Tidak Semua Perlu Diungkapkan


Saya adalah seseorang yang sangat suka pada kejujuran. Pada orang yang saya percaya, khususnya terhadap mami saya sebelum meninggal dan sekarang terhadap kakak kandung dan suami saya, semua hal dapat saya ceritakan dengan jujur. Tetapi pada dasarnya saya adalah seorang yang tertutup, jadi yang saya ceritakan adalah hal-hal yang perlu atau yang ditanyakan saja.

Seorang konselor pernikahan, mengatakan bahwa tidak semua hal itu perlu dan harus diceritakan. Ada hal-hal yang tidak perlu diceritakan dan ada hal-hal yang perlu diceritakan. Tentunya, bukan berarti kita diam saja jika ada seseorang yang menggoda dan hendak menghancurkan pernikahan kita misalnya, melainkan kita harus bisa menjadi seorang yang cukup bijaksana untuk menceritakan dan menyimpan sesuatu.

Saya pernah berpikir bahwa ketika seseorang jujur menegur saya tentang sesuatu hal yang tidak disukai dari saya adalah sikap yang berguna untuk perbaikan pribadi saya. Dan banyak orang, khususnya anak-anak muda jaman sekarang, beberapa orang yang saya tahu, semua hal diceritakan pada pasangannya, tidak peduli hal itu perlu atau tidak perlu diceritakan.

Sebagai contoh, ada dua orang teman, yang seseorang mengatakan pada seseorang yang lainnya itu bahwa ada begitu banyak orang yang berkata bahwa seseorang yang lainnya itu tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih, sifatnya buruk dan selalu membuat orang lain kecewa. Semua hal yang dikatakan orang lain (pihak ketiga) itu selalu disampaikan, padahal sebenarnya seseorang itu tahu bahwa temannya itu tidak seperti itu atau seseorang itu pun mempunyai pikiran yang positif tentang perilaku seseorang yang lain itu.

Sebenarnya, apa kata orang itu tidak perlu disampaikan, apalagi jika kita merasa hal itu tidak benar atau jika kita dapat berpikir positif bahwa seseorang berbuat sesuatu itu pasti mempunyai alasannya sendiri.

Kita menyampaikan sesuatu yang buruk pada seseorang, yang asalnya dari orang lain itu biasanya karena kita sendiri merasa bahwa seseorang itu memang buruk, jadi mungkin ingin menegur dan sekaligus menggunakan apa kata orang lain untuk seseorang itu.

Kita menyampaikan sesuatu yang buruk pada seseorang, yang asalnya dari orang lain itu biasanya karena kita ingin mendapatkan pengakuan bahwa kita lebih baik dari orang lain.

Kita menyampaikan suatu perkataan yang buruk tentang seseorang pada seseorang yang lain karena hati kita sendiri merasa tersakiti dan merasa tidak terima dengan perlakuan seseorang itu.

Kita menyampaikan suatu perkataan dari seseorang tentang seseorang yang lain karena sekedar keingintahuan kita, atau karena kita terbiasa mencampuri urusan orang lain, atau karena kita ingin ikut-ikut, atau karena kita iri hati.

Dan masih banyak lagi alasan mengapa kita dapat dengan mudah menyampaikan apa kata orang lain kepada seorang yang lainnya lagi. Itulah sebabnya, mengapa kita tidak perlu menyampaikan atau menceritakan hal-hal yang tidak perlu disampaikan atau tidak perlu orang yang bersangkutan mendengarnya. Karena belum tentu informasi kita itu berguna dan belum tentu kita dapat menyampaikannya dengan baik, serta belum tentu informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Kita tidak perlu mengatakan bahwa motivasi kita untuk menyampaikan itu baik karena jika hal-hal baik tentu tidak salah untuk disampaikan, tetapi jika ada hal-hal yang buruk untuk disampaikan itu benar-benar harus selektif didalam memilih kata-kata dan ada kemungkinan juga tidak perlu disampaikan.

Sampai saya menuliskan artikel ini, saya masih dalam tingkat belajar menyampaikan hal-hal yang perlu dan yang tidak perlu. Tetapi saya cukup sering menerima informasi yang saya pikir tidak perlu saya dengar, karena akhirnya membuat saya kepikiran siang dan malam, serta membuat saya akhirnya jengkel dan marah, baik pada seseorang yang memberikan informasi mau pun pada seseorang yang mengatakan tentang sesuatu yang buruk tentang saya itu. Bahkan mereka tidak tahu kalau saya sedang marah atau mungkin mereka tahu saya marah tetapi mereka tidak tahu apa kesalahannya terhadap saya, sampai saya marah, hanya karena saya mendengar informasi tentang saya itu misalnya.

Dan saya rasa tidak hanya saya yang mengalami hal itu, tetapi semua orang pasti pernah mengalami hal itu. Reaksinya mungkin bisa mengabaikannya dengan mudah, dan bisa juga sama seperti saya, memikirkannya siang dan malam sampai hati panas karena mengingat informasi yang tidak perlu itu. Bahkan ada juga informasi yang menyebabkan pertikaian dua pihak lainnya.

Mungkin seseorang berkata bahwa dia tidak sengaja menyampaikan suatu informasi pada orang lain karena sedang tidak ada bahan pembicaraan, akhirnya terkatakanlah informasi tersebut. Atau mungkin hubungan terjalin sudah sangat dekat, jadi semua dapat diceritakannya dengan sangat terbuka.

Tidak semua hal perlu dikatakan dan tidak semua hal perlu diceritakan. Jika tidak ada bahan pembicaraan maka tidak ada salahnya jika kita diam.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s