Mari Berdoa


Kebanyakan pria adalah penggemar olah raga sepak bola. Saya ingat, dulu sewaktu saya masih berusia belasan tahun, seorang teman berkata “kalau kamu ingin mempunyai pacar, sebaiknya kamu mengerti kegemarannya, misal sepak bola, jadi paling tidak kamu mengerti arah membicaraannya”.

Tetapi yang namanya hati tidak bisa berbohong kalau saya memang tidak bisa menggemari olah raga sepak bola. Akhirnya dengan permohonan yang terdengar polos dari seorang anak remaja, saya berdoa “Tuhan tolong, beri saya seorang pria yang tidak suka sepak bola”. Dan ternyata Tuhan mendengar doa saya itu, suami saya bukan penggemar sepak bola, walau pun dia suka menonton di waktu-waktu luangnya.

Saya bukan penggemar acara televisi. Sejak mami saya meninggal, selama hampir tiga tahun lamanya, saya menonton televisi tidak sampai lima kali. Dan sejak menikah, kebiasaan saya dimalam hari sama seperti dulu suka menemani mami saya nonton televisi. Sekarang saya juga suka menemani suami menonton televisi dimalam hari dan salah satunya acara sepak bola.
Beberapa kali saya melihat pertandingan sepak bola, dan hanya beberapa kali saja saya melihat Indonesia memenangkan pertandingan. Saya tidak pernah berpikir negatif tentang Indonesia. Sampai pada saat Sea Games, dimana pertandingan final sepak bola, Indonesia melawan Malaysia, tiba-tiba saya merasa ingin berdoa untuk Indonesia, bahkan selama kurang lebih dua hari sebelum hari h pertandingan dimulai, saya terus berdoa.

Kelihatannya tindakan saya ini berlebihan, karena sebenarnya pertandingan dapat dimenangkan apabila tim berlatih dan bermain dengan baik. Tetapi saya pikir latihan adalah tugas mereka yang bermain, dan saya sebagai penonton yang ingin Indonesia menang seharusnya mendoakan para pemain.

Sejak saya masih kecil dan mengenal negara diluar Indonesia, saya sulit untuk bisa mencintai Indonesia. Sebagai contoh, kalau kita diluar negeri, maka kita bisa jalan-jalan dengan angkutan umum yang bersih dan cukup aman, sedangkan di Indonesia, kebanyakan orang takut jalan-jalan sendiri atau naik angkutan umum, karena alat transportasinya yang tidak bersih dan wilayah juga dianggap tidak aman.

Tetapi bukan berarti saya tidak berusaha mencintai negara kelahiran saya ini, melainkan saya terus berdoa agar saya bisa mencintai Indonesia. Pada saat saya ingin berdoa untuk pertandingan sepak bola, Indonesia melawan Malaysia, saya merasa diri ini cukup aneh, berdoa untuk hal-hal yang mungkin dapat dikatakan ‘kurang penting’. Tetapi seperti ada yang mengingatkan saya, “mereka berlatih, kamu berdoa, ada bedanya yang didoakan dan yang tidak didoakan”.

Walau pun pada akhirnya Indonesia kalah, tetapi kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dalam pertandingan itu sebenarnya, saya yakin, pasti ada sesuatu yang baik yang telah terjadi, karena Tuhan pasti bekerja.

Didalam tulisan saya ini, saya ingin mengajak para pembaca untuk berdoa. Tidak hanya untuk Indonesia, mungkin untuk pekerjaan Anda, untuk pelayanan Anda, untuk pasangan hidup Anda, untuk keluarga Anda, untuk masa depan Anda, untuk kesehatan Anda, dan untuk setiap aspek kehidupan Anda. Jangan menunggu sesuatu hal yang buruk terjadi baru Anda berdoa!
Mungkin saat ini Anda masih sedang pacaran dan belum berpikir untuk menikah, tetapi sebaiknya Anda berdoa untuk hidup pernikahan Anda, misalnya minta Tuhan untuk menyediakan bagi Anda sebuah rumah, kecukupan biaya atas segala sesuatunya, atau berdoa juga untuk seorang pembantu rumah tangga. Walau pun mungkin Anda tidak tahu bagaimana kehidupan rumah tangga Anda nantinya, tetapi berdoalah mulai dari sekarang!

Atau mungkin berdoa untuk sebuah pekerjaan, walau pun saat ini Anda belum mempunyai pekerjaan, maka tidak ada salahnya Anda menaikkan doa “Tuhan, berilah saya kerendahan hati apabila saya nanti menjadi seorang pimpinan perusahaan”.
Ada bedanya, antara yang didoakan dan yang tidak didoakan. Tidak akan pernah salah apabila kita berdoa untuk sesuatu yang kita inginkan terjadi, walau pun mungkin keinginan kita itu terjadi bertahun-tahun lagi lamanya, tetapi kita bisa berdoa mulai sekarang.

Kalau kita bicara pada orang tua kita untuk sesuatu hal yang masih akan terjadi dan belum tentu terjadi, maka orang tua kita mungkin akan menjawab “nanti saja tolong ingatkan lagi”, sehingga mungkin kita ‘enggan’ untuk memintanya sekarang. Tetapi berbeda dengan Tuhan, DIA senang mendengar doa-doa kita dan mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang untuk kita di masa depan.

Mari berdoa! Dan teruslah berdoa! Agar sesuatu yang baik terjadi didalam kehidupan kita semua, didalam negara Indonesia, dan didalam gereja kita.

Tuhan memberkati.

**picture taken from http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+praying&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=Y6vZO7kBIbcjJM:&imgrefurl=http://bolstablog.wordpress.com/tag/be-of-service/&docid=jrv8eHC1boJt9M&imgurl=http://bolstablog.files.wordpress.com/2008/12/famous-painting-of-praying-hands.jpg&w=237&h=299&ei=AJk8T_6gF4jwrQfFh5DIBw&zoom=1&iact=hc&vpx=857&vpy=107&dur=1344&hovh=239&hovw=189&tx=75&ty=162&sig=115066408690274837010&page=8&tbnh=157&tbnw=124&start=169&ndsp=24&ved=0CLEGEK0DMLMB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s