Yang Tak Terencanakan


Jika kita suka bermain, maka suatu ketika kita akan menemukan diantara banyakanya permainan yang kita mainkan itu beberapa permainan ada yang secara otomatis bisa memberikan petunjuk ketika pemain ‘terlihat’ mengalami jalan buntu. Misalnya saja untuk permainan Burger Rush seperti yang pernah saya bahas dalam artikel-artikel saya sebelumnya, didalamnya akan diberikan petunjuk dengan tanda arah panah untuk menunjukkan mana yang dapat ditukarkan. Atau mungkin permainan lainnya seperti Nanny Mania juga memberikan petunjuk dengan cahaya yang berkedip-kedip untuk menunjukkan benda yang harus dibersihkan.

Tetapi diantara semua petunjuk yang diberikan itu, untuk permainan tertentu, misalnya saja permainan Burger Rush, kadangkala ketika kita patuh pada petunjuk tersebut, maka yang terjadi strategi yang sudah kita atur itu menjadi berubah atau lebih tepatnya harus diubah karena tidak sesuai dengan ‘kehendak’ kita. Dengan kata lain, akibat kita bingung menentukan arah dan kita memilih untuk patuh pada petunjuk yang diberikan, maka hasilnya strategi yang mungkin kita atur sebelumnya dapat berubah karena petunjuk yang kita taati itu tidak sesuai dengan arah yang ingin kita jalankan.

Petunjuk arah, nama jalan, dan nomor rumah yang ada di jalan-jalan dimana kita lalui selama ini akan memberikan kita petunjuk agar kita tidak salah alamat atau salah mengunjungi rumah orang yang tidak kita kenal. Tetapi belum tentu semua arah itu sesuai dengan tujuan kita dan kita tidak harus melalui semua petunjuk yang diberikan jika kita merasa tidak ingin menuju ‘kesana’.

Suatu ketika, saya mencari sebuah alamat rumah dan ada sebuah petunjuk arah yang rupanya ada seorang yang iseng dan memutar-mutarnya atau mungkin ada kendaraan yang tidak sengaja menabraknya, sehingga petunjuk arah tersebut menunjukkan arah yang tidak jelas, harus lurus atau belok ke kanan. Untuk memastikannya, maka saya harus bertanya pada seorang petugas penjaga wilayah tersebut.

Jadi kadangkala ketika kita benar-benar memerlukan bantuan atau petunjuk, maka kita bisa bertanya pada orang yang sekiranya mengerti arah tujuan kita itu, dan tidak semua petunjuk itu dapat kita ikuti atau kita patuhi jika tidak sesuai dengan arah tujuan kita.

Demikian juga didalam kehidupan ini, ketika kita mengalami kesulitan, akan ada begitu banyak orang dengan berbagai pengalaman yang dimilikinya dan bahkan ada yang juga belum pernah mengalaminya, memberikan nasehat, pandangan, ide, atau pendapatnya. Semuanya tentu berniat baik terhadap kita. Tetapi, tidak semua nasehat, pandangan, ide, atau pendapat itu dapat sesuai dengan tujuan yang hendak kita capai.

Oleh karena itu, tidak semua nasehat, pandangan, ide, atau pendapat itu bisa kita turuti. Nasehat, pandangan, ide, atau pendapat itu semuanya tidak ada yang buruk, tetapi belum tentu sesuai dengan tujuan kita. Kalau pun sesuai dengan tujuan kita, tetapi tidak semuanya bisa kita laksanakan.

Sebagai contoh arah menuju rumah seorang teman dapat dilalui dengan tiga bahkan lima cara karena letaknya ditengah kota. Bisa dengan cara melalui jalan tikus (masuk di jalan kecil untuk menghindari kemacetan), bisa dengan cara melalui jalan tol, bisa dengan cara melalui jalan yang biasa orang umum melaluinya, bisa dengan cara melalui jalan memutar arah, bisa dengan cara melalui jalan besar. Tetapi tentu saja terserah siapa saja yang hendak menuju ke rumah seorang teman itu hendak melalui jalan yang mana.

Demikian juga kita mempunyai hak untuk menentukan nasehat, pandangan, ide, atau pendapat siapa yang hendak kita turuti. Pada akhirnya, diri sendirilah yang akan menjalani dan mencapai tujuannya masing-masing.

Seringkali orang merasa bingung, sungkan dan malu dengan sahabatnya, orang tuanya, saudaranya, atau pemimpinannya, semua memberinya masukan harus begini dan begitu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Akhirnya dia tidak melakukan apa-apa dan tidak menyelesaikan apa-apa.

Memang benar, tidak ada yang pernah tahu nasehat, pandangan, ide, atau pendapat siapa yang paling benar kecuali kita menjalaninya. Oleh karena itu, didalam hidup ini, hikmat Tuhan itu penting untuk kita miliki. Firman Tuhan berkata bahwa “bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan (Ayub 32:9), tetapi roh yang didalam manusia dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian (Ayub 32:8)”.

Biarlah dalam setiap aspek kehidupan, kita selalu mengandalkan Tuhan dan hikmatNYA. Bukan berarti kita tidak perlu mendengarkan orang lain, karena kadangkala Tuhan dapat berbicara melalui orang lain. Tetapi semua nasehat, pandangan, ide, atau pendapat yang diberikan pada kita itu dapat membantu kita untuk mempertimbangkan atau memutuskan langkah kita.
Jika saat ini kita harus memutuskan sesuatu, atau menyelesaikan sesuatu, atau hendak mencapai sesuatu, maka tentukan langkah dan berdoalah. Biarlah dalam setiap langkah, ada penyertaan dan pimpinan Roh Kudus yang senantiasa memberikan petunjuk yang benar bagi kita.

Tuhan memberkati.

One thought on “Yang Tak Terencanakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s