Hidup Adalah Belajar


Terdengar suara anak kecil menangis didepan jalanan rumah. Setelah mendengar beberapa komentarnya, ternyata dia mengira dirinya akan ditinggal pergi oleh mama dan kakaknya, padahalnya dia masih menutup pintu pagar. Mama dan kakaknya tertawa-tawa, kemudian mengajaknya ikut serta.

Beberapa hari sebelumnya, terdengar juga suara tangis seorang anak, yang rupanya anak tetangga depan rumah. Sambil mengetuk-ngetuk pintu rumahnya dan berteriak-teriak serta menangis-nangis, berkata “ibu, bukakan pintunya”, terdengar teriakan dari dalam rumah “tidak, kamu diluar karena kamu nakal, tidak mau nurut ibu”. Anak pun tetap menangis-nangis, berteriak-teriak, dan mengetuk-ngetuk pintu minta dibukakan.

Saya tersenyum mendengar semua kejadian itu dari dalam rumah karena teringat akan kisah saya sewaktu masih kecil. Saya juga pernah dihukum oleh mami saya karena nakal dan disuruh keluar rumah kalau tidak mau menurut aturan dan perintahnya. Saya pun menangis panik dan berteriak-teriak minta dibukakan pintu. Cerita yang mirip terulang kembali rupanya di keluarga tetangga depan rumah saya.

Dan hari ini pun, kembali saya tersenyum, mendengar teriakan seorang anak yang mengira dirinya ditinggalkan oleh mama dan kakaknya, karena saya pun pernah mengalami hal yang sama. Saya disuruh mengunci pintu pagar, tetapi mungkin berniat untuk menggoda saya, mami dan kakak saya pun pura-pura pergi. Reaksi saya langsung panik pada waktu itu dan tidak melakukan hal lain selain menangis.

Kejadian itu adalah kejadian sewaktu saya masih kecil, mungkin masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, sampai duduk di bangku Sekolah Dasar. Mungkin pembaca juga pernah mengalami hal yang sama dan mungkin pembaca juga sedang tersenyum mendengar cerita tersebut diatas.

Tetapi sekarang kita semua yang sudah melalui hal-hal tersebut dapat tersenyum karena sekarang kita mengerti bahwa itu semua sebenarnya hanya pura-pura atau untuk menakuti atau sengaja untuk menggoda.

Kita semua sekarang tentunya sudah lebih dewasa dan berusia lebih tua. Kalau pun ada seseorang yang hendak menggoda kita dengan ‘cara yang sama’, misalnya pura-pura pergi meninggalkan kita, padahal kita hendak ikut dengannya, mungkin reaksi kita hanya berteriak tertawa atau kembali masuk kedalam rumah jika memang ternyata benar ditinggal, atau menelpon untuk minta dijemput kembali. Mudah saja bukan?

Demikian juga didalam kehidupan ini, kita semua tentunya tahu bahwa didalam hidup ini kita harus terus menerus belajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta khususnya kita harus belajar untuk menjadi lebih baik lagi (mau berubah).

Jika dulu kita orang yang mudah marah, maka setelah kita melalui banyak hal, kita bisa menjadi seorang yang lebih sabar dan pengertian. Jika dulu kita seorang yang keras hati, maka setelah mengalami berbagai persoalan hidup, kita mengerti bahwa tidak ada gunanya berkeras hati dan alangkah baiknya jika kita menjadi seorang yang lemah lembut.

Jika dulu kita seorang yang mudah tersinggung, maka setelah belajar untuk membuka diri, mau berteman dan mengenal orang lain, kita bisa mengerti bahwa tidak ada niat orang lain untuk menyinggung kita. Jika dulu kita seorang yang pemalas, maka kita mengerti bahwa didalam hidup ini kita harus berjuang, mau belajar, dan bekerja.

Jika dulu kita seorang yang kuno, maka setelah kita sering menonton televisi atau sering bepergian, jalan-jalan ke mall misalnya, atau sering bergaul dengan orang yang lebih modern, dan kita sendiri mau berubah, akhirnya kita bisa dandan dan memperbaiki penampilan. Jika dulu kita seorang yang terlihat bodoh (baca: kurang pergaulan), maka dengan adanya teknologi, kita bisa membaca-baca berita di internet atau membaca koran, sehingga akhirnya kita mempunyai wawasan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Semua pembelajaran dan perubahan itu perlu proses dan perlu waktu. Seperti cerita anak kecil diatas, perlu bertahun-tahun untuk mengerti bahwa sikap orang tuanya itu bukan jahat, melainkan ingin dia taat, belajar, menuntut ilmu, dan menjadi seorang anak yang baik. Dan dia bisa mengerti apabila dia mau belajar dan berjalan, melalui berbagai hal didalam hidup ini.

Demikian pula didalam kehidupan ini. Selama kita masih hidup, kita akan terus menerus mendapatkan pelajaran agar kita belajar untuk menjadi lebih baik. Saat ini mungkin kita belum ‘menang’ atau berhasil menjadi seorang yang lebih baik. Tetapi suatu saat nanti, kita pasti akan bisa menjadi seorang yang lebih baik.

Orang lain atau bahkan keluarga kita sendiri, saat ini mungkin melihat, menilai, mentertawakan, dan menjauhi diri kita, serta selalu membicarakan hal-hal yang buruk tentang kita. Kita tidak akan pernah bisa mencegah hal itu. Mungkin kita merasa sedih atau semakin menjadi jengkel dan berkeras hati untuk membenci mereka kembali.

Tidak ada jalan keluar yang bisa kita lakukan selain mau belajar untuk menjadi lebih baik dan mengampuni diri sendiri dengan berusaha untuk terus mau berubah. Selanjutnya, kita tidak akan selamanya menjadi seseorang yang buruk, kita tentu akan berhasil melewati semua proses kehidupan ini.

Dan kita juga jangan melakukan hal yang sama seperti orang lain atau anggota keluarga kita itu, dengan tidak mempercayai apabila orang lain hendak berubah. Jika ada orang lain yang sedang berusaha untuk menjadi lebih baik, hargai, percayailah, dukunglah, dan sayangilah dia.

Tuhan memberkati.

Iklan

2 thoughts on “Hidup Adalah Belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s