Jangan Kaget Kalau “Dia” Marah!


Dengan kecanggihan berbagai alat teknologi, salah satunya membuat alat komunikasi juga semakin canggih dan praktis untuk berkomunikasi dimana pun kita berada. Saat ini, yang paling mudah untuk dimiliki adalah alat komunikasi blackberry. Operator telepon pun bekerjasama dengan memberikan tarif murah, sehingga semua orang yang mempunyai blackberry dapat berbincang-bincang sepuas-puasnya tanpa dikenakan biaya tambahan dengan orang lain.

Tetapi dengan teknologi yang canggih ini, kebanyakan orang berkomunikasi secara tidak langsung. Saya katakan tidak langsung karena kita tidak bertatapan muka secara langsung dengan lawan bicara, dan atau kita tidak memperdengarkan dan tidak mendengarkan nada bicara. Sehingga baik kita sendiri, mau pun lawan bicara kita akan membaca tulisan dengan ekspresi dan nada bicara sesuai dengan persepsinya masing-masing.

Berkomunikasi secara tidak langsung ini cukup nyaman bagi orang-orang yang tidak pandai mengatur kata-kata atau intonasi nada bicara, dan juga cukup nyaman bagi kebanyakan orang untuk sekedar meninggalkan pesan atau berbicara sambil mengerjakan sesuatu, karena tidak seperti telepon, yang harus berbicara saat itu juga. Tetapi dengan komunikasi secara tidak langsung ini, kita juga harus bersiap dengan kesalahpahaman.

Ada sebuah cerita, dua orang anak bernama Mary dan Anne, mereka sahabat karib yang saat ini sedang terpisahkan oleh jarak, dikarenakan orang tua Anne dipindahkan oleh perusahaan ke kantor cabang yang ada diluar kota. Masing-masing orang tua mengerti perasaan mereka yang sangat sedih karena harus berpisah. Akhirnya mereka diberi sebuah handphone, agar masing-masing dapat mengirimkan pesan, mengingat operator telepon sekarang sering memberikan gratis untuk beberapa kali SMS.

Suatu hari, hati Anne sedang tidak enak, sehingga dia hanya menjawab pesan Mary singkat. Mary akhirnya kebingungan dan bertanya ada apa dengan Anne. Akhirnya Anne menjawab dan Anne berusaha memberikan jawaban dengan kata-kata yang diatur dengan sebaik mungkin, juga diucapkan didalam hatinya dengan nada bicara yang sopan, walau pun karena sedang kesal, akibatnya tentu ada kata-kata yang tetap terasa kurang. Dan pesan Anne diterima oleh Mary, lalu dibaca oleh Mary kata-kata Anne itu dengan nada bicara yang menurut Mary itu tidak baik. Akibatnya mereka bertengkar hebat.

Anne yang merasa sudah berusaha untuk menyampaikannya dengan baik, merasa cukup terkejut karena ternyata Mary menerimanya tidak baik. Setelah agak lama mereka sama-sama berusaha untuk mengerti satu dengan yang lain, barulah mereka akhirnya berbaikan. Tentu saja keributan yang terjadi karena mereka salah paham atas sebuah tulisan, yang dibaca dengan cara yang berbeda.

Walau pun ada tulisan-tulisan yang memang sangat jelas apabila dibaca dan diucapkan itu tidak baik, tetapi komunikasi secara tidak langsung itu memang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Misalnya saja jawaban yang singkat dapat diartikan seseorang itu sedang malas bicara, padahal mungkin saja seseorang itu memang merasa jawabannya sudah cukup dan belum ada yang perlu dibicarakan lagi.

Dengan kecanggihan teknologi dan berbagai fasilitas yang membuat kita lebih mudah untuk berkomunikasi, walau pun hanya sekedar melalui tulisan, disamping adanya fasilitas skype yang dapat membuat seseorang saling melihat wajah satu dengan yang lain, tentunya sangat bermanfaat bagi kita, tetapi kita juga harus menyadari sisi-sisi kelemahannya.

Jangan kaget kalau seseorang marah karena tulisan kita, karena persepsi kita dan persepsi orang lain tentang tulisan kita bisa berbeda-beda. Memang yang paling tahu arti dari tulisan itu adalah seseorang yang menulisnya, tetapi kita juga tidak bisa mencegah orang lain salah paham terhadap arti tulisan itu.

Disisi lain, apabila ada seseorang yang tidak pandai menulis, sehingga kita merasa tidak cocok dengan gaya penulisan atau tidak paham maksud dari tulisan seseorang itu, maka sebaiknya kita bertanya, dan kita tidak perlu mencemooh atau mentertawakannya. Kita tidak lebih baik dari orang lain, sehingga segala kesalahan atau kelemahan yang dilakukan oleh orang lain, tidak perlu diberi respon yang mencemooh atau menertawakannya.

Teknologi diciptakan untuk mempermudah kita, tetapi teknologi juga mempunyai kelemahannya. Tetapi kita adalah pengguna, yang juga mempunyai wewenang untuk dapat mengendalikan kelemahan tersebut, agar kita terhindarkan dari masalah.

Tuhan memberkati.

***Note: picture take from http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+angry&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=cfnZtYVtIzUPFM:&imgrefurl=http://msbookclub1.blogspot.com/&docid=mKJJVDI2HkT8hM&imgurl=http://www.21stcenturymed.org/angry-face.jpg&w=810&h=470&ei=kk0zT8vzGY3wrQfdlrmcDA&zoom=1&iact=hc&vpx=421&vpy=40&dur=601&hovh=122&hovw=211&tx=141&ty=101&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=118&tbnw=203&start=42&ndsp=22&ved=1t:429,r:12,s:42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s