Isilah Terus Menerus


Tempat tinggal saya saat ini di kamar mandinya dilengkapi dengan bak dan alat mandi shower, yang bentuknya seperti selang agak panjang, yang diujungnya berbentuk seperti bola yang agak pipih, kemudian ada lubang-lubang kecil, jika kran dinyalakan, maka air akan keluar melalui lubang-lubang kecil tersebut.

Karena didaerah rumah saya ini sering sekali air mati, maka saya harus menyediakan beberapa wadah air selain bak yang sudah ada. Untuk mempermudah, saya lepaskan shower dari tempatnya dan saya letakkan shower tersebut didalam ember besar, lalu saya nyalakan krannya, sehingga bak terisi air dan ember pun terisi air secara bersamaan.

Pada awal shower itu mengeluarkan air ketika ember masih kosong, ada beberapa jumlah airnya yang keluar dari ember. Tetapi ketika air mulai penuh dan ujung shower tersebut terendam air yang mulai penuh itu, maka tak ada lagi air yang keluar dari ember, tetapi tentu air tetap mengalir dan mengisi ember tersebut sampai penuh.

Mungkin untuk lebih jelasnya dari penggambaran apa yang terjadi pada cerita tersebut diatas, masing-masing kita perlu mempraktekkannya secara langsung. Mungkin tak harus menggunakan alat mandi shower, tetapi boleh juga menggunakan selang yang tak terlalu panjang untuk mengisi air di suatu tempat. Atau untuk lebih mudahnya lagi, mungkin kita bisa menggunakan suatu mangkuk kosong kemudian diletakkan dibawah kran dengan jarak tertentu, lalu membuka krannya untuk mengisi mangkuk tersebut dengan air.

Tentu kita akan melihat beberapa air terciprat keluar dari mangkuk, tetapi begitu mangkuk sudah agak terisi penuh, tentu tak banyak lagi air yang terciprat keluar dibandingkan ketika mangkuk tersebut masih kosong. Hal itu disebabkan oleh pantulan air yang mengena pada dasar mangkuk yang masih kosong. Berbeda ketika air mengenai permukaan air yang sudah terisi pada mangkuk, akan menyebabkan air yang keluar dari kran dapat menyatu dengan air yang sudah ada didalam mangkuk tersebut.

Demikian pula didalam keseharian kita, akan sangat sulit bagi kita yang sama sekali tidak pernah (atau tidak menyukai) membaca buku atau membaca alkitab untuk memulai membacanya, apalagi untuk berkosentrasi dan memahami apa yang tertulis didalamnya. Bisa-bisa apa yang dibaca hanya terlewati begitu saja tanpa benar-benar bisa dimengerti.

Contoh lain, bagi seseorang yang tak pernah membaca not balok pada buku panduan untuk mempelajari sebuah lagu, tidak akan bisa menyanyikan atau memainkan musik hanya dengan membaca buku panduan tersebut. Tentu perlu waktu untuk mengerti arti not balok yang ada pada buku panduang tersebut. Atau bagi seorang anak yang tak pernah belajar lekukan badan, tangan, dan kaki pada tarian balet, tentu akan mengalami kesulitan pada awalnya, seluruh badannya akan sakit dan tidak akan bisa menarikannya dengan baik.

Tetapi jika seseorang melatih dirinya setiap hari untuk membaca buku, membaca alkitab, membaca not balok, menekuk-nekuk bagian tubuhnya untuk belajar tarian balet atau hip hop, maka seseorang itu akan terbiasa dan tidak mengalami kesulitan lagi untuk melakukan kebiasaannya itu.

Didalam kehidupan ini, segala sesuatu akan jauh lebih mudah dilakukan apabila kita terbiasa dengan hal tersebut, dalam arti pikiran, konsentrasi, dan kebiasaan kita sudah ‘terisi penuh’ dengan segala sesuatu rutinitas, pekerjaan atau pelajaran di sekolah.

Anak-anak remaja akan menangis dan meronta-ronta ketika kita menyuruhnya belajar, sedangkan kebiasaannya sampai pada usia remaja hanyalah bermain. Orang dewasa akan mengabaikan buku-buku yang perlu untuk dibaca apabila dia terbiasa mencari uang dengan pembangunan gedung, rumah, menjual barang, dan lain-lain yang tak berkaitan dengan membaca buku.

Ketika saya mengisi ember dengan air tersebut, saya berpikir bahwa tak semua anak-anak Tuhan menyukai yang namanya doa dan membaca Firman. Mungkin mereka berpikir bahwa hidup baik dan tidak berbuat dosa, serta melayani di gereja sudah cukup untuk membuatnya masuk ke surga. Tetapi tahukah kita bahwa doa itu adalah nafas kehidupan dan sarana komunikasi kita dengan Tuhan, dan Firman Tuhan adalah panduan kehidupan? Tanpa berdoa dan membaca Firman, semua hal yang kita lakukan pun sebenarnya masih sangat kurang nilainya.

Berdoa dan membaca Firman Tuhan bukanlah hal yang mudah dilakukan apabila seseorang tak terbiasa melakukannya. Berdoa dan membaca Firman Tuhan adalah hal yang membosankan. Akan ada banyak hal yang ‘keluar’ ketika hidup kita tak pernah diisi dengan doa dan membaca Firman.

‘Keluar’ itu seperti: mungkin saja ketika kita berdoa, pikiran melayang kemana-mana sampai akhirnya tertidur atau mungkin saja ketika kita membaca Firman Tuhan, konsentrasi kita pada pekerjaan kantor atau sekolah, sehingga tak dapat mengerti isinya.

Itulah sebabnya, kita perlu mengisi penuh hidup kita dengan membiasakan diri mengambil waktu untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan, sampai akhirnya hidup kita terisi penuh dengan pengenalan akan Tuhan kita dan akhirnya kita bisa menjadi lebih mudah (terbiasa) untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s