Semua Bisa Diatur


Suatu hari, ketika belum menikah, saya pernah meminta seseorang untuk mengajarkan saya memasak. Seseorang ini berkata bahwa saya tidak akan bisa memasak seperti dia dan akan mengalami kesulitan, jadi sebaiknya saya tidak perlu memasak, dan dia yang akan selalu memasak apabila saya ingin.

Sampai suatu ketika ada sebuah acara ulang tahun dan seseorang itu ingin memasak tetapi karena tidak ada yang membantunya, maka saya menawarkan diri untuk membantunya. Saya berharap, saya bisa sekaligus melihatnya memasak dan sedikit-sedikit belajar. Karena dulunya, saya juga sering melihat mami saya memasak, sehingga walau pun saya tidak bisa memasak, tetapi ketika saya praktek, kadang-kadang saya tertolong dengan ingatan ketika saya melihat mami masak itu.

Ternyata, pada hari h dimana kami akan memasak bersama-sama, oleh seseorang itu, saya hanya disuruh membantunya memotong daging dan saya juga tidak mengerti apa yang sedang ada didalam hatinya pada waktu mengetahui saya sangat ingin belajar memasak, untuk bekal saya didalam hidup pernikahan nanti.

Dilain sisi, saya mengerti akan ‘rahasia koki’ atau mungkin biasanya orang akan merasa sulit mengajarkan keahliannya pada orang lain, yang belum ahli. Jadi saya tidak marah karena diperlakukan demikian, walau pun sikap seseorang itu membuat saya tak ingin belajar masak dengannya dan semangat untuk belajar memasak didalam diri ini seperti hilang rasanya.
Jika pada saat saya menikah akhirnya saya sering mencoba-coba untuk memasak, maka hal itu bukan berarti pernikahan telah memaksa saya untuk belajar memasak, melainkan saya memang sangat ingin bisa memasak walau pun hanya sekedar bisa menumis sayur yang kata orang adalah masakan yang paling mudah.

Sama sekali tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, tetatpi hampir memasuki usia pernikahan bulan yang kelima, saya cukup bisa membuat masakan yang kira-kira menurut kebanyakan orang lain itu rumit dan sulit, tetapi saya membuatnya menjadi lebih sederhana dan ternyata enak juga rasanya, hanya karena saya ingin dapat menikmatinya, sehingga mau tidak mau, saya harus mencari resepnya dan memberanikan diri untuk mencoba membuatnya. Puji Tuhan, ternyata saya bisa.
Saya sempat bercerita pada seseorang yang pandai memasak itu bahwa saya telah mencoba memasak beberapa menu makanan, dan seseorang itu tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya, karena dia mengetahui bahwa saya sama sekali tidak bisa memasak, juga tidak mendapatkan pembelajaran dari siapa pun, ternyata bisa juga memasak, walau pun dia belum tahu bagaimana rasanya.

Kadangkala, didalam hidup ini, ada hal-hal yang tampaknya sulit, tetapi sebenarnya kita bisa melakukannya, baik karena kita terpaksa harus melakukannya, mau pun ketika kita mau mencobanya. Dan kebanyakan kita dapat melakukan segala sesuatu, bahkan yang tampaknya mustahil karena kita diperhadapkan pada kondisi yang memaksa kita.

Walau pun ada beberapa hal kecil yang benar-benar tidak bisa kita lakukan, baik karena memang kita tetaplah mempunyai keterbatasan, mau pun karena masalah karakter atau kepribadian seseorang. Tetapi sebenarnya, jika diperhadapkan pada unsur ‘terpaksa’, maka pada akhirnya kita bisa melakukannya juga, hanya saja, akhirnya akan menjadi kurang maksimal.
Sebagai contoh, saya adalah seseorang yang sulit untuk berprofesi sebagai sales. Dengan menyadari kelemahan saya, maka saya akan memilih pekerjaan yang bukan sebagai sales. Jika dipaksakan, maka sebenarnya bisa saja saya menjadi seorang sales, tetapi resikonya mungkin saya tidak mencapai target (bahkan tidak menjual apa-apa) atau tidak menjadi maksimal dalam aktifitas kesehariannya.

Jadi sebenarnya, kita bisa mendapatkan atau mencapai segala sesuatu, bahkan segala sesuatu yang tersulit sekali pun, asalkan kita mau mencobanya. Itulah sebabnya, ada pepatah mengatakan bahwa kegagalan terburuk didalam hidup ini yang pasti akan kita peroleh adalah ketika kita tidak mau mencoba untuk mencapai sesuatu itu.

Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, artikel ini bertujuan untuk memberitahukan kepada semua pembaca, termasuk mengingatkan diri saya sendiri, untuk tidak dengan mudah berkata “tidak bisa”, karena sebenarnya kita mempunyai kemampuan untuk melakukan segala sesuatu, diluar segala keterbatasan yang sebenarnya juga kita miliki.

Seorang pelajar pernah berkata pada saya bahwa dirinya tidak mampu mendapatkan nilai diatas angka enam. Saya mengenalnya bukan sebagai seorang yang bodoh. Bahkan menurut saya, sekali pun dia adalah seorang yang bodoh, minimal angka enam itu tentu bisa dia peroleh.

Saya memperhatikan segala aktifitasnya dan saya menemukan ternyata yang membuatnya tidak mampu itu adalah sikapnya yang lebih suka bermain-main daripada belajar. Terbukti, ketika dia mau belajar, ternyata dia bisa mencapai angka tujuh. Itulah sebabnya, saya berani berkata bahwa sebenarnya segala sesuatu itu mungkin untuk kita lakukan.

Hidup saling menolong itu sangat perlu, tetapi akan sangat mengecewakan jika seseorang yang kita harap-harapkan untuk menolong kita, ternyata tidak memberikan pertolongannya. Itulah sebabnya, kita mempunyai kapasitas untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, tetapi ingat bahwa semuanya itu bukan untuk menunjukkan bahwa diri ini sangat mampu dan bukan untuk melupakan campur tangan Tuhan, melainkan membuat diri sendiri sadar bahwa ‘semuanya itu bisa diatur’, ketika kita mau mencoba.

Dan ketika kita gagal untuk melakukan segala sesuatu itu, bukan berarti kita buruk, tetapi gagal bisa memberitahukan kepada kita bahwa ada sesuatu yang salah dan menyadarkan kita bahwa kita perlu Tuhan. Kalau kita bisa melakukan semuanya sendiri, maka suatu saat kita bisa lupa ada Tuhan sebagai otoritas tertinggi diatas kita.
Jadi…berani mencoba melakukan sesuatu!? Tentu…semua bisa diatur!!!

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s