Memuji


Ada seorang teman yang berkata “saya akan memuji sesuatu atau seseorang untuk hal yang benar-benar patut dipuji”, tetapi selama kurang lebih 25 (dua puluh lima) tahun saya berteman dan cukup sering bertemu dengannya, saya hanya mendengar tidak sampai 10 (sepuluh) pujian yang dia ungkapkan dengan baik untuk orang lain dan itu pun kebanyakan untuk artis (saya sebagai temannya pun tidak pernah mendapatkan pujiannya).

Ada teman yang lain yang sering sekali memuji, bahkan hampir setiap dia membuka mulutnya, dia pasti memuji sesuatu atau seseorang. Sepertinya teman ini terlalu berlebihan, sehingga tidak bisa dibedakan mana pujian yang tulus dan mana pujian yang tidak tulus.

Tetapi ada beberapa orang teman juga yang suka memuji tetapi terasa kalau pujiannya itu tulus karena jika memang bagus menurutnya, dia akan berkata bagus, jika tidak, dia pun takkan memberikan pujiannya.

Termasuk tipe orang yang manakah anda?

Sebagai pasangan, baik pria mau pun wanita, tentunya harus saling memuji. Sayangnya, pria seringkali menggunakan pujian itu untuk merayu wanita yang disukainya dan wanita pun senang mendapatkan pujian itu walau pun mungkin pujian itu hanya sekedar untuk merayunya. Alangkah senangnya jika pujian itu datang dari hati yang tulus.

Sebagai orang tua atau anggota keluarga, tentunya harus saling memuji. Sayangnya, masing-masing anggota keluarga seringkali merasa ‘sudah terbiasa’ ada dengannya, sehingga tak perlu sering-sering memuji satu dengan yang lain.

Mazmur 150 berbunyi “Pujilah Allah dalam tempat kudusNya! Pujilah Dia dalam cakrawalaNya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaanNya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!”.

Tuhan Yesus tahu bahwa DIA adalah segala-galanya dalam hidup manusia dan DIA adalah pemilik alam semesta. Seperti bos besar atau artis yang pasti mengetahui akan kehebatan dan kedaulatannya atas sesuatu yang dikuasainya, apalagi Tuhan yang Maha Tahu, juga pasti mengetahui bahwa DIA jauh lebih berdaulat atas apa pun juga walau pun tak seorang pun memuji-muji DIA. Tetapi DIA suka dipuji, DIA ingin anak-anakNYA memujiNYA. DIA ingin anak-anakNYA mengakuiNYA.

Jika Tuhan saja suka dipuji, apalagi manusia. Bahkan manusia jauh lebih suka mendapatkan pujian dibandingkan Tuhan. Manusia suka ditinggikan, manusia suka dihormati, manusia suka diagungkan, manusia suka akan segala pemberian yang baik, termasuk pujian.

Pujian dapat membuat orang tinggi hati dan dapat membuat orang semakin semangat untuk bisa menjadi lebih baik lagi, tetapi yang tahu hanyalah Tuhan dan orang yang mendapatkan pujian itu. Yang pasti, seseorang yang tidak mau mengakui atau memuji orang lain adalah seseorang yang tinggi hati.

Kita tidak perlu menjadi seseorang yang berlebihan didalam memberi pujian terhadap orang lain dan tidak perlu menjadi seseorang yang pelit didalam memberikan pujian terhadap orang lain. Tetapi kita perlu memuji orang lain karena mereka ‘layak’ mendapatkan ‘pengakuan’ dari kita. Apabila orang lain itu menjadi tinggi hati atau tidak, maka sebenarnya itu bukan masalah kita.

Seseorang yang tidak mau mengakui sesuatu yang baik yang dimiliki oleh orang lain dengan tidak bersedia (pelit) memberikan pujian adalah seseorang yang merasa dirinya mempunyai pandangan yang jauh lebih baik dan mampu menghasilkan yang lebih baik, padahal belum tentu dia benar-benar mempunyai pandangan yang lebih baik, mengingat setiap orang mempunyai sudut pandangnya masing-masing dan pastinya dia tidak dapat menghasilkan hal yang sama (bahkan lebih baik) karena semua orang mempunyai talenta yang berbeda-beda.

Selain itu, seseorang yang sulit untuk memberikan pujian adalah seseorang yang iri hati. Orang yang iri hati sebenarnya adalah orang yang tinggi hati, karena walau pun dia tidak mampu memiliki keberhasilan atau sesuatu yang baik dari orang lain, tetapi dia tidak mau mengakuinya dan terus beranggapan bahwa dia sebenarnya mampu.

Tahukah kita bahwa memberikan pujian itu sama dengan memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi seseorang?

Seorang pria akan merasa dirinya berharga apabila dia mendapatkan pujian yang berupa penghargaan, misalnya saja mendapatkan kenaikan gaji atau posisi ditempat kerjanya atau mendapatkan ucapan terima kasih dari seseorang, sebagai ungkapan sebuah pujian yang berkata ‘engkau telah bekerja dengan baik atau apa yang kau lakukan sungguh berarti buatku atau pertolonganmu sungguh sangat berarti untukku’.

Seorang wanita akan merasa dirinya dicintai ketika dia mendapatkan pujian berupa perkataan misalnya saja “kau cantik”, atau “pakaianmu atau asesoris yang kau kenakan bagus”, atau “masakanmu enak”, atau “kau pintar”, dan lain-lain.

Semua orang pasti senang dan akan merasa sangat dihargai serta dicintai ketika dia menerima pujian. Tentu saja pujian itu harus tulus dari dalam hati kita dan bukan hanya sekedar untuk menyenangkannya.

Pujian tidak harus selalu berasal dari perkataan yang memuji-muji. Bisa kita lihat dari ayat didalam Mazmur 150 tersebut diatas, memuji Tuhan tidak harus selalu dengan mengatakan bahwa Tuhan itu baik, tetapi juga dengan berbagai hal, misalnya dengan tarian, dengan nyanyian, dengan senyuman, dan lain-lain. Apa pun bentuk pujian itu harus dari dalam hati yang tulus.

Demikian pula kita terhadap orang lain, pasangan, atau anggota keluarga, nyatakan pujian dengan cara yang menurut kita baik untuk orang itu dan nyaman untuk kita yang mengungkapkannya. Tentunya pujian itu harus dapat dimengerti oleh orang yang bersangkutan agar tidak terjadi salah pengertian.

Jangan pernah pelit untuk memberikan pujian! Jangan berpandangan terlalu keatas sehingga kita tidak bisa melihat sesuatu yang baik dari orang-orang yang mungkin berada di level bawah (menurut kita). Pujilah seseorang karena dia layak mendapatkan pujian, dengan demikian kita sama seperti memuji Tuhan atas ciptaanNYA.

Tuhan memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s