Tidak Ada Pilihan Selain Taat


Memasuki kehidupan rumah tangga yang baru membuat saya mengerti bahwa setiap rumah tangga tidak akan pernah bisa menerapkan aturan yang sama persis seperti rumah tangga yang lain. Bahkan rumah tangga yang diciptakan oleh orang tua pun tidak akan pernah bisa sama persis dengan rumah tangga yang diciptakan oleh anak-anaknya.

Mengingat setiap dari kita mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda dan menikah dengan orang yang berasal dari kehidupan rumah tangga dengan tata cara yang berbeda-beda. Tentunya ketika dua pribadi bersatu dalam pernikahan, mereka mempunyai kesepakatan dan cita-cita untuk rumah tangga mereka, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa ‘mencampuri’ apa yang ingin diterapkannya selama hal itu baik.

Mulai dari perabotan yang dimiliki, peralatan rumah tangga yang dimiliki, tabungan yang dimiliki, cara menyusun rumah, sampai dengan kebiasaan, keinginan, dan selera yang dimiliki setiap rumah tangga itu pasti berbeda dengan rumah tangga yang lain. Karena semua orang mempunyai kapasitas, kualitas hidup, tata cara, dan kepribadian yang berbeda-beda.

Jika seseorang sudah terbiasa dengan segala pernak pernik kehidupan dan aturan yang ada didalam keluarganya atau didalam rumahnya sendiri, maka seseorang itu tidak akan sulit untuk beradaptasi dengan anggota keluarganya sendiri.
Berbeda jika seseorang itu masuk dalam rumah yang bukan rumahnya, maka dia tidak bisa sembarangan mengambil atau meletakkan barang-barang miliknya mau pun yang bukan miliknya. Jika didalam rumahnya sendiri ada aturan yang telah diterapkan padanya, maka ada aturan yang berbeda yang harus ditaatinya ketika dia masuk didalam rumah yang bukan rumahnya, tentu saja aturan yang diciptakan oleh sang empunya rumah tersebut.

Demikian pula didalam kehidupan kita diluar rumah, misalnya sebagai anak-anak yang masih harus berada di bangku sekolah atau di kampus, maka setiap kelas atau setiap fakultas tentunya memiliki tata cara yang berbeda-beda. Jika seorang anak harus masuk di kelas tertentu, maka dia harus taat pada aturan yang diterapkan oleh guru wali kelasnya itu. Dan jika seorang mahasiswa sudah memilih jurusan tertentu, maka mahasiswa itu pun harus mengikuti setiap aturan yang diberlakukan oleh fakultasnya. Tidak bisa lagi seorang siswa atau mahasiswa menerapkan aturan yang ada di kelas atau fakultas yang lain, yang mungkin menurut mereka jauh lebih menyenangkan.

Di dunia kerja, tentu saja ada aturan yang berbeda antara kantor yang satu dengan kantor yang lain. Peraturan yang diterapkan di dunia kerja perbankan, perhotelan, dan atau di rumah sakit tentunya sangat jauh berbeda, dilihat dari bidang kerjanya saja sudah berbeda. Jika kita sudah memilih untuk bekerja disalah satu bidang tertentu maka kita harus taat pada aturan yang berlaku. Kalau kita berpindah kerja, maka kita juga harus beradptasi dengan aturan yang diberlakukan di tempat kerja yang baru itu.

Demikian pula dengan gereja. Walau pun agama kita sama, misalnya saja agama Kristen, tetapi antara gereja yang satu dengan gereja yang lain tentu memiliki aturan yang berbeda-beda. Sebagai jemaat, jika kita sudah menetapkan untuk beribadah disuatu gereja tertentu, maka kita harus taat pada aturan yang berlaku di gereja tersebut. Tentu saja ada aturan yang menyukakan hati dan ada aturan yang tidak masuk diakal. Tetapi sebagai jemaat, maka kita tidak mempunyai pilihan selain harus taat.

Mungkin kita bisa memilih untuk berpindah agama atau berpindah ke gereja lain. Tetapi sebagaimana kita ada didalam keluarga kita, tidak mungkin kita berpindah-pindah dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain hanya untuk mencari ‘enaknya’ saja.

Misalnya saja ada gereja yang ingin mengembangkan diri untuk menjadi sebuah gereja yang lebih modern, mengingat kita hidup dijaman yang modern. Sehingga ada hal-hal yang harus ditiadakan dan ada hal-hal yang justru harus dikembangkan lagi. Mungkin hal itu akan memberatkan untuk pihak-pihak tertentu. Tetapi itulah keputusan yang diterapkan, maka sebagai pelayan yang ada didalam gereja tersebut seharusnya dapat mengerti bahwa sebenarnya bukan berarti pelayanan itu terhenti. Bisa saja masing-masing pribadi belajar bidang pelayanan yang lain misalnya sebagai pemain musik, usher, atau singer, atau sebagai penulis warta, yang penting masih ‘berguna’ untuk gereja.

Firman Tuhan berkata bahwa apa yang telah ditetapkan oleh pemimpin kita, itu berasal dari Allah. Itu berarti pemimpin gereja kita, dengan segala kelemahannya, adalah seseorang yang mendapatkan otoritas dari Allah untuk menggembalakan kita para jemaatnya. Dan sebagai jemaat, kita harus dapat tunduk pada otoritas tersebut.

Pemimpin meniadakan pelayanan atau bidang tertentu tentu ada alasannya. Sehingga ketika seseorang tetap memaksakan diri untuk melakukan hal yang dilarang oleh pemimpin, maka yang terjadi adalah suatu keadaan yang ‘rusuh’ atau suasana yang sebenarnya hendak diciptakan didalam kebaktian tersebut akan terusik dengan sikap diri yang memaksakan.

Jadi intinya, didalam ‘rumah’ dimana kita di tempatkan, yang artinya di lingkungan sekolah, kampus, tempat kerja, mau pun di tempat kita beribadah (gereja), kita tidak mempunyai pilihan selain taat pada aturan yang ditetapkan oleh pemimpin di tempat tersebut. Jangan memaksakan kehendak kita karena kita menganggap diri kita tidak bersalah! Karena ketika kita memaksakan kehendak kita itu kita sudah bersalah.

Sebaliknya, jika kita adalah seorang pemimpin, maka ciptakanlah aturan dengan sikap yang bijaksana, bukan untuk kepentingan kita sendiri melainkan untuk kepentingan orang banyak. Jangan pernah bersikap semena-mena jika kita ingin dihargai dan dihormati!

Ketaatan kita pada aturan yang telah diterapkan baik didalam ‘rumah’ kita sendiri mau pun ‘rumah’ orang lain, akan mempermudah kita untuk bersikap taat pada Firman Tuhan dan kebijakan Tuhan atas hidup kita. Dan tidak ada yang rugi ketika kita belajar mau hidup taat. Ketaatan bukanlah sikap ‘kalah’ dan menyatakan diri sendiri bersalah walau pun ada pada posisi benar, tetapi ketaatan adalah sikap tunduk pada otoritas, yang sebenarnya adalah Tuhan Yesus sendiri yang Empunya hidup ini.

Tuhan memberkati.

One thought on “Tidak Ada Pilihan Selain Taat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s