Lihatlah KebaikanNYA!


Mengalami gempa pada tanggal 13 Oktober 2011 di Pulau Bali adalah pertama kali dan saya harap untuk terakhir kalinya juga. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang kemudian dengan cepat mendekat dan semuanya bergetar dengan menakutkan. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya hanya bisa berteriak “Tuhan, tolong aku!”. Seketika getaran itu berhenti. Tidak sampai satu menit, gempa berhenti.

Suami saya menelpon dan menyuruh saya keluar rumah jika ada gempa lagi. Kami tidak pernah mengalami gempa, jadi kami kebingungan harus berbuat apa. Lalu banyak orang memberikan perhatian dengan menanyakan tentang kabar kami dan mereka berkata bahwa gempa terjadi sekitar lima menit dan ada korban, serta banyak kerusakan.

Saya bertanya pada suami bagaimana keadaan tempat kerja dan dia berkata bahwa semua baik-baik saja. Tetapi memang kami berdua cukup terkejut dengan kejadian ini dan tentu banyak orang juga terkejut tentunya. Apalagi gempa ini menurut beberapa sumber, juga terasa getarannya di Surabaya, Malang, Lumajang, Jember, dan kota-kota sekitarnya. Selain itu, menurut berita yang tersiar, pusat gempa ada di Nusa Dua, tempat tinggal dan tempat kerja suami saya.

Malam hari, karena memang ada keperluan, saya bersama suami pergi ke daerah yang cukup jauh dari tempat tinggal kami, dan kami melihat beberapa tempat di sekitar kami, ternyata banyak juga yang mengalami kerusakan. Bahkan sewaktu suami saya sedang berada di jalan sore hari sebelum pulang ke rumah, dia sempat melihat ada sebuah mobil yang rusak karena kejatuhan atap sebuah gedung.

Awalnya, saya berpikir bahwa berita-berita itu terlalu berlebihan. Tetapi kemudian saya kembali berpikir bahwa mungkin bukan beritanya yang berlebihan tetapi memang penyertaan Tuhan ada atas saya dan suami, serta semua orang yang ada didekat kami walau pun mungkin mereka tidak mempunyai kepercayaan yang sama dengan kami.

Kemudian setelah saya melihat keluar, keadaan yang memang ternyata cukup parah, didalam hati saya sangat bersyukur karena memang benar-benar penyertaan Tuhan itu ada atas kami berdua.

Seringkali didalam kehidupan ini kita bisa bersyukur karena selamat dari bencana alam, atau selamat dari kejahatan orang lain, atau sembuh dari sakit penyakit, dan bersyukur karena berbagai hal lainnya. Tetapi kita mungkin tidak akan benar-benar bersyukur ketika kita tidak mengetahui kejadian yang sebenar-benarnya terjadi yang mungkin tidak kita lihat.

Contoh, seandainya saja saya tidak keluar rumah malam hari setelah kejadian gempa kemarin, maka saya mungkin bersyukur karena berita-berita yang mengatakan bahwa gempa telah membuat rusak beberapa tempat dan ada korban juga, tetapi saya baik-baik saja karena Tuhan beserta dengan saya. Rasa syukur saya itu sepertinya hanya sepele. Benar bersyukur, tetapi hanya sekedar bersyukur karena saya mengenal Tuhan dan DIA pantas menerima rasa syukur saya atas apa yang diperbuatNYA atas hidup saya.

Tetapi rasa syukur itu akan benar-benar berarti ketika saya melihat keluar kejadian yang memang benar-benar lebih parah, karena dengan mata saya sendiri melihat bahwa sewaktu kejadian gempa tersebut, Tuhan benar-benar melindungi saya dan suami dari bencana yang ternyata dialami oleh orang lain (tentunya bukan berarti saya bersukacita atas bencana yang dialami oleh orang lain itu).

Demikian pula didalam kehidupan kita ini, seringkali kita hanya berada didalam sukacita kita sendiri atau kedukaan kita sendiri, tanpa mau tahu apa yang terjadi dengan keadaan orang lain, yang penting diri kita aman, tenteram, dan kita mendapatkan segala yang kita inginkan, selesai.

Tidak ada manusia yang punya rasa cukup, itulah sebabnya Tuhan menciptakan orang lain dengan keadaan yang berbeda dengan kita. Walau pun tampaknya seseorang itu nyaman dan enak karena kita tidak mempunyai yang seseorang itu punyai, tetapi saya percaya seratus persen bahwa beratnya masalah yang kita alami itu mempunyai berat yang sama untuk masalah dialami oleh seseorang itu. Dan kalau kita tahu hal itu, maka kita baru akan benar-benar bisa bersyukur dengan keadaan kita.

Apakah saat ini hutang kita sedang menumpuk? Apakah saat ini kesehatan kita buruk dan terus memburuk? Apakah saat ini pasangan sedang meninggalkan kita? Apakah saat ini pekerjaan sedang memberikan kerugian pada kita? Apakah saat ini kita sedang terancam tidak mempunyai rumah atau tidak mempunyai pekerjaan? Apakah saat ini kita sedang merasa tertindas?

Sebaliknya, apakah saat ini kita sedang bersenang-senang karena hari libur dan banyaknya uang di rekening sehingga kita bisa membeli segala sesuatu? Apakah saat ini kita sedang gembira karena mendapatkan tas hermes yang kita idam-idamkan? Apakah saat ini kesehatan kita sangat baik? Apakah saat ini, keluarga kita semuanya baik-baik dan harmonis?

Tolong lihatlah keluar sana, ada begitu banyak orang yang mengalami kesusahan yang mungkin sama atau jauh lebih parah dari yang kita sedang alami! Lihatlah keluar sana, ketika kita bersenang-senang ada orang yang belum makan dan sedang kelaparan! Sudahkah kau benar-benar bersyukur dan mempunyai hati yang sungguh-sungguh bersyukur? Apakah hatimu dipenuhi dengan belas kasihan atau apakah kau benar-benar merasa kasihan dan selanjutnya hanya memikirkan kembali keadaanmu sendiri?

Kita ingat untuk memberi orang yang kesusahan hanya ketika hari raya agama atau pada saat suatu wilayah mengalami bencana alam. Tetapi hari-hari selanjutnya kita belum tentu rela menolong orang lain. Tetapi kita masih saja sering mengeluh sama Tuhan tentang keadaan kita?

Tuhan itu sudah sangat baik terhadap kita. DIA bisa memberi, DIA berhak mengambil. DIA bisa membuat mujizat, DIA bisa mengijinkan kita terpuruk untuk beberapa waktu. Tetapi DIA tetap Tuhan yang setia.

Keluarlah! Dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu!

Saya tidak menganjurkan para pembaca memberi atau berbelas kasihan pada orang lain, tetapi saya hanya ingin para pembaca bisa benar-benar bersyukur karena Tuhan itu baik pada hidup kita semua.

Selanjutnya? Terserah anda!

Tuhan memberkati!

One thought on “Lihatlah KebaikanNYA!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s