Ketika Tuhan Mengijinkan


Ada sebuah grup musik yang baru saja mulai merintis berdirinya grup tersebut dan grup musik ini cukup sering mengikuti berbagai lomba. Karena memang grup musik ini memainkan lagunya dengan bagus, maka tak heran jika mereka selalu bisa menerima penghargaan minimal sebagai lima besar setiap kali perlombaan.

Sampai suatu ketika mereka mengalami kekalahan dan mereka melihat bahwa pemenang dari perlombaan pada saat itu adalah grup musik dengan jenis musik tertentu, sedangkan grup musik mereka itu menampilkan jenis musik yang berbeda jenis musiknya dengan grup musik yang menang itu.

Tentu saja, mereka mengalami kekecewaan dan mengganggap sang juri menilai dengan tidak adil, karena mereka percaya penampilan mereka jauh lebih baik dari penampilan mereka di perlombaan yang sebelum-sebelumnya.

Kisah tersebut membuat saya merenungkan mengenai perjalanan kehidupan saya selama ini. Salah satu ceritanya adalah pengalaman sewaktu saya bekerja dikantor yang pertama, sejak saya memilih pekerjaan sebagai seorang service assistant atau lebih mudahnya sebagai administration. Saya selalu berusaha untuk bekerja dengan sebaik mungkin dan saya percaya bahwa teman-teman saya tidak pernah bekerja sebaik pekerjaan yang saya lakukan.

Tetapi realitanya, diakhir penilaian, saya mendapatkan nilai yang tidak seperti yang saya harapkan. Sedangkan teman-teman saya yang mungkin bekerja dengan tidak sungguh-sungguh, justru mendapatkan nilai yang jauh lebih baik dibandingkan dengan saya. Saya mengira, oleh karena untuk kedekatan antara teman saya dengan para atasan, maka tidak heran jika dia mendapatkan nilai yang tidak seharusnya dia dapatkan.

Melalui kejadian tersebut, saya salah sekali tidak berniat untuk menurunkan kualitas kerja saya, tetapi saya menurunkan harapan saya untuk mendapatkan nilai baik dari atasan saya. Saya pikir, paling tidak Tuhan melihat dan menilai usaha saya, walau pun upah saya nanti hanya saya peroleh ketika saya sudah berada di surga.

Sekitar akhir tahun 2005 atau pada awal tahun 2006, saya lupa tepatnya kapan, kantor saya mengadakan acara besar untuk memberikan penghargaan kepada para staffnya yang berprestasi. Pada waktu itu, di akhir acara, hampir-hampir saya menyelinap untuk kembali ke hotel, karena saya sedang tidak enak badan. Tetapi tiba-tiba MC memanggil nama saya dan berkata bahwa saya adalah pemenang untuk service assistant terbaik di seluruh kantor di Indonesia dan berhak untuk mendapatkan hadiah ke Eropa.

Saya tidak percaya dengan keputusan tersebut, karena atasan saya pun terkejut ketika mengetahui bukan teman saya yang menang, melainkan saya, seorang yang biasa-biasa saja, dan mungkin selama ini hanya dipandang sebelah mata olehnya. Sedangkan penilaian tidak hanya dari atasan di kantor cabang saja, melainkan juga dari pihak kantor pusat pun ikut memberikan penilaian, sehingga saya bisa memenangkan penghargaan tersebut.

Salah satu pengalaman ini, membuat saya percaya bahwa ketika Tuhan yang menilai dan ketika Tuhan ingin memberkati, maka tidak ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA.

Seperti ketika seorang penulis berharap agar tulisannya dapat dijadikan sebuah buku atau dimuat sebagai salah satu artikel didalam sebuat majalah atau warta gereja, tidak semua tulisan yang dibuat oleh seorang penulis itu dapat dibaca oleh semua orang, apabila tidak ada seorang auditor yang menyeleksi tulisannya dan mengijinkan tulisan itu untuk diterbitkan.

Demikian pula Tuhan terhadap kita, anak-anakNYA, tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangi ketika Tuhan mengijinkan sebuah masalah atau sebuah berkat itu turun bagi kita.

Jika saat ini, mungkin kita sedang mengalami sebuah masalah, mengalami sakit, atau mengalami kegagalan, dan kita sudah berdoa, tetapi seolah-olah hal buruk yang selalu kita peroleh, maka selanjutnya kita hanya bisa terus berusaha, tetap bersikap rendah hati, berusaha untuk mengerti apa yang terjadi, dan pada waktu Tuhan mengijinkan kita untuk mendapatkan jawaban doa, tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA.

Mungkin saja, suatu hari nanti grup musik itu mengalami kesalahan ketukan atau kesalahan lagu didalam sebuah perlombaan, tetapi ketika Tuhan mengijinkan grup musik itu untuk menang, maka kesalahan sebesar apa pun, tidak akan menghalanginya untuk menang.

Saya sangat mengerti rasanya kecewa karena sepertinya seseorang atau keadaan sedang bersikap tidak adil pada kita. Dan bersikap kecewa itu bukan sesuatu hal yang patut disalahkan. Tetapi sebenarnya tidak ada sesuatu pun terjadi atas ijinNYA.
Tuhan sayang pada kita dan Tuhan bersikap sangat adil didalam kehidupan kita. Tuhan sungguh-sungguh memperhatikan kehidupan kita setiap waktu, sampai didalam hati kita. Ketika Tuhan ingin memberikan berkat-berkatNYA bagi kita, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menghalangiNYA. Bahkan niat jahat pun dibuatNYA menjadi sebuah kebaikan bagi kita.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s