Jangan Tiru Perilakunya, Tapi Ikuti Hal Baik Darinya!


Seseorang yang mengabdikan dirinya untuk menjadi Hamba Tuhan, bekerja sepenuh waktu untuk segala hal yang berkaitan dengan kepentingan gereja atau pelayanan. Suatu hari seorang Hamba Tuhan ini membantu pembangunan gedung gereja yang baru. Dan untuk sebuah gedung yang baru, tentu saja memerlukan berbagai bahan bangunan dan berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk membuat gedung gereja yang baru ini benar-benar nyaman.

Sampai suatu ketika seorang Hamba Tuhan ini bertemu dengan seorang supplier Air Conditioning, yang tak diduganya adalah seorang jemaat gereja yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Tetapi sang supplier Air Conditioning ini pun tak memberitahu Hamba Tuhan itu kalau dia adalah jemaat di gereja yang sama itu.

Rupanya harga dan kualitas Air Conditioning yang ditawarkan oleh supplier ini cocok dengan yang dibutuhkan, sehingga kemudian Hamba Tuhan ini memberikan respon yang baik. Selanjutnya yang cukup mengejutkan, seorang Hamba Tuhan ini bertanya kepada sang supplier, berapa komisi yang akan dia peroleh apabila dia berhasil membuat gereja bersedia untuk mengambil Air Conditioning di supplier tersebut.

Pertanyaan dari seorang Hamba Tuhan ini benar-benar membuat supplier Air Conditioning tersebut sangat terkejut, karena sang supplier Air Conditioning selama ini menerima pengajaran di gereja bahwa kita anak-anak Tuhan sudah seharusnya hidup jujur. Tetapi mengapa seseorang Hamba Tuhan yang dikenalnya itu justru meminta komisi, dengan kata lain, sepertinya seorang Hamba Tuhan ini ingin menerima suap atau mengharapkan uang tanda terima kasih dari seorang supplier, dan apalagi Air Conditioning tersebut digunakan untuk kepentingan gereja, bukan untuk kepentingan bisnis.

Hamba Tuhan tersebut tidak tahu bahwa supplier yang berhadapan dengannya adalah seorang jemaat. Dan untungnya supplier tersebut hanya menyimpannya didalam hati mengenai kejadian tersebut. Hanya saja, didalam hati supplier itu timbul rasa kecewa karena tindakan seorang Hamba Tuhan, yang benar-benar tidak bisa menjadi teladan bagi jemaatnya.

Bagaimana tanggapan Anda, sebagai para pembaca yang membaca kisah nyata tersebut diatas? Saya dapat menerka, kira-kira ada sebagian diantara Anda ada yang mengatakan didalam hati “dasar orang Kristen memang selalu begitu, kalau pelayanan saja baik, tapi kalau didalam kehidupan nyata tidak ada baik-baiknya sama sekali”, sebagian pembaca ada yang mungkin terkejut, sebagian pembaca yang lainnya mungkin dapat berpikir positif, lalu tersenyum dan berkata “Hamba Tuhan juga manusia, yang bisa berbuat salah”.

Seorang vokalis asal luar negeri berkata bahwa ia tidak ada masalah dengan Tuhan tetapi ia mempunyai masalah dengan orang-orang Christian. Dan ada begitu banyak orang, termasuk saya, menyukai (baca: setuju) dengan pernyataan vokalis tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada begitu banyak ‘orang didalam gereja’ dan ‘orang diluar gereja’ yang begitu sangat membenci ‘orang-orang didalam gereja’ itu sendiri. Karena hidupnya terlihat baik didalam gereja, tetapi benar-benar tampak jahat ketika ada didalam kehidupan nyata (diluar gereja).

Saya, yang dapat menuliskan banyak hal baik tentang Firman Tuhan dan memotivasi semua orang, mempunyai banyak luka akibat perbuatan orang-orang yang ada didalam gereja saya sendiri, mulai dari keluarga terdekat saya, sampai ke orang-orang yang setiap minggu melayani diatas mimbar. Sulit bagi saya untuk mempunyai rasa hormat pada ‘orang-orang didalam gereja’, walau pun saya adalah seorang yang beribadah didalam gereja dan tentunya besar kemungkinan, ada begitu banyak orang juga yang tidak menyukai saya, termasuk saudara-sudara saya.

Selama beberapa bulan lamanya saya merenungkan cerita mengenai Hamba Tuhan tersebut diatas dan pernyataan vokalis tersebut, digabungkan dengan yang tertulis didalam Firman Tuhan.

Saya berpikir bahwa sebenarnya semua orang takkan luput dari kesalahan, walau pun dunia membenci ‘orang-orang gereja’, termasuk diri saya ini, tidak akan pernah ada orang yang dapat menyalahkan atau membenarkan sikap ‘orang-orang didalam gereja’ mau pun ‘orang-orang diluar gereja’. Mungkin ‘orang-orang gereja’ dapat melayani dengan sangat luar biasa diatas mimbar dan apa yang dikatakan oleh mereka belum tentu dapat mereka lakukan, dan kebanyakan hal itulah yang membuat dunia sangat membenci ‘orang-orang gereja’.

Dan mungkin kita semua bisa berkata bahwa kita bermasalah bukan dengan Tuhan tapi dengan ‘orang-orang gereja’, sedangkan diri kita sendiri juga mungkin adalah ‘orang-orang gereja’, lalu apakah kita berarti bermasalah dengan diri kita sendiri? Tidak sadarkah kita bahwa kita juga manusia yang sangat mungkin dapat melakukan kesalahan dan orang lain tentu juga mempunyai kemungkinan untuk bisa mempunyai sakit hati terhadap kita?

Firman Tuhan didalam Ibrani 12:25a berkata “jagalah supaya kamu jangan menolak DIA, yang berfirman…”. Baik seorang Hamba Tuhan, orang tua kita dibumi, mau pun saudara-saudara kita yang melayani Tuhan, yang bersaksi dan yang menyampaikan Firman Tuhan, mereka semua sedang menyampaikan Firman Tuhan. Walau pun mereka adalah seorang manusia yang mungkin telah berlaku tidak adil pada kita, atau mereka telah bertindak semena-mena dan jahat terhadap kita, atau mereka berbicara sesuatu yang menyakiti hati kita, tetapi mereka sedang mengucapkan suatu Firman dan Firman itu harus kita dengar, termasuk segala ucapannya yang baik itu pun harus kita taati.

Kalau kita tidak suka pada pribadinya, maka kita jangan mengikuti apa yang dilakukannya dan ikut bertindak sepertinya, tetapi dengarlah ucapannya. Apabila yang diucapkannya itu baik, dengarlah dan apabila yang diucapkannya itu saran atau nasehat yang baik, taatilah.

Tak ada yang dapat menghalangi seseorang untuk merasa tersakiti dan merasa tidak suka pada seseorang yang lain. Tetapi masing-masing dari kita yang sedang merasa tersakiti atau sedang tidak menyukai perilaku seseorang terhadap kita, dapat mengubah sudut pandang kita terhadap orang-orang yang kita benci itu, mungkin kita perlu menjauhi orang-orang yang suka menceritakan, atau membicarakan, atau mengingat-ingat keburukan orang lain, agar akhirnya kita dapat mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain, tanpa terpengaruh oleh cerita orang lain.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s