Menurun Atau Meningkat?


Ada seorang pria dan wanita, masing-masing berasal dari keluarga kaya yang cukup terhormat, lalu menikah dan dibekali sebuah usaha untuk dikembangkan dan menjadi sumber kehidupan rumah tangga mereka. Mereka berdua berkomitmen untuk tidak meminta bantuan dari orang tua atau saudara atas masalah keuangan dalam rumah tangga mereka nanti, walau pun mereka tahu bahwa usaha yang diberikan bukanlah usaha yang sudah berjalan dengan lancar melainkan usaha yang baru saja dirintis dan belum ada pelanggan.

Di awal kehidupan pernikahan mereka mengalami kesulitan keuangan karena masing-masing harus membiasakan diri untuk hidup dengan penghasilan mereka sendiri dan tidak lagi mengandalkan bantuan dari keluarganya.

Si pria sebagai anak sulung terbiasa untuk men-traktir adik-adiknya dan membeli apa pun yang dia inginkan tanpa harus memikirkan pasangan. Si wanita sebagai anak bungsu terbiasa untuk membeli apa pun yang dia inginkan dan ketika uang habis dia bisa meminta uang dari orang tua atau kakaknya.

Setelah menikah, pria dan wanita itu harus benar-benar belajar untuk hidup hemat. Si pria tidak lagi men-traktir adik-adiknya. Baik pria mau pun wanita belajar untuk membeli barang-barang yang benar-benar mereka perlukan. Bisa jadi di sebuah toko mereka diam dan merenungkan mengenai barang yang hendak dibeli, serta meletakkannya kembali setelah yakin bahwa mereka belum membutuhkannya.

Ketika belum menikah, masing-masing selalu menyalakan Air Conditioner, televisi, lampu, dan air kran dirumahnya, serta menggunakan telepon berjam-jam tanpa berpikir seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk semuanya itu karena ada orang tua yang selalu membayar. Setelah menikah, masing-masing harus mematikan semua aliran listrik dan air jika tidak diperlukan, serta menggunakan telepon hanya jika diperlukan.

Sebelum menikah masing-masing pria dan wanita tidak pernah berpikir apa yang akan mereka makan dan minum. Setelah menikah, khususnya si wanita diharapkan untuk bisa memasak, selain lebih menghemat, mereka pun harus menjaga kondisi tubuh mereka, tidak baik jika mereka harus makan makanan yang selalu dibeli atau makanan instan. Si pria pun tak jarang dia harus ikut memikirkan makan malam mereka berdua.

Teman-teman mereka melihat keadaan mereka seolah-olah hidup jauh lebih menderita dibandingkan ketika mereka belum menikah dan hidup bersama orang tuanya. Teman-temannya berkata bahwa mereka mengalami penurunan dalam kehidupannya.

Apakah benar mereka mengalami penurunan?

Menurut saya justru pasangan tersebut mengalami peningkatan dalam kehidupan mereka, baik secara pribadi mau pun sebagai pasangan. Contohnya mengenai hidup hemat yang sedang mereka terapkan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Hidup hemat bukanlah kehidupan yang menurun, melainkan kehidupan yang meningkat. Tidak selalu berfoya-foya seperti orang kaya adalah kehidupan yang ada diatas.

Firman Tuhan di Amsal 13:7 berkata “ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak”. Jadi perlukah seseorang berlagak seperti orang kaya, sedangkan kehidupan rumah tangganya penuh dengan kekurangan? Sebaliknya tak perlu bergaya hidup seperti orang miskin, padahal orang banyak tahu tentang pekerjaannya yang sukses misalnya.

Ibrani 13:5 berkata “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah diri dengan apa yang ada padamu”. Jadi hidup hemat bukanlah menjadi pelit atau berpura-pura miskin, melainkan belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Dikatakan meningkat, karena pasangan yang baru menikah ini mau belajar untuk tidak mengandalkan kekayaan yang dimiliki oleh keluarganya, melainkan mereka belajar dan menghidupi pernikahan mereka dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Firman Tuhan.

Sama halnya dengan orang-orang yang baru membuka usaha sendiri. Kelihatannya mereka harus bersusah payah bekerja dan harus berhemat, karena uangnya sudah terpakai untuk modal dan tidak setiap bulan mereka bisa mendapatkan keuntungan, seperti pada waktu mereka menjadi pegawai yang setiap bulannya pasti mendapatkan gaji.

Tetapi asalkan seseorang itu mau bekerja, tetap tekun, dan menerapkan pengajaran Firman Tuhan, maka suatu saat mereka pasti bisa menikmati hasilnya.

Didalam bidang kehidupan akan selalu ada awal dan akhir. Di akhir perjalanan, seseorang dapat bernafas lega dan bersukacita atas apa yang telah diraihnya setelah perjuangan yang memakan waktu cukup lama, serta menghabiskan tenaga yang cukup besar.

Tetapi di awal perjalanan akan selalu ada harga yang dibayar untuk memulai sebuah perjuangan. Diawal perjalanan ini biasanya orang lain melihat sebagai sesuatu penurunan dari kehidupan seseorang. Padahal sebenarnya awal perjalanan adalah titik nol dimana didalam perjalanannya nanti seseorang dapat mengalami penurunan dan peningkatan, membentuk sebuah grafik kehidupan. Namun orang lain dapat menilainya naik atau turun ketika seseorang itu berada di garis akhir.

Janganlah cepat beranggapan bahwa hidup kita atau orang lain sedang mengalami penurunan! Kalau pun memang benar kita sedang mengalami penurunan, maka segeralah berjalan naik bersama Tuhan. Tetapi jika kita sedang berjalan dari titik nol, maka jangan pernah lupa untuk sertakan Tuhan dalam setiap langkahmu. Tetaplah tekun dan teruslah meningkat. Ketika kita mengalami peningkatan, jagalah hati dan jangan cepat menjadi tinggi hati. Karena semua dapat terjadi hanya oleh Anugerah Tuhan saja.

Tuhan memberkati!

One thought on “Menurun Atau Meningkat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s