We Are Just a Human Being


Suatu hari, sepertinya ada seseorang yang tidak saya kenal, menemukan weblog saya dan membaca tulisan-tulisan saya, serta memberikan komentar yang positif terhadap tulisan saya tersebut. Sampai-sampai dia subscribe atau mendaftarkan diri agar diberitahukan secara otomatis melalui email apabila saya memuat artikel-artikel saya.

Dia adalah orang kedua yang subscribe di weblog saya tersebut setelah suami saya sendiri dan tentunya secara manusia, didalam hati saya sangat senang melihat respon yang sangat positif tersebut. Jujur saya sampai lupa bahwa tulisan saya ada karena ide dari Tuhan.

Kemudian saya merasa tidak enak hati, bukan karena saya ingat bahwa seharusnya saya bersyukur pada Tuhan, melainkan karena saya menilai dan mengenal diri saya bukan orang yang sebaik dan se-beriman seperti apa yang saya tuliskan pada artikel-artikel saya itu.

Memang benar saya mengalami dan melihat semua kejadian, serta mendapatkan sesuatu yang baik, kemudian saya menuangkan dalam tulisan saya tersebut, tetapi saya seringkali juga mengecewakan orang lain dengan perkataan atau sikap saya, dan orang-orang terdekat saya pasti mengetahui semua hal yang buruk tentang saya.

Walau pun ketika saya marah, sedih, atau kecewa, saya pasti mempunyai alasan yang tepat, tetapi bagi saya, kemarahan, kesedihan, dan kekecewaan, serta segala reaksi yang negatif tetaplah sesuatu hal yang buruk dan seharusnya sebagai orang yang percaya pada Tuhan itu harus dimiliki seminimal mungkin atau paling tidak dijaga agar orang lain tidak kecewa.

Saya sering berkata bahwa inilah saya, orang harus tahu bahwa saya manusia biasa, walau pun bisa menulis artikel rohani yang sangat bagus tetapi saya juga punya kejelekan. Saya berusaha berkata pada orang yang memuji saya bahwa saya ini banyak kekurangan agar mereka tidak terkejut terhadap saya, dan akhirnya dengan atau tanpa sengaja kemudian saya bisa memunculkan kejelekan saya tersebut dan entah apa yang selanjutnya orang pikirkan tentang saya.

Disisi lain, tentunya saya juga mempunyai hal-hal yang sangat baik didalam hati dan pikiran, bahkan mungkin melebihi semua kejelekan yang saya miliki. Saya juga mempunyai banyak teman dekat yang tulus mengasihi saya walau pun mereka tentu sangat tahu kejelekan saya, tetapi mereka tidak memerdulikan hal itu karena mereka tahu bahwa saya tidaklah sejelek seperti yang saya pikirkan. Tak hanya itu, saya melihat ada begitu banyak orang juga yang sifatnya jauh lebih jelek daripada saya, tetapi mereka bisa percaya bahwa dirinya baik.

Inilah kehidupan. Orang bisa mengagumi hidup orang lain, padahal orang lain itu tentu mempunyai kelemahan, hanya saja mereka tidak akan pernah tahu apabila mereka tidak berada dekat dengan orang lain itu.

Ada orang-orang yang kelihatannya sangat baik, tulus, dan tidak pernah marah, tetapi ada saja orang-orang yang merasa terabaikan hanya karena mendapatkan jawaban yang singkat atas pertanyaan mereka atau tidak mendapatkan balasan senyuman ketika berpapasan dengan mereka, mungkin ketika orang-orang itu sedang memikirkan sesuatu, maka mereka pun akhirnya menjadi kecewa.

Jadi walau pun seseorang itu terlihat baik, bisa saja seseorang itu membuat kecewa orang lain. Lalu apa bedanya dengan orang-orang yang memang mempunyai kepribadian yang kurang baik yang juga membuat kecewa orang lain?

Banyak orang kecewa dengan penampilan orang Kristen karena mereka kalau berdoa dan melakukan penginjilan itu sangat hebat, tetapi ketika ada orang yang berkesusahan yang membutuhkan pertolongan, pintu langsung tertutup dan semua saling melemparkan tanggung jawab, dan mempunyai pribadi yang jauh lebih buruk daripada orang-orang yang bukan Kristen.
Orang-orang yang mengecewakan tidak akan bisa selalu memberikan penjelasan mengapa mereka bisa mengecewakan. Setiap orang mempunyai alasannya masing-masing dan tentulah diri sendiri yang paling benar.

Siapa pun orangnya, sehebat apa pun dia, sepandai apapun dia, sebijaksana apa pun dia, semenarik apa pun dia, dan sebaik apa pun dia, selama dia-dia itu masih seorang manusia, tentu dia punya kelemahan dan sangat pasti dia bisa mengecewakan.
Sebaliknya, siapa pun orangnya, seburuk apa pun sifat, perkataan yang diucapkan, dan kelakuannya, se-negatif apa pun yang selalu dipikirkannya, dan senakal apa pun seseorang itu, dia-dia itu adalah manusia yang pasti masih punya sesuatu hal yang baik dan positif.

Tentunya, kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya pada saat dia marah, atau mengucapkan hal-hal yang buruk, atau karena dia selalu mengkritik orang lain. Tidak ada yang pernah tahu hati seseorang kecuali Tuhan. Kita semua masih manusia, bisa berbuat baik dan bisa berbuat jahat, bisa memuji dan bisa mencaci, bisa sabar dan bisa marah, bisa positif dan bisa negatif.

Dasarkan hidup kita pada pengenalan akan Firman Tuhan dan hati yang tertuju pada Tuhan! Dan jangan terlalu mengagumi seseorang!

Jika dia berkotbah, dengarkan, masukkan dalam hati, dan lakukan apa yang baik yang dikotbahkannya, tetapi jangan menuntut dia untuk menjadi seseorang yang sempurna! Jika dia bernyanyi, berdoa, dan melayani Tuhan, contohlah sikap yang baik darinya, tetapi jangan pernah mengharapkannya tidak pernah berbuat salah!

Jika dia seorang yang sukses dan berhasil, kagumi keberhasilannya dan ikuti teladannya, tetapi jangan pernah berharap pada bantuannya! Jika seseorang selalu dapat memberikan nasehat, kata-katanya positif untukmu, dan selalu dapat memberikanmu dukungan, maka dengarkan dan patuhlah pada semua nasehatnya, tetapi jangan pernah berharap ketika dia kesusahan dan dia dapat mendengarkan nasehatmu!

Tuhan memberkati!

3 thoughts on “We Are Just a Human Being

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s