Siap Untuk Diberkati


Suatu hari seorang youth pastor menulis status di Facebook “kalau Anda mendapatkan uang sebanyak 5 (lima) millyar, apa yang akan Anda lakukan?”. Ada beberapa orang yang menjawab mengenai keinginannya, dan ada yang menjawab “akan saya berikan padamu semuanya, nanti saya akan berkhayal lagi”.

Jawaban yang cukup masuk akal, hanya sekedar berkhayal, tidak ada untung dan tidak ada ruginya apabila kita memberikan semua uang ‘yang belum ada’ itu kepada orang lain. Selanjutnya, kita masih bisa berkhayal lagi dan tidak akan pernah ada orang yang dapat menyalahkan kita apabila kita suka berkhayal.

Saya dan suami sudah sering berkhayal apa saja yang akan kami lakukan apabila mendapatkan uang dalam jumlah tertentu. Kami ingin membangun usaha ini, membangun usaha itu, memberi orang tua, memberi saudara-saudara, memberi panti asuhan, memberi orang-orang yang berkekurangan, membeli segala kebutuhan kami, dan lain-lain.

Mengetahui kebiasaan kami yang sering berkhayal, seorang saudara tiba-tiba berkata pada kami bahwa Tuhan benar-benar sudah dan akan memberkati kami, karena Tuhan tahu hati kami (yang tanpa sadar mungkin sudah kami ungkapkan melalui khayalan kami), ketika kami diberi, kami dapat bertanggung jawab, dan Tuhan tahu bahwa kami sudah siap untuk menerima berkat-berkatNYA, walau pun kami hanya sekedar berkhayal.

Ketika mendengar perkataan itu, saya merenungkan dan membayangkan, memang benar sering terdengar ada cerita orang yang kurang mampu dan tiba-tiba dia mendapatkan uang, dia kebingungan uangnya itu hendak dibuat apa, dan akhirnya dia membagi-bagikannya pada orang-orang yang datang padanya, sampai uang itu habis. Ketika dia baru menyadari akan kebutuhannya, tetapi uangnya itu sudah habis sia-sia.

Itulah sebabnya, jangan pernah berharap Tuhan akan memberikan kita berkat yang tiba-tiba dan membuat kita terkejut, dalam arti tanpa adanya kesiapan kita untuk menerimanya! Tuhan tidak suka memberikan berkatNYA kepada kita secara tiba-tiba, yang membuat kita terkejut, karena kita belum siap, karena dengan begitu, berkatNYA tentu akan datang dan pergi begitu saja.

Setiap dari kita mempunyai banyak kebutuhan. Kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Ada diantara kita yang tidak pernah berpikir keras bagaimana cara mendapatkan uang karena kita kaya dan atau setiap bulan pasti ada pemasukan yang lebih dari cukup. Sebaliknya, ada diantara kita yang selalu berpikir keras bagaimana cara menambah jumlah penghasilan karena walau pun ada pemasukan, tetapi masih ada kekurangan (bukan bermaksud serakah, tetapi memang kebutuhan benar-benar banyak).

Ada diantara kita yang suka berkhayal, karena sepertinya ada keasyikannya tersendiri, tetapi ada juga diantara kita yang lebih suka untuk hidup melihat realita atau kenyataannya, jangan terlalu berharap karena nanti bisa cepat kecewa. Setiap orang mempunyai pemikirannya sendiri-sendiri dan saya tidak memaksa para pembaca untuk mengikuti cerita saya untuk menjadi seseorang yang berkhayal.

Tetapi saya ingin setiap pembaca memikirkan apa yang saat ini benar-benar sedang Anda butuhkan, misalnya saja anak yang patuh, suami atau istri yang pengertian dan mencintai Anda, uang, emas, perak, berlian, bisnis, kendaraan, material tertentu, rumah, tanha, atau apa pun yang sedang Anda benar-benar butuhkan, silakan Anda bayangkan.
Selanjutnya, ketika Anda sudah menemukan sesuatu yang Anda inginkan, silakan Anda pikirkan apakah manfaat dari sesuatu yang Anda inginkan tersebut, atau apa yang Anda ingin lakukan apabila Anda sudah mendapatkan apa yang Anda inginkan tersebut?

Misalnya, anak-anak Anda tiba-tiba sangat patuh pada Anda, apa yang Anda inginkan atau kira-kira apa yang akan terjadi pada diri Anda? Apakah Anda akan sangat bersyukur pada Tuhan dan segera menanamkan segala yang baik agar dia mengingatnya? Atau apakah Anda akan merasa lebih santai dan tenang, bergembira dengan teman-teman Anda dan Anda akan membanggakan anak-anak Anda pada teman-teman Anda?

Motivasi Anda untuk memperoleh yang Anda benar-benar inginkan itu apa? Kalau hanya sekedar untuk membuat Anda bisa bersenang-senang, maka segeralah lupakan keinginan Anda itu. Tetapi apabila Anda benar-benar sedang membutuhkannya, ditambah bila Anda ingin memberkati orang lain, maka letakkan keinginan itu didalam hati dan mintalah pada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh. Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menilai hati dan mengabulkannya untuk Anda.

Walau pun kita sangat membutuhkan untuk diberkati, tetapi apabila menurut Tuhan kita belum siap, maka Tuhan tentu tidak akan memberkati kita sesuai dengan yang kita harapkan. Selain itu, berkat Tuhan datang tentu tepat pada waktuNYA. Jadi walau pun kita sudah memintanya dengan sangat dan kelihatannya Tuhan belum menjawab karena Tuhan melihat kita belum siap, maka ketika kita sudah dilihatNYA siap menerima dan berkat itu datang, sebenarnya itu adalah saat yang terbaik.
Persiapkan diri kita masing-masing untuk menerima berkat-berkatNYA setiap hari!

Tuhan memberkati.

**inpired by Richno Defiarista Malumbot and Yose Ferlianto

3 thoughts on “Siap Untuk Diberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s