Yang Tak Dimengerti


Tidak semua orang dapat mengerti tentang sesuatu yang kita mengerti, hanya karena bidang pembelajaran di sekolah yang diambil berbeda misalnya, atau karena lingkungan pekerjaan yang berbeda, dan berbagai faktor lainnya yang membuat orang lain belum tentu mengerti apa yang kita mengerti, atau sebaliknya kita belum tentu bisa mengerti apa yang orang lain mengerti.

Ada seorang teman yang mengambil sekolah dibidang kedokteran dan sudah lulus. Saat ini dia sudah mempunyai prakteknya sendiri dan juga bekerja di sebuah klinik. Seringkali (hampir setiap hari) seorang teman ini mengeluhkan pasiennya dengan menuliskannya di Facebook, sehingga semua orang dapat membacanya, termasuk saya.

Keluhannya berkisar diantara seorang pasien yang salah minum obat antibiotik, padahal penyakitnya itu belum tentu membutuhkan obat antibiotik tersebut. Dan Dokter ini juga mengeluh tentang seorang pasien yang salah alamat, datang ke sebuah klinik dengan sebuah penyakit yang dideritanya, sedangkan menurut dokter tersebut seharusnya dengan penyakit itu, pasien tersebut langsung datang ke rumah sakit saja.

Saya berpikir, Facebook adalah sebuah dunia maya dimana setiap orang mempunyai hak untuk mengungkapkan perasaannya, selain digunakan sebagai sarana pertemanan. Tetapi di sisi lain saya juga berpikir bahwa tidak semua orang dapat mengerti apa yang kita mengerti, sehingga pernyataan-pernyataan yang ada didalam Facebook tersebut saya gunakan sebagai contoh, yang mana didalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari, kita beranggapan bahwa orang mengerti semua hal yang kita mengerti dan ketika mereka melakukan sebuah kesalahan, mereka tampak bodoh dimata kita.

Misalnya saja seperti cerita tersebut diatas, seorang dokter mengerti mengenai berbagai obat-obatan, tetapi tidak semua orang, termasuk saya sebagai seorang yang bukan dokter dapat mengerti berbagai obat-obatan.

Mungkin ada kesalahan sikap dari pasien dimana pada waktu mereka sakit, mereka menganggap sepele dan tahu penyakit mereka, sehingga mereka memutuskan untuk memakai obat-obatan yang biasanya mereka gunakan sebelumnya, yang sebelumnya dengan obat tersebut mereka bisa sembuh.

Demikian pula tidak semua orang juga bisa mengerti bahwa untuk penyakit tertentu mereka sebaiknya harus segera datang ke rumah sakit, bukan ke klinik. Bahkan mungkin ada orang-orang yang tidak mengerti beda antara klinik dan rumah sakit. Sehingga pada waktu mereka sakit, yang mereka pikirkan hanyalah mereka sedang memerlukan dokter dan tidak peduli dokter tersebut sedang praktek dimana, yang penting mereka bisa memperoleh pengobatan.
Selain kisah tersebut diatas, mungkin kita dapat mengingat-ingat sikap kita terhadap orang lain, atau sebaliknya sikap orang lain terhadap kita, dimana kita menertawakan sebuah kesalahan yang diperbuat oleh orang lain, karena orang lain itu tidak mengetahui hal yang kita ketahui. Atau sebaliknya, orang lain bersikap menertawakan kesalahan yang kita perbuat karena orang lain lebih tahu tentang sesuatu, sedangkan kita tidak mengetahuinya.
Tidak semua orang dapat mengerti apa yang kita mengerti, dan kita juga belum tentu mengerti sesuatu yang dimengerti oleh orang lain, sehingga jangan kita menertawakan atau mengejek seseorang karena mereka belum tahu apa yang kita ketahui, apabila kita juga tidak ingin ditertawakan karena kita belum mengetahui sesuatu.
Kepandaian orang juga berbeda-beda. Apabila seseorang pandai dan selalu mendapatkan peringkat tertinggi di sekolahnya, belum tentu dia sudah menguasai segala sesuatunya. Apabila seseorang bergelar sebagai seorang dokter, belum tentu dia adalah seseorang yang terpandai, mengingat seorang yang hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) pun bukan berarti adalah seorang yang bodoh, mungkin karena masalah ekonomi sehingga ia tidak dapat melanjutkan pendidikan misalnya.
Sikap menghakimi orang lain dan sikap tinggi hati biasanya datang melalui sikap marah, tersinggung, atau menertawakan orang lain, karena kesalahan orang lain, dimana orang lain tidak mengetahui sesuatu hal yang kita ketahui.
Kepandaian dan pengetahuan datangnya dari Tuhan, dan setiap orang mempunyai kepandaian dan pengetahuan yang berbeda-beda. Apabila seseorang melakukan kesalahannya atau tidak tahu sesuatu yang kita ketahui, maka kita bisa memberitahunya baik-baik, tanpa bersikap menertawakan, marah, apalagi bersikap menghakimi.
Mungkin sebagai dokter misalnya, kita mengetahui bahwa ternyata ada begitu banyak rakyat di Indonesia yang tidak mengerti perbedaan antara klinik dan rumah sakit, kemudian kita dapat mempunyai ide untuk menuliskan di papan bahwa klinik akan lebih berguna untuk orang-orang yang mengalami sakit tertentu.
Dengan mengerti bahwa tidak semua orang dapat mengerti sesuatu yang kita mengerti, maka kita dapat bersikap lebih menghargai orang lain, sehingga tidak ada orang lain yang akan merasa direndahkan dengan sikap kita.
Tuhan memberkati.


Picture from site: http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+don%27t+understand&um=1&hl=id&sa=N&noj=1&tbm=isch&tbnid=1dmUX_BkoUcRpM:&imgrefurl=http://cindyls06.wordpress.com/page/3/&docid=jGf2LsmG1nhktM&imgurl=http://cindyls06.files.wordpress.com/2011/02/direction-cartoon.jpg&w=320&h=255&ei=ITYmT_2iG4jyrQeo6I2kDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=987&vpy=255&dur=753&hovh=200&hovw=252&tx=195&ty=119&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=141&tbnw=177&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:17,s:0&biw=1280&bih=687

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s