Pompa Air Galon


Sewaktu saya masih kuliah, saya ingat ada seorang teman yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, dan dia memilih untuk kost sebagai tempat tinggalnya selama kuliah di Surabaya. Seringkali kalau saya ada senggang waktu untuk menunggu jam kuliah berikutnya, saya ikut beristirahat di kamar kost nya. Sampai suatu ketika saya melihat dia menggunakan semacam pompa air yang sangat praktis untuk digunakan.

Sempat saya heran karena di kost sudah disediakan air putih, mengapa dia harus membeli untuk dikamarnya? Ternyata dia suka minum air putih, karena merasa sungkan dengan ibu kostnya, dia membeli sebuah air galon.
Untuk memudahkannya, dia tidak membeli alat dispenser agar tidak dimarahi oleh ibu kost nya karena harus menggunakan tambahan listrik rumahnya, tetapi dia menggunakan pompa untuk air galon. Jadi untuk mengangkat air galon sampai ke kamarnya dia bisa minta tolong pada pembantu yang ada di kostnya, dan untuk meminumnya, dia hanya membuka tutup galon yang berisi air putih tersebut, lalu memasangkan pompanya, dan dia bisa memompanya setiap kali hendak minum.

Tiba-tiba saja saya teringat akan kisah ini dan bercerita pada suami saya. Dan ketika kami membayangkan cara penggunaannya, kami mendapatkan sesuatu dari ‘kisah’ cara menggunakan pompa air galon tersebut.

Jadi jika galon tersebut terisi penuh dengan air putih, maka pengguna tidak perlu terlalu bersusah payah untuk memompanya, maka air pun bisa mengalir ke gelas dengan mudahnya. Sebaliknya, jika air didalam galon tersebut semakin berkurang dan (bahkan) hampir habis, maka pengguna akan memerlukan tenaga yang tentunya lebih besar untuk memompa, karena pengguna harus semakin sering memompa agar air dapat mengalir sampai di gelas untuk siap diminum.

Demikian pula dalam kehidupan ini, jika kita mempunyai kemampuan di suatu bidang tertentu, misalnya saja jika di sekolah kita pandai pelajaran matematika, maka kita tidak perlu bersusah payah untuk belajar seperti orang-orang yang tidak menyukai dan sulit mengerti pelajaran matematika. Atau misalnya untuk orang-orang yang ahli dalam bidang seni, maka mereka akan lebih mudah berkreasi didalam bidang seni daripada orang-orang yang tidak ahli dalam bidang seni.

Dan juga didalam kehidupan kerohanian kita, jika kita berada didalam level yang semakin tinggi, dalam arti kita benar-benar mengenal dekat dengan Tuhan, merenungkan dan taat untuk melakukan Firman Tuhan, serta selalu mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, maka didalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan kita tidak akan pernah terlalu ragu atau mengalami ketakutan serta kekuatiran yang teramat besar. Seperti seorang anak yang sudah mengenal ayahnya, yang tidak pernah ingkar janji atau mengecewakan, serta selalu melindunginya, maka apa pun yang dialami oleh seorang anak itu, dia akan tetap percaya bahwa ayahnya akan selalu melindunginya dan tidak akan mengecewakannya, sehingga dia akan tetap dapat menikmati waktu-waktunya.

Seseorang yang suka membaca Firman Tuhan atau rajin dalam pelayanannya, belum tentu level kerohaniannya sudah bagus. Hanya Tuhan yang dapat menilai level kerohanian seseorang. Diri kita sendiri sebenarnya dapat menilai seberapa level kerohanian yang kita miliki ketika kita menghadapi suatu masalah, seberapa besar rasa percaya yang kita miliki kepada Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita? Tetapi kita tidak bisa mengukur level kerohanian orang lain karena kita hanya dapat melihat apa yang tampak dari luar.

Agar kita dapat memiliki level kerohanian yang tinggi, maka kita harus mengisi penuh kerohanian kita, selain dengan perenungan isi Firman Tuhan serta taat melakukannya, maka kita harus mempunyai pengalaman-pengalaman bersama Tuhan. Biasanya kita dapat memperolehnya ketika kita mengalami suatu masalah dan hanya Tuhan yang dapat menolong kita.

Jangan lupakan perjalanan ketika kita mengalami masalah sampai ketika kita mendapatkan (mujizat) pertolonganNYA! Karena itulah pengalaman yang akan membawa kita pada level yang lebih tinggi. Ketika kita mengalami suatu masalah lagi, maka kita akan mengingat pertolongan Tuhan pada pengalaman kita sebelumnya. Walau pun caraNYA menolong tidak akan pernah sama, tetapi kita dapat mengingat bahwa Tuhan itu setia dan sanggup menolong kita.

Jika pada awal kita selalu merasa panik, kuatir, takut, dan sulit untuk percaya, maka pada perjalanan dan pengalaman hidup (level) berikutnya kita harus belajar untuk lebih mempercayai Tuhan, pada saat itulah kita dapat melihat bahwa level kerohanian kita sudah lebih baik daripada sebelumnya.

Isi penuh kehidupan rohani kita dengan pengenalan akan Allah lebih lagi, agar level kerohanian kita semakin meningkat dan kita tidak perlu bersusah payah untuk meningkatkan iman dan rasa percaya kita kepada Tuhan atau merasa terlalu kuatir, bingung, bimbang, dan takut lagi ketika kita mengalami suami hambatan didalam perjalanan hidup ini!

Tuhan memberkati!

**inspired by Frankly Reynold Malumbot

One thought on “Pompa Air Galon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s