Seberapa Besar Harga Hidupmu


Suatu hari ada seorang pegawai yang harus berpindah ke suatu tempat pekerjaan yang baru karena keadaan yang tidak bisa memberinya pilihan lagi. Dia adalah pegawai yang dapat bekerja dengan baik, semua dikerjakan dan diselesaikannya dengan sangat rapi. Tidak ada masalah dengan dirinya, hanya saja dia memang harus keluar dari perusahaan tersebut dan mencari pekerjaan yang lain.

Bersyukurlah dia karena ternyata ada suatu perusahaan yang mau menerimanya pada posisi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi sayangnya dengan gaji untuk staff yang paling rendah atau biasanya gaji yang sejumlah tersebut pantas untuk orang-orang yang baru lulus kuliah (fresh graduate).

Dengan pengalaman yang sebelumnya dan berbagai pengetahuan yang pegawai ini miliki, serta perhitungan untuk uang transportasi dan kehidupan sehari-hari, tentu saja dia sangat berkeberatan menerima sejumlah gaji yang ditawarkan itu. Dia bernegosiasi dan menentukan sejumlah yang cukup tinggi, sesuai dengan kapasitas yang menurutnya dia pantas mendapatkan harga tersebut.

Dari cerita tersebut diatas, mari kita merenungkan kembali, kalau seandainya kita dipekerjakan disuatu perusahaan, bagaimana kita menawarkan tenaga kita itu kepada perusahaan tersebut? Apakah menurut diri kita sendiri, kita pantas mendapatkan kedudukan yang tinggi dan gaji yang tinggi ataukah sebaliknya, cukup kedudukan yang biasa-biasa saja dengan gaji yang standard?

Dimana pun perusahaan, pasti akan menggunakan ilmu ekonomi yaitu “mendapatkan keuntungan yang maksimal mungkin, dengan pengeluaran yang seminimal mungkin”, salah satunya dengan mencari pegawai yang dapat digaji serendah mungkin tetapi tenaga dan pikiran, serta ide-idenya dapat digunakan semaksimal mungkin demi keuntungan perusahaan.

Suatu ketika saya membeli makanan dengan harga yang murah dan saya mengeluh kepada seorang teman bahwa makanan tersebut tidak enak dan buat tenggorokan sakit, lalu teman saya itu berkata dengan ringannya, “Lia, kamu beli barang murahan kok mau selamat”. Jadi, kita jangan pernah berharap sesuatu itu bagus kualitasnya dan kita bisa berbangga terhadapnya jika kita bisa membeli dengan harga yang sangat murah.

Demikian juga didalam dunia kerja, jika kita berharap bisa membayar pegawai dengan gaji yang murah, maka jangan kita berharap dia adalah pegawai yang pintar. Jadi jangan kita marah dan berkata pada pembantu kita “aduh, kamu ini goblok sekali”, karena memang dia hanyalah seorang pembantu yang gajinya pun tidak setinggi pegawai kantoran. Kalau seorang pembantu itu pandai, maka dia akan memilih untuk bekerja dikantoran dari pada di rumah kita untuk menjadi seorang pembantu.

Kalau pun suatu ketika kita bisa mendapatkan pegawai yang sangat pintar dan bisa menjadi teladan serta mau digaji murah, maka suatu ketika perusahaan lain dapat melihat kelebihan yang dia miliki dan mampu membayarnya lebih, maka pegawai itu pun akan segera pindah ke perusahaan tersebut. Karena kehidupan ini terus berkembang dan biayanya pun mahal, jadi tidak mungkin orang tidak mencari yang lebih baik untuk kehidupannya.

Demikian pula didalam kehidupan ini, seberapa besar kita menghargai kehidupan dan pribadi kita? Apakah kita ini seorang yang miskin dan tidak berpendidikan sehingga kita hanya bisa menghargai kehidupan kita ini sangat murah? Ataukah karena kita seorang yang kaya dan pandai sehingga kita menghargai kehidupan kita dengan sangat mahal?

Sebenarnya hidup kita dan orang-orang yang ada disekitar kita itu memiliki harga yang sama mahalnya. Mengapa? Karena semua orang mempunyai otak dan kemampuan (talenta). Bedanya, ada yang sudah menjadi sukses terlebih dahulu dan ada yang masih harus merintis kehidupannya, dan ada yang tidak mempunyai kemampuan untuk mencapai cita-cita karena segala keterbatasannya, dan ada yang terlalu mampu sehingga apa pun bisa dikerjakannya dengan maksimal. Tetapi pada dasarnya kehidupan semua orang didunia ini sama mahal harganya.

Darlene Zschech, seorang pemimpin pujian di HillSong Church, Sydney – Australia, dalam bukunya menulis beberapa ciri orang yang sombong, salah satunya adalah orang yang mudah tersinggung dan menjadi sakit hati karena perkataan atau perlakuan orang lain.

Jadi jika kita benar-benar mengerti bahwa hidup kita ini mahal harganya, maka tidak ada yang perlu kita sombongkan dengan diri kita dan kita tidak perlu tersinggung hanya karena seseorang memperlakukan kita dengan tidak adil atau berkata-kata yang tidak pantas terhadap kita.

Siapa pun orang yang memperlakukan kita dengan tidak adil atau berkata buruk tentang kita, mereka tetap saja tidak akan pernah bisa mengambil segala hal yang baik yang ada didalam hidup kita. Mereka berkata-kata buruk dan memperlakukan kita dengan cara yang buruk, karena mereka tidak mampu menjadi seperti kita. Lalu apa gunanya kita menjadi tersinggung kalau bukan karena kita saja yang merasa sombong dan merasa terlalu berarti sehingga tidak layak untuk dihina?

Tuhan membayar hidup kita dengan tubuh dan darahNYA yang kudus dan tak bercela. Seumur hidup kita bekerja pun takkan mampu membayar harga yang telah ditebusNYA diatas kayu salib. Itulah sebabnya harga hidup kita sudah sangat mahal. Selain itu, kita diciptakan sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya diantara hewan dan tumbuhan, demikianlah sebenarnya harga hidup manusia, yaitu diri kita ini sudah mahal sejak awal penciptaanNYA.

Sekarang kita tahu bahwa hidup kita ini berharga mahal, maka mulai sekarang kita bisa belajar untuk lebih berkarya dan mengerjakan segala sesuatu yang ada ditangan kita, apa pun status kita, apa pun tingkatan kita, apa pun diri kita, tunjukkan pada Tuhan dan orang lain bahwa kita layak untuk mendapatkan harga yang mahal karena hidup kita, pikiran kita, hati kita, dan segala kemampuan yang kita miliki itu berharga mahal.

Tetapi ingat: bukan dengan cara menjadi tinggi hati untuk menunjukkan bahwa kita ini berharga mahal, melainkan kualitas hidup dan pribadi kita itu nantinya akan membawa kita pada tingkatan yang lebih tinggi, tanpa kita harus menjadi tinggi hati dan menyatakannya pada orang-orang disekitar kita.

Tuhan memberkati!

One thought on “Seberapa Besar Harga Hidupmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s