Semua Ada Akhirnya


Diambil dari renungan “Meaningful Life”, karya gereja Masa Depan Cerah, pada tanggal 11 November, dari ayat Firman Tuhan didalam Mazmur 46:11 yang berkata “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”. Lalu secara terperinci dikatakan bahwa peperangan dan kehancurkan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari, demikian pula dengan kemenangan akhir dari Allah.

Beberapa waktu saya merenungkan kalimat tersebut, kemudian saya singkat menjadi “kemenangan akhir dari Allah adalah sesuatu yang tak dapat dihindari”. Saya sudah lama mengetahui bahwa setiap masalah tentu ada jalan keluarnya dan tidak selamanya hidup kita berada didalam gelap karena suatu saat nanti kita akan berjalan didalam terang.

Ada seorang teman yang memberikan komentar di sebuah foto temannya yang lain. Seorang teman ini berkata bahwa foto itu mengingatkannya pada suatu kejadian yang menurutnya itu kejadian buruk, dimana mereka berdua merasa foto tersebut baik tetapi tidak baik menurut orang lain, sehingga ketika orang lain itu memberinya saran dan komentar, kurang dapat diterima atau kurang berkenan dihati mereka.

Sedangkan orang lain itu sebenarnya bermaksud baik dengan memberikannya saran agar kedepan fotonya menjadi lebih baik, karena sekarang sudah ada cara yang lebih baik. Tetapi tak diketahui oleh orang lain itu bahwa seorang teman itu tidak menyukai sarannya. Sehingga tak disangkanya, seorang teman itu ternyata masih menyimpan rasa tidak sukanya pada orang lain itu.

Sebelumnya, teman itu mempunyai sedikit masalah dengan orang lain yang itu, tetapi orang lain itu sudah meminta maaf dan seorang teman itu berkata bahwa ia telah memaafkannya, sebaliknya ia pun meminta maaf. Tetapi kenyataannya, hal-hal yang buruk masih diingat-ingatnya, sehingga menyebabkan luka yang lama kembali tergores.

Mungkin seringkali kita semua juga mengalami kejadian yang sama, kita melakukan kesalahan terhadap orang lain, lalu kita meminta maaf, dan orang lain itu kemudian berkata bahwa ia sudah memaafkan kita, tetapi ternyata orang lain itu masih juga mengungkit-ungkit kesalahan kita.

Atau sebaliknya, mungkin ada orang lain yang bersalah kepada kita, dan orang lain itu meminta maaf pada kita, kemudian kita berkata padanya bahwa kita telah memaafkannya karena kita mungkin merasa kasihan atau sedang bersimpati, tetapi di hari-hari berikutnya, kita masih suka mengungkit-ungkit kesalahan orang lain itu.

Sepertinya hal yang lucu, tetapi sebenarnya hal itu seperti ‘tipuan’ kecil, karena masalah yang sudah lalu masih terus diingat-ingat dan diungkit-ungkit, dan berkata sudah memaafkan tetapi ternyata sakit hatinya masih terungkapkan kembali, sepertinya tidak ada usaha untuk memberi maaf dengan setulus hatinya, padahal orang yang meminta maaf itu benar-benar sudah menyesali perbuatannya dan tidak ingin mengulanginya kembali.

Dan ketika kita berada didalam situasi yang tidak menyenangkan seperti itu, serasa dunia terus berputar di tempat yang sama, malam tak pernah berganti siang, seolah-olah kita harus menyelesaikan masalah yang sudah terlewati dan yang sebenarnya sudah ada sikap saling memaafkan, tetapi ternyata semuanya masih saja harus terungkap kembali, tidak benar-benar dapat dikuburkan permasalahan yang sudah lalu itu, untuk menjalin persahabatan yang baru.

Perenungan ayat Firman Tuhan berkata bahwa kemenangan akhir di pihak Allah tidak akan dapat dihindari. Sekali pun permasalahan yang kelihatannya sudah selesai, tetapi ternyata harus diungkap kembali sehingga menimbulkan goresan di luka yang sudah sembuh, pada akhirnya, kedamaian dan persahabatan itu yang harus muncul untuk menyelesaikan setiap perselisihan dan permasalahan.

Kalau kita melihat film-film, yang menyenangkan tentu film yang kemenangan ada di pihak ‘lakon’ (pahlawan), demikian pula didalam kehidupan ini, dengan siapa pun kita berselisih atau dengan siapa pun kita bermasalah, tentulah segala hal yang baik yang dari Allah yang akan keluar jadi pemenangnya.

Saat ini, jika kita berada di posisi orang yang bersalah dan sudah meminta maaf tetapi ternyata belum dimaafkan, maka selanjutnya kita hanya bisa mengampuni diri kita sendiri karena telah melakukan kesalahan tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya kembali.

Sebaliknya, jika orang lain yang bersalah kepada kita, tetapi kita belum bisa terima perlakuannya, maka coba kita membayangkan wajahnya dan carilah dengan sekuat tenagamu hal yang baik tentang orang lain itu. Buatlah pikiran kita ini bisa mengingat hal yang baik dari orang yang telah melukai kita itu, untuk mengalahkan hal yang buruk yang kita ketahui dari orang yang telah melukai kita itu. Selanjutnya, kalahkan hati kita yang berkeras untuk membenci orang itu, dengan kasih dan pengampunan.

Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah, apalagi orang yang tidak kita sukai, akan selalu berbuat salah dimata kita walau pun ia telah berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Tetapi kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah meletakkan segala hal yang baik didalam diri kita, termasuk kasih dan pengampunan. Jadi usahakanlah untu mengeluarkan kasih dan pengampunan itu dari dalam hati kita, untuk mengalahkan dan menghancurkan hati yang membenci orang lain.
Karena cepat atau lambat, kemenangan yang dari Tuhan itu tak akan bisa kita hindari. Cepat atau lambat, kita akan segera berdamai dengan musuh-musuh kita, karena Tuhan suka akan kedamaian.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s