Kalau Enak, Siapa Saja Mau


Seorang teman menuliskan di Facebooknya “saya sangat suka memasak”. Beberapa kali seorang temannya yang lain melihatnya ketika dia memasak, dia tinggal berteriak kepada pembantunya “mbak, tolong kupaskan dan iriskan bawang putih, bawang merah, bawang bombay, kemudian jangan lupa siapkan juga sosis, wortel, kentang, dan bahan-bahan lainnya yang sudah dipotong-potong juga ya, saya mau mau memasak”.

Seorang temannya yang lain, yang suka melihat temannya memasak itu berkata kepada saya dan teman-teman yang lain “coba kalau dia yang disuruh mengupas dan mengiris-iris semua bahan-bahannya sendiri, apa dia masih bisa bilang dia suka memasak?”.

Saya hanya tersenyum menanggapi komentar seorang teman, yang rupanya sedang merasa tidak terima ketika membaca status Facebook temannya itu, tetapi saya yang juga pernah memasak, membayangkan bahwa memang benar repotnya memasak itu bukan pada saat memasukkan bahan-bahan kedalam panci atau kedalam wajan, melainkan pada saat kita harus mengupas bawang atau menumbuk bumbu-bumbu, kemudian mengiris-iris atau memotong-motong bahan-bahan lainnya. Sedangkan pada saat semua bahan siap untuk dimasak, maka bukan hal yang sulit lagi karena semua hanya tinggal menunggu waktu matang saja.

Hidup didalam jaman yang serba instan ini memang sangat menyenangkan. Apalagi waktu terasa semakin cepat dan bagi orang-orang yang sangat sibuk, tentunya segala hal yang serba instan akan membuat semua hal dapat dengan mudah dikerjakan, dengan cepat diselesaikan, untuk kemudian bisa mengerjakan hal yang lainnya.

Hal-hal yang mudah dan menyenangkan (baca: enak), tentunya sangat menyenangkan, dan semua orang tentu mau menjalaninya. Seperti ketika seseorang menawarkan segelas starbuck, tentulah semua orang akan segera mengacungkan jari, menyatakan bahwa dirinya mau ditraktir dan mau menikmati starbuck yang terkenal enak minuman dan snacknya itu.

Apalagi ketika Tuhan sedang berniat untuk memberkati kita dan sepertinya berkat tiada henti mengisi penuh seluruh aspek kehidupan kita, maka kita tidak perlu bersusah payah untuk mengucap syukur setiap harinya, karena tentunya banyak alasan untuk kita dapat mengucap syukur.

Tetapi ketika kita harus melewati sebuah proses atau harus berjuang untuk memperoleh sesuatu atau mencapai sesuatu, maka setiap hari kita sepertinya harus mengucapkan doa dengan daftar permohonan yang sangat panjang, mengenai segala jenis permintaan, kepada Tuhan, agar dengan segera Tuhan mengabulkannya. Jika dalam jangka waktu tertentu Tuhan belum juga memberikan jawaban, maka dapat dipastikan kita akan segera bertanya-tanya didalam hati “apakah Tuhan masih mendengarkanku dan berkenan untuk memberikan pertolonganNYA bagiku?”.

Sesuatu yang enak, tidak akan pernah dapat dinikmati, tanpa adanya sebuah proses.

Demikian pula didalam kehidupan ini, contohnya apabila Anda sebagai seorang pelajar, jika Anda ingin menikmati liburan yang menyenangkan dan menikmati hidup sebagai anak yang tidak perlu dimarah-marahi orang tua karena nilai pelajaran jelek (mengalami kemudahan didalam hidup), maka Anda harus mengalami proses belajar.

Jika Anda seorang pekerja yang ingin menjadi sukses, maka Anda harus menjalani sebuah proses, misalnya saja dengan bersikap tanggung jawab, tidak sering absen bekerja, dan bekerja dengan sungguh-sungguh, lakukan yang terbaik, dan bukan hanya sekedar ingin menikmati fasilitas kantor saja.

Atau jika Anda ingin menjadi seorang yang mengalami peningkatan hidup (berkecukupan), maka selain memberkati orang lain, Anda juga harus menabung, atau lebih bijaksana didalam mengelola uang.

Termasuk apabila Anda ingin jalan-jalan keluar kota misalnya (untuk sesuatu hal yang sifatnya bersenang-senang), maka Anda juga harus menabung dan membuat perhitungan mulai dari transportasi, makan, dan oleh-oleh misalnya, agar Anda dapat bersikap lebih bertanggung jawab dengan tidak mengharapkan orang lain (saudara atau sahabat) yang membiayai Anda nanti, sehingga akibatnya Anda kemudian akan direndahkan oleh mereka.

Tidak ada orang yang tidak suka segala sesuatu yang enak atau nyaman untuk dirinya, tetapi realitanya, apabila kita ingin mengalami hidup enak atau nyaman, atau apabila kita ingin mencapai sesuatu, maka kita harus mengalami proses yang dikatakan ‘tidak enak’.

Cobalah untuk menentukan sebuah target yang ingin dicapai, kemudian belajar untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri dan bertanggung jawab. Lalui setiap proses yang ‘tidak enak’ itu, agar kemudian kita dapat segera menikmati hasilnya yang ‘enak’.

Tuhan memberkati!

One thought on “Kalau Enak, Siapa Saja Mau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s