Bahkan Yang Tersembunyi


Saya adalah seseorang yang agak sedikit mudah trauma dengan sesuatu hal yang buruk dan sebisa mungkin saya tak mengulanginya lagi, karena saya adalah seorang yang cukup penakut dan tidak suka mendapat masalah dengan siapa pun juga, sehingga jika bisa, saya membuat ‘jarak aman’.

Tentunya kejadian bencana gempa di Pulau Bali, tanggal 13 Oktober 2011, membuat saya segera berpikir ingin kembali ke kota Surabaya. Namun, tak lama setelah saya berpikir hendak kembali ke kota Surabaya, saya membaca berita bahwa di kota Surabaya pun terkena imbas dan terasa getarannya. Tetapi saya tetap berpikir, tentulah di Surabaya tak seburuk seperti apa yang dialami di Pulau Bali. Tetapi, daripada saya ‘bertempur” dengan pikiran saya sendiri, apa daya saya dan suami masih tetap harus berada di Pulau Bali.

Sehari sebelumnya, renungan Firman Tuhan ada didalam Kitab Yesaya yang mengatakan bahwa Tuhan tak hanya melihat segala sesuatu yang terlihat, tetapi juga melihat segala sesuatu yang tersembunyi. Seketika itu juga saya kembali diingatkan bahwa walau pun saya berada di kota Surabaya atau dimana pun juga yang menurut saya tempat aman, jika tempat itu diijinkan Tuhan untuk mengalami bencana alam dan Tuhan mengijinkan saya untuk tidak selamat, maka saya pun tidak akan pernah bisa lari dari tempat itu.

Malam harinya, ketika SMS dan broadcast blackberry messenger tidak berhenti mengirimkan berita bahwa akan ada gempa susulan dan bahkan di daerah Kuta dikatakan sudah menggemakan tanda bahaya Tsunami, suami saya berdoa dan berkata pada Tuhan tentang Firman Tuhan yang ada di dalam kitab Mazmur, bahwa sekali pun penjaga kota berjaga-jaga, tetapi jika bukan Tuhan yang menjaga, maka sia-sialah penjagaan tersebut.

Kembali lagi saya diingatkan bahwa Tuhanlah yang membuat kita selamat dari bahaya dan Tuhan juga yang mengijinkan kita untuk masuk dalam bahaya. Sekali pun saya berjaga-jaga, tidak tidur semalaman, dan bersiap siaga mempersiapkan semua barang yang hendak saya bawa apabila terjadi bencana, jika bukan Tuhan yang melindungi dan mengingatkan saya untuk membawa semua yang sudah saya persiapkan ketika ada bahaya, maka saya pun tidak akan selamat.

Seringkali kita dengan segala kekuatan yang kita miliki, kita tidak mau beristirahat dan berusaha menyelesaikan segala pekerjaan walau pun tubuh kita sakit parah. Seringkali kita dengan segala kepandaian dan pengetahuan yang dimiliki, kita berusaha untuk menyelesaikan suatu masalah dan membantu orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Seringkali dengan kekayaan yang dimiliki, kita mampu membeli semua yang diinginkan dan menyingkirkan orang-orang yang lemah yang dirasa ‘mengganggu’ hidup kita. Seringkali dengan kecantikan atau ketampanan yang dimiliki, kita mampu mempermainkan perasaan orang lain.

Dengan segala kelebihan yang kita miliki, seringkali membuat kita ‘melupakan’ adanya Tuhan, walau pun kita mengenal Tuhan dan mempelajari FirmanNYA. Mungkin didalam hati kita berkata “tidak mungkin saya melupakan Tuhan yang sudah menyembuhkan dan membuat saya menjadi seorang yang sukses”, tetapi akan ada waktu-waktu dimana kita bisa lupa akan kuasaNYA apabila kita terus ‘dimanjakan’ oleh semua keberhasilan dan segala kelebihan yang kita miliki.

Ketakutan dan rasa bangga itu adalah suatu perasaan yang manusiawi dan sering terjadi pada siapa pun juga. Tetapi yang membuatnya salah adalah jangan sampai kita terbawa secara terus menerus kedalam perasaan takut atau bangga yang berlebihan sehingga membuat kita seperti orang yang tak mengenal Tuhan lagi.

Tuhan itu ada dimana-mana, bahkan di tempat yang tersembunyi sekali pun. Apa yang kita perbuat, niat dan pikiran, serta apa yang ada didalam hati kita yang tak terungkapkan, bahkan apa yang belum sempat kita pikirkan sekali pun, akan selalu diketahui dan terlihat jelas bagiNYA.

Jadi ketika kita takut dan tak tahu harus berbuat apa, berlutut dan berdoalah, berteriaklah pada Tuhan, maka Tuhan akan menolong. Ingatlah bahwa penjagaan tentara sebanyak apa pun, tanpa Tuhan yang turut menjaga, maka sia-sialah penjagaan tersebut.

Ketika kita bahagia dan merasa bangga karena mempunyai talenta dan mampu melakukan sesuatu pun, jangan pernah lupakan Tuhan, karena Tuhan yang telah memberikan kita talenta dan kemampuan tersebut. Bersyukurlah dan bersaksilah bahwa semua yang bisa kita lakukan itu karena Tuhan, bukan agar diri kita sendiri yang dilihat dan diagung-agungkan, atau diakui oleh orang lain, melainkan karena benar-benar Tuhan yang telah memberikan semua kelebihan itu bagi kita.

Didalam segala kelemahan dan ketidakmampuan yang saya miliki, saya mendapat begitu banyak ide untuk menulis artikel, sebenarnya bukan karena saya atau orang lain yang memberikan saya ide tersebut, tetapi Roh Kudus itu selalu menuntun saya untuk menemukan ide, serta menunangkannya dengan kata-kata dan akhirnya bisa menjadi sebuah artikel.

Dan akhirnya, saya pun percaya bahwa sekali pun saya berada di Pulau Bali dan diijinkanNYA untuk mengalami sedikit gempa yang menakutkan, tetapi perlindunganNYA sempurna bagi saya. Tentu saja perlindunganNYA itu tak hanya bagi saya seorang, tetapi bagi keluarga saya, saudara-saudara saya, sahabat-sahabat saya, teman-teman yang mengenal saya, dan semua orang yang mencari dan berlindung pada Tuhan.

Tuhan memberkati!

One thought on “Bahkan Yang Tersembunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s