menempatkan kita) untuk berada di suatu tempat tertentu, maka kita harus bertekad untuk mempunyai visi dan misi yang sama (sehati) dengan para anggota yang lain, agar kita dapat bersama-sama mempunyai kekuatan untuk mencapai suatu tujuan dan menghasilkan sesuatu yang baik.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s