Jangan Samakan Dia Dengan Dia!


Ada seorang teman, sebut saja namanya Lielie, dan seorang temannya lagi bernama Lolita. Pada suatu hari, Lielie sedang berselisih paham dengan Lolita. Mereka berteriak, saling memaki, dan saling menyalahkan.

Lielie adalah seseorang yang diajarkan didalam keluarganya untuk selalu meminta maaf, tidak berlarut-larut didalam masalah, dan segera memberikan penjelasan agar masing-masing pihak memahami maksudnya, sedangkan Lolita didalam keluarganya terbiasa untuk membiarkan masalah itu tanpa meminta maaf, berlarut-larut didalam masalahnya, dan tidak ingin menjelaskan permasalahannya, karena yang penting Lolita mengerti kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.

Sehingga pertengkaran mereka ini benar-benar memakan waktu yang cukup lama dan menjadi semakin rumit untuk permasalahan yang sangat sepele. Lielie berusaha untuk minta maaf dan menjelaskan agar masalah cepat selesai, sedangkan Lolita membuatnya berlarut-larut. Lielie berusaha memaksakan diri agar masalah selesai, sedangkan Lolita memaksakan diri agar masalah menggantung, tidak ingin minta maaf, dan tidak ingin mengakui kesalahannya.

Setiap orang mempunyai caranya sendiri didalam menyelesaikan masalah, tetapi kebanyakan orang, biasanya mempunyai cara yang sama atau mirip seperti cara anggota keluarganya yang sehari-hari bersamanya didalam menyelesaikannya. Setiap orang mempunyai sikap yang terbentuk didalam keluarganya. Jadi bagaimana seseorang itu bersikap, biasanya keluarganya pun mempunyai sikap yang sama.

Tetapi ketika anak-anak didalam suatu keluarga itu mempunyai pasangannya masing-masing, maka secara ‘tidak sadar’, pasangan mereka pun sedikit atau banyak akan mempengaruhi perilaku dan kebiasaan satu dengan yang lain, sesuai dengan kesepakatan.

Sehingga tidak perlu menjadi heran, apabila diantara dua orang yang berselisih, ada seseorang suka minta maaf dan ada seseorang yang anti untuk minta maaf, karena kita tidak bisa menyamakan seseorang dengan seseorang yang lain, bahkan kita tidak bisa menyamakan anggota keluarga kita dengan sahabat-sahabat kita. Didalam keluarga saja kita tidak bisa menyamakan antara papa dan mama, kakak dan adik, apalagi diluar keluarga kita.

Kita mungkin ingin bersikap adil terhadap setiap orang, tetapi realitanya kita akan sulit untuk bersikap adil terhadap setiap orang, karena setiap orang itu berbeda. Ada seseorang yang berkata kepada dua orang yang usianya lebih muda “kalian berdua ini sudah kuanggap sebagai adikku sendiri dan aku sangat sayang pada kalian”. Lalu seseorang yang bersikap sebagai kakak akan berusaha untuk bersikap adil kepada kedua orang yang dianggap adiknya tersebut.

Suatu hari, seseorang yang berperan sebagai kakak itu memberi coklat kepada kedua orang yang berperan sebagai adik. Tanpa diduganya, seorang adik merasa kakaknya itu pilih kasih terhadapnya, karena seorang adik ini tidak suka makan coklat, maka dia menganggap kakaknya itu membelikan sesuatu yang hanya disukai oleh seorang adik yang satunya lagi. Mungkin seorang kakak dalam cerita tersebut sebenarnya ingin bersikap adil, ternyata tetap saja dianggap tidak adil. Hal ini terjadi karena masing-masing orang itu berbeda.

Seorang yang sukses memberikan pengetahuan bahwa setiap orang itu berbeda karakternya. Apabila kita ingin menjadi seorang yang sukses, maka kita harus mengenali karakter kita, dan apabila kita ingin anak-anak kita menjadi seorang yang sukses, maka kita harus mengenal karakter mereka. Jangan sampai kita memaksakan anak-anak kita untuk melakukan suatu pekerjaan yang tidak mereka sukai, karena mereka tidak akan pernah menjadi seorang yang sukses dalam pekerjaan yang tidak mereka sukai!

Demikian pula didalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang dapat mengerti karakter dan kesukaan orang lain. Tetapi paling tidak, kita harus mengerti bahwa setiap orang itu berbeda. Belum tentu yang kita suka itu orang lain akan suka dan belum tentu hal yang tidak kita sukai, orang lain juga tidak menyukainya. Jangan kita membanding-bandingkan seseorang dengan orang lain!

Dan karena kita berbeda, maka kita seharusnya hidup dengan saling belajar sesuatu yang baik, yang mungkin bukan menjadi kebiasaan kita selama ini, tetapi menjadi kebiasaan orang lain.

Seperti pada cerita tersebut diawal artikel ini misalnya, Lielie dan Lolita memiliki karakter yang berbeda dan berasal dari keluarga yang berbeda, sebenarnya mereka tidak perlu saling memaksakan diri untuk mempertahankan sikapnya, dan seharusnya mereka saling mengerti, sehingga Lielie tidak perlu mengharapan Lolita untuk meminta maaf, dan sebaliknya Lolita juga tidak perlu berusaha untuk membela dirinya.

Tetapi disisi lain, meminta maaf bukanlah hal yang buruk. Walau pun mungkin kita didalam keluarga atau bersama pasangan tidak pernah saling meminta maaf, tetapi bukan berarti kita juga tidak mau meminta maaf dengan orang lain ketika kita berbuat salah. Mungkin sebagai Lolita, dia bisa belajar sesuatu hal yang baik dari Lielie, yaitu meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Kita semua, satu dengan yang lain, selalu berbeda, dan karena perbedaan itu kita harus saling mengerti satu dengan yang lain. Tetapi didalam perbedaan, kita bisa saling belajar untuk hal-hal yang baik, yang bisa kita terapkan juga.

Tuhan memberkati.

Picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+different&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=UEjNOhYpxCNOeM:&imgrefurl=http://saiogaman.deviantart.com/art/Why-you-look-different-76809431&docid=yFV3gvPkETxcDM&imgurl=http://www.deviantart.com/download/76809431/Why_you_look_different____by_SaiogaMan.jpg&w=1440&h=900&ei=1pw4T736DtCGrAfI-4XWBQ&zoom=1&iact=hc&vpx=878&vpy=116&dur=3058&hovh=177&hovw=284&tx=109&ty=113&sig=115066408690274837010&page=9&tbnh=155&tbnw=186&start=161&ndsp=22&ved=1t:429,r:15,s:161

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s